Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 52 Klien Baru


__ADS_3

Violet dan Rilly menatap Sarah dengan tak sabar. Mereka ingin mengetahui apa alasan kuat menjadikan mereka berdua tersangka.


“Rilly kau merupakan pekerja emas di sini, Nyonya Carmen selalu mempercayakan apa saja padamu, tak peduli kau pernah berbuat kesalahan sebelumnya. Dan meskipun aku jauh lebih baik daripada kamu tapi hanya kau yang selalu nampak di mata nyonya Carmen.” manik mata Sarah menatap Rilly dengan tajam sekaligus penuh dengan kebencian.


Lalu wanita itu beralih menatap Violet.


“Dan kau sialan, kau pernah merebut kekasih ku saat duduk di bangku kuliah 10 tahun yang lalu.” ucapnya sembari tersenyum miring yang membuat siapa saja yang melihatnya tampak merinding.


Violet masih tak mengerti apa yang diucapkan oleh Sarah. Ia sama sekali tak mengenal wanita itu. Jika memang dia temannya pastilah dia mengetahuinya.


“Aku tidak punya teman bernama Sarah seingat ku.” timpalnya menautkan kedua alisnya.


“Ck.” decak Sarah menatap wanita itu dengan tatapan remeh. “Kau ingat Amy Lee ?”


“Amy Lee ? Apa kau adalah dia ?!” Rilly tempat terkejut sekali dan tak percaya. Wanita yang ada di hadapannya saat ini berbeda sekali dengan nama yang disebut barusan.


“Amy Lee adalah nama baptisku dan nama asli ku Sarah Seraphine. Aku mengalami kecelakaan berat dan mengharuskan operasi plastik karena iru.” tegasnya dengan mata berkilat yang siap mencincang Rilly.


“A-a-aku tidak merebut kasihmu. Dia sendiri yang memutuskanmu saat itu dan lebih memilih aku.” jawab Rilly serasa menelan batu di tenggorokannya. “Aku juga tidak menyangka kejadian yang sudah lama sekali dan kau masih mengingatnya bahkan menaruh dendam padaku seperti ini. Padahal aku hanya satu bulan saja menjalin hubungan dengan Parker.”


Sarah tampak mengerutkan keningnya mendengar penjelasan itu. Dan ia sama sekali tak menyangkanya ternyata Parker meninggalkan Sarah secepat itu.


Para pekerja yang ada di sana nampak tercengang mendengar pengakuan dari Sarah. Mereka juga tak mengira wanita yang selama ini pendiam dan lemah lembut terlihat mempunyai dendam sebesar itu dan berani berbuat sedekat ini.


“Oh, wanita memang rumit.” desau detektif Carl mendengarkan penjelasan dari Sarah, pelaku pembakar garment ini.

__ADS_1


Dia berniat untuk tak ikut campur kali ini dan melangkahkan kakinya namun terbersit rasa ragu karena sebelumnya sistem membuat langkahnya tertahan.


“Olala kali ini aku tak harus membantu mereka bertiga menyelesaikan masalah rumit ini.” detektif Carl merasakan gajinya bebas bisa digerakkan seperti biasanya.


“Sampai jumpa nyonya Carmen dan semuanya. Aku masih ada urusan di luar sana.” pria itu berbalik sebentar untuk berpamitan pada pemilik garment dan yang lainnya.


Sedangkan Nyonya Carmen hanya menatap saja kepergian detektif karena masih menyelesaikan masalah diantara mereka.


Ding


Mission complete ! Poin sebesar 15.000 poin berhasil ditambahkan.


“Poin ku bertambah lagi.” detektif Carl lalu segera masuk ke mobil biru bututnya dan mengabaikan suara yang semakin bertambah ramai dari garment tadi.


Entah, mungkin mereka yang ada di sana sedang bertengkar atau berkelahi malahan saat ini.


Jalanan yang ia lewati padat merayap karena memang jalanan padat pertokoan dan satu jam lebih barulah tiba di kantornya.


Klak.


Detektif Carl turun dari mobilnya. Ia berhenti melanggarkan kakinya saat melihat ada satu mobil lain terparkir di sana.


“Mobil siapa itu ?”


Karena tak mengenal mobil siapa itu maka pria itu pun bergegas masuk ke kantornya.

__ADS_1


Di dalam sana sudah ada seorang pria berusia 40 tahunan duduk di ruang tamu sedang bicara dengan Leo.


“Siapa ya pria itu, mungkinkah dia klien ?” gumamnya menebak.


“Detektif, anda sudah kembali.” ucap Leo saat mendengar dalam langkah kaki masuk dan ternyata memang benar atasannya yang datang.


Dan timing-nya tepat sekali ada seorang klien yang datang menyerahkan kasus di saat detektif kembali.


“Detektif Carl ada klien yang datang dengan membawa kasus.” ucap Leo membuat langkah kaki pria itu tertahan.


Setelah berapa kali mengerjakan kasus, berita tentang kembalinya detektif Carl pun ada di pemberitaan. Dan hal itu klien mendatanginya sendiri saat ada kasus.


Detektif Carl mencoba untuk duduk sebentar di kursi kosong yang ada di sebelah pria tadi untuk mendengarkan apa kasus pria tersebut.


“Apakah misi kali ini dihitung oleh sistem ?” tanya pria itu pada sistem.


Misi di luar sistem tidak dihitung oleh sistem dan bukan termasuk misi dari sistem.


“Sial !” umpat pria itu dalam hati kemudian menatap pada klien yang duduk di sampingnya.


“Terimakasih tuan sudah mempercayakan kasus anda pada kami. Aku melimpahkan kasus anda pada Asisten ku yang hebat ini, Leo. Dia yang akan menangani kasus anda sedangkan aku masih harus mengurus kasus lainnya.” ucapnya bohong karena selain tak mau menjalankan misi yang bukan dari sistem juga karena ingin beristirahat setelah lelah menyelesaikan satu misinya.


*


Yang mau request 1 eps lagi ada tidak ya ? Jika ada tulis di dinding comment, maka penulis akan tambah 1 eps lagi hari ini.

__ADS_1


Terimkasih kk semua😊


__ADS_2