Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 217 Menyusul Detektif Carl


__ADS_3

“Kasihan dia,” ujar seorang agen polisi yang melihat dari luar dan mendapati rekannya histeris satelit tayangan berita sampai seperti itu.


Ssts!


“Pelankan suaramu atau kau akan membuatnya marah. Si cuckoo hilang bersama Canary Airlines dan belum ditemukan keberadaannya hingga sekarang. Dua puluh korban meninggal ditemukan di perairan Atlantik. Jadi jangan membuatnya sedih. Dia terpukul sekarang,” bisik agen polisi lain lirih.


“Cuckoo? Maksudmu Detektif Carl hilang dalam pesawat itu dan dipastikan dia meninggal?”


Agen polisi itu dampak terkejut. Sepertinya dia baru mendengar berita itu. Ia benar-benar tak menyangka sama sekali hal itu terjadi pada Detektif Carl. Tapi Siapa yang tahu umur seseorang? Tak ada! Jika mengetahui masa depan tentunya tak akan pernah ada kecelakaan di muka bumi ini.


“Carl! Aku tidak percaya berita bodoh ini. Aku akan pastikan dan mencarinya sendiri baru aku bisa percaya.” Briptu Scarlet menekan tombol off pada remote lalu menaruh remote itu dengan kasar ke meja setelah televisi mati.


Bahkan dua agen polisi tadi yang bicara di depan pintu keluar kantor, sampai minggir saat melihat Briptu Scarlet berjalan ke arah mereka karena merasakan aura panas di sana.


Brak! Terdengar kembali suara pintu yang ditutup dengan keras setelah suara bantingan terdengar.


Tak lama setelahnya terdengar suara deru mobil yang melaju keluar dari kantor polisi.


“Sebaiknya aku cepat ke sana, aku yakin Carl masih hidup. Jika dia mati aku pasti punya feeling sebelumnya, atau mendapatkan suatu pertanda. Tapi Sedikitpun aku tidak mendapatkan itu.”

__ADS_1


Jika sepasang kekasih yang sudah mempunyai hubungan yang mendalam, akan menerima sinyal jika terjadi sesuatu pada pasangannya. Meski Briptu Scarlet terlihat cuek, namun sebenarnya dia perhatian sekali pada Detektif Carl.


Dia biasa merasakan sesuatu jika pria itu akan malam ini hal buruk atau sejenisnya. Termasuk masalah Detektif Darcy dulu. Dia punya feeling pria itu akan melakukan sesuatu dan ternyata benar, Dia membuat masalah dengan mengambil klien lelakinya.


“Aku parkir mobil di sini saja daripada parkir di dalam airport.” Briptu Scarlet menepikan mobilnya di luar airport.


Dia memutuskan untuk pergi ke Perancis saat ini juga dengan naik pesawat karena lebih cepat. Tadi dia kehabisan tiket online, maka terpaksa ke airport langsung untuk membelinya.


Karena memang biasanya jumlah tiket yang dijual secara online dibatasi.


“Tolong satu tiket ke Perancis,” ujar Briptu Scarlet.


Petugas loket menyerahkan tiket pada Briptu Scarlet.


***


“Kenapa pesawat ini belum take off juga?” Briptu Scarlet sudah duduk di pesawat dari satu jam yang lalu.


Ia rasa sudah menunggu lama. Jika saja dia adalah pilotnya maka dia sedangkan menerbangkan pesawat itu sedari tadi. Sungguh, ia sabar ingin segera tiba di lokasi.

__ADS_1


“Penumpang yang terhormat sekalian, dimohon untuk segera menggunakan sabuk pengaman karena pesawat akan mengudara dalam waktu satu menit lagi,” tutur pramugari.


Briptu Scarlet hanya diam saja karena sudah sejak tadi dia sudah memasang seat belt.


Pesawat kemudian mengudara satu menit setelahnya. Nampak Briptu Scarlet tetap terjaga. Sepasang manik matanya tak bisa terpejam sedikit pun. bahkan pikirannya pun terus aktif bergerak memikirkan segala sesuatunya dengan cepat. Apa saja rencananya Setelah tiba di sana dan siapa saja yang akan dia temui saat tiba di sana.


Satu jam 40 menit, pesawat kemudian mendarat di sebuah airport.


“Ternyata aku sudah sampai.” Briptu Scarlet merupakan penumpang pertama yang turun duluan. Karena memang tempat duduknya ada di dekat pintu keluar. Sengaja dia memilih kursi yang berada di dekat pintu keluar agar memudahkannya untuk keluar dengan cepat tanpa perlu berdesakan.


“Aku sudah menunggumu, masuk lah.” Seorang wanita menghentikan mobil tepat di depan Briptu Scarlet.


“Terima kasih, Venus,” kata Briptu Scarlet lalu masuk ke mobil berwarna merah itu.


Venus adalah agen polisi wanita di wilayah Perancis. Dia teman Briptu Scarlet, dan masih ada hubungan saudara juga jika di tarik dari garis ayahnya, meski jauh.


“Kau mau mampir dulu ke kantor atau langsung ke lokasi?” tanya Briptu Venus.


Mereka berdua seumuran dan bahkan pangkat mereka pun sama.

__ADS_1


“Aku akan mampir ke kantormu setelah nanti kembali dari lokasi.”


__ADS_2