Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 198 Persiapan Sebelum Berburu


__ADS_3

Alex Zakovic pun setelah menjalankan perintah yang lebih tepatnya ancaman dari Sherif Tasman tadi daripada dia harus kembali berurusan dengan agen polisi.


“Sebenarnya siapa yang akan ditangkap oleh mereka?” Alex nampak mengangkat satu alisnya, berpikir.


Seingatnya 6 teman lainnya yang masuk dalam daftar catatan tadi tidak melakukan kesalahan setelah mereka bebas. Tapi siapa yang tahu?


“Siapa pria sialan tadi sebenarnya? Dia bilang Detektif, tapi aku tak pernah melihatnya di sini. Sialnya dia ikut acara berburu juga besok,” desau Alex.


Dia tampak merinding seketika jika mengingat lagi apa Detektif Carl lakukan padanya tadi, ia takut pria itu akan melakukan sesuatu padanya di acara perburuan besok.


Sebelum berpisah tadi, Detektif Carl berpesan lagi pada Alex agar dia mengajaknya berburu besok dan memperkenalkan dirinya sebagai eks-napi juga, sama seperti statusnya.


“Baiklah, aku akan menghubungi mereka dulu satu persatu.”


Ia lalu menghubungi 6 orang temannya, termasuk Octopus dan memberitahu pada mereka juga besok dia mengadakan acara santai perburuan di hutan.


“Baik, aku terima undanganmu. Jangan sampai kau datang terlambat atau semua aku yang akan memenangkannya,” ujar seseorang di seberang telepon.


“Coba saja kalau kau bisa menandingiku,” balas Alex di telepon.


Ia kemudian mengakhiri panggilan dan duduk kembali di kursi coklat dekat meja tempatnya menaruh telepon.


“Lalu untuk pria yang mengaku sebagai detektif tadi sebaiknya aku perkenalkan dia sebagai apa?” Alex sampai menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. “Apa sebagai algojo saja ya?”

__ADS_1


Alex terkekeh sendiri, membayangkannya saja. Menurutnya pantas peran itu ditujukan pada Detektif Carl yang menurutnya garang, bahkan lebih garang daripada Sherif Tasman.


***


Detektif Carl mempersiapkan peralatan yang akan dipakainya besok untuk berburu. Ia masuk ke toko untuk membeli tali pengikat, perangkap dan keperluan lainnya yang akan dia gunakan untuk berburu besok.


“Sepertinya semua yang ku perlukan sudah cukup.” Detektif Carl melihat tumpukan barang yang dibelinya di mobil merah milik Sherif Tasman.


Dia memeriksanya lagi dengan melihat daftar catatan yang dibuatnya, agar tak ada barang yang terlewat satupun. Karena jika kurang satu saja maka misinya akan gagal sedangkan dalam misi sistem ia tak diperbolehkan gagal.


“Sudah benar dan lengkap, tak ada yang terlewat satupun.”


Detektif Carl lalu masuk ke mobil dan melajukan mobil tersebut menuju ke sebuah hotel. Dia perlu sebuah kamar untuk beristirahat meski hanya semalam saja.


“Tolong satu kamar standard room untuk dua malam.”


“Ini kuncinya, Tuan.” Petugas resepsionis segera memberikan satu kunci pada Detektif Carl.


Setelahnya pria itu segera menuju ke room 214 yang dipesannya. Di sana ia tidak beristirahat dan menikmati kasur empuk tersebut Tapi memasukkan semua barang yang dibelinya tadi ke kamar.


“Hah! Aku harus menatanya dulu sebelum pergi dari sini.”


Karena barangnya banyak dan terkesan memenuhi ruangan jika tidak ditata, yang terlebih penting lagi Detektif Carl tidak suka dan tidak merasa nyaman jika ruangannya berantakan.

__ADS_1


Perlu waktu 30 menit lebih bagi pria itu untuk menyelesaikan menata semua barang yang dibelinya dengan rapi.


“Baiklah, aku kembali sekarang.”


Detektif Carl lalu Kembali menuju ke tempat ia memarkir mobil tadi. Ia akan kembali ke kantor polisi tempat Sherif Tasman dinas untuk mengembalikan mobilnya.


***


“Detektif Carl, kau sudah kembali. Cepat sekali. Apa kau menemui lima orang yang terlampir pada catatan yang ku berikan padamu?” tanya Sherif Tasman, begitu melihat Detektif Carl masuk ke ruangannya.


“Ini, terima kasih.” Detektif Carl lalu menyerahkan kunci mobil pada pemiliknya.


“Tentu saja tidak. jika aku menemui mereka semua sudah pasti mungkin sampai sore baru akan kembali. Kau tahu itu buang-buang waktu saja. Kenapa kau tak langsung beritahu aku harus menghubungi ketuanya saja?” imbuh Detektif Carl.


“Oh, jadi kau tadi langsung ke rumah Alex Zakovic?” Sherif Tasman tersenyum tipis.


“Kau benar-benar mengerjaiku.”


“Ternyata kau masih sama seperti yang dulu saat kita masih pendidikan. Kau tidak sabaran sekali.”


“Sebenarnya maksudku mumpung kau sekalian ada di sini berkelilinglah untuk melihat-lihat. Tapi rupanya kau tidak suka itu. Baiklah, aku tidak akan memaksamu.”


“Bagaimana persiapanmu, Sherif Tasman?” Detektif Carl ingin tahu sejauh apa persiapan rekannya itu.

__ADS_1


“Sesuai dengan yang sudah kita diskusikan sebelumnya, semuanya sudah beres. Kita tinggal beraksi saja besok.”


__ADS_2