Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 105 Mengepung


__ADS_3

Detektif Carl lalu menghentikan langkahnya agak jauh, untuk mendengarkan percakapan mereka.


Pria berbaju orange tadi menghampiri Silver Macedonia, instruktur Manor Gym. Pria itu barusan keluar dari toilet dan menutup pintu.


“K-kau... siapa kau?” ucapnya terbata, begitu melihat seorang pria asing menghadang jalannya.


Sedikit banyak Silver Macedonia sudah mendapatkan informasi tentang dirinya yang akan menjadi korban pembunuhan seri berikutnya dan itu membuatnya merinding.


Bahkan meskipun ada dua agen polisi sekarang berjaga di gym ini ditambah lagi dengan hadirnya Detektif Carl, masih saja ia takut pada pembunuh yang masih berkeliaran bebas dan mengincar nyawanya. Siapa yang tahu jika para profesional itu gagal menangkap pembunuh kali ini? Tak ada yang tahu.


“Aku siapa?” ucap pria itu, tersenyum menyeringai.


Ia bahkan langsung membawa Silver Macedonia merapat ke dinding dengan mengeluarkan sebuah jarum dari balik bajunya.


“L-lepas! Apa yang mau kau lakukan padaku?” ucap Silver Macedonia menoleh ke kanan, menghindari serangan pria tadi.


Untung saja tusukan jarum tadi tidak mengenai lehernya. Tapi jika ada serangan berikutnya mungkin dia tak bisa menghindari lagi.


Kemana agen polisi dan Detektif Carl? Nyawaku sedang di ujung tanduk seperti ini. Bagaimana aku bisa memanggil mereka kemari jika seperti ini? batin Silver Macedonia.


Matanya bergerak liar menatap ke sekitar berharap bantuan datang.

__ADS_1


Aku tak ingin mati begitu cepat di sini. Aku harus mengirimkan sinyal supaya mereka datang kemari. batinnya lagi, mencari sesuatu.


Prang! Tepat sampingnya berdiri ada sebuah guci besar berisi bunga artifisial, dan ia menendangnya sampai pecah.


“Jangan pernah berpikir untuk memanggil ataupun meminta bantuan!” hardik pria berbaju orange dengan tatapan tajam.


“Aku tidak mencoba memanggil siapapun kau yang mendesakku hingga membuatku menjatuhkan guci ini,” bantah Silver cepat-cepat.


“Oke, apapun yang kau ucapkan, ucapkan saja sebelum kau tak bisa bicara lagi setelah tubuhmu dingin dan kaku.”


Bagaimana ini? Apakah nyawaku akan benar-benar berakhir di tangan psikopat ini? Bahkan aku tak tahu siapa dia. batin Silver Macedonia lagi, sedikit gemetar dan memaksa menelan salivanya yang mencekat di leher.


“Siapa kau dan apa tujuanmu ingin merenggut nyawaku?” ucap Silver memberanikan diri. Setidaknya dia tahu siapa yang membunuh dirinya sebelum nyawanya benar-benar berakhir agar dia tidak mati penasaran.


Silver mendengar tawa pria berbaju orange, dan membuatnya teringat akan seseorang.


“Kau bukan Emmanuel bukan?” celetuknya tak yakin. Pasalnya, cara tertawanya mirip dengan salah satu kenalannya itu tapi wajahnya sama sekali berbeda.


“Kau yakin, namaku Emmanuel? Kau melewatkan namaku lainnya. Ada sepuluh nama lagi yang tidak kau ketahui.”


Silver diam tak menjawab. Berati benar, psikopat itu memang kenalannya itu. Tapi ternyata itu bukan identitas aslinya juga. Lalu siapa dia sebenarnya? Membuatnya semakin bertambah bingung saja.

__ADS_1


Sementara Detektif Carl yang sendiri tadi menyimak dengan baik pembicaraan mereka, bahkan merekamnya. Kini turun tangan.


Ia merogoh kelereng di saku bajunya. Tentunya itu bukan kelereng biasa melainkan kelereng yang dibelinya dari shop sistem.


Sebelumnya, Detektif Carl sedang berdiskusi sebelumnya dengan dua agen polisi yang bertugas di depan. Jika sewaktu-waktu dia membutuhkan bantuan mereka maka dia akan mengirimkan sebuah sinyal.


Ia kemudian menggelindingkan dua butir kelereng hijau ke belakang dan kelereng itu kemudian meledak tepat di tempat dua agen polisi tadi berada.


Tanda ini.... Apakah pembunuhnya sudah beraksi? batin agen polisi menatap rekannya yang kemudian mengangguk.


Tanpa bicara sepatah kata pun dua agen polisi tersebut kemudian beranjak dari peralatan gym yang mereka pakai saat ini dan segera menuju ke belakang.


Satu agen polisi kemudian menepuk bahu Detektif Carl pelan setibanya di sana.


“Kita tak boleh melepaskan bugs kali ini.” lirih Detektif Carl, nyaris tak terdengar tapi dua agen polisi bisa mengerti dengan jelas apa yang diucapkannya.


Mereka bertiga yang berada di lorong menuju ke arah toilet bergerak bersamaan menuju pria tadi menyandera Silver Macedonia.


“Berhenti!”


Pria berbaju orange tadi menoleh ke belakang dan terlihat tiga orang sudah mengepungnya.

__ADS_1


Dua orang membawa senjata dan satu orang datang dengan tangan kosong, maju mendatanginya.


__ADS_2