Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 189 Detektif Carl Bergerak


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah sakit, Detektif Carl tak langsung kembali ke kantor. Dia mengunjungi rumah Leo. Selain bicara dengan ibunya Leo dia juga mengambil barang Leo yang berhubungan dengan kasus yang ditangani saat ini.


“Pria misterius, brengsek dan sialan! Jika berani kau muncul sendiri di depanku!” Berbagai makian keluar dari bibir Detektif Carl.


Selama mengemudi dalam perjalanan menuju ke kantor, pikiran pria itu nampak tidak tenang seperti biasanya.


Setelah melihat kondisi Leo tadi, Detektif Carl merasa asistennya itu tak akan bangun dari tidurnya lagi. Tapi ia berharap itu tak akan terjadi.


Ding! Di tengah pikirannya yang kalut, tiba-tiba terdengar suara pesan masuk pada ponselnya.


Detektif Carl tidak tahu siapa yang mengiriminya pesan. Ia pun merogoh saku bajunya.


“Pesan dari sistem?”


Ternyata itu pesan masuk, tepatnya notifikasi dari sistem untuk dirinya. Sudah beberapa hari ini Detektif Carl menunggu pesan masuk dari sistem yang tak kunjung masuk.


Karena biasanya misi untuk dirinya bertebaran. Tapi dia merasa beruntung juga, misi tidak hadir saat dia sedang menikmati waktu bersama wanitanya dan baru hadir sekarang.


Misi on. Selesaikan misi ini dan buka misi tersembunyi. Hadiah untuk misi utama 50 000 poin. Hadiah untuk misi tersembunyi 20 000 poin. Tenggat waktu misi utama 4 hari. Tenggat waktu misi tersembunyi 3 hari.


Setelah pemberitahuan dari sistem, semua jam yang ada di sekitarnya langsung berubah menjadi waktu pelaksanaan misi.


“Oh, sial! Misi dadakan lagi. Lalu apa misi tersembunyi yang harus kuselesaikan?” pekik Detektif Carl.

__ADS_1


Ia lalu mempercepat laju mobilnya agar segera tiba di kantor.


“Aku harus bergegas mengusut masalah ini sampai tuntas. Kalau perlu aku akan beri pelajaran dulu setelah aku menemukan pelakunya sebelum menyerahkan pada polisi.”


Tak lama kemudian, Detektif Carl tiba di kantornya.


Pria itu kemudian duduk sembari mengeluarkan alat perekam dan juga catatan milik Leo. untuk mempercepat kinerjanya ia pindah tempat dan masuk ke ruangannya.


Detektif Carl membaca dengan cepat semua catatannya sebarin mendengarkan rekaman dari saksi plus membaca berkas kasusnya.


Satu jam lamanya dia menganalisa sendiri kasus itu dengan cepat. Bahkan mengulang mendengar rekaman saksi sampai tiga kali.


“Jadi gambaran kasusnya seperti ini.” Detektif Carl membuat catatan pada note kecil lalu menuliskan nama-nama tiap korban dan menempelnya pada dinding plus kondisi dan keterangan dari tiap saksi untuk setiap korbannya, untuk mempermudahkannya dalam menganalisis masalah.


“Jadi dugaan pelaku pembunuhnya bernama Octo atau Richard. Nama Mereka pun masih samar, juga belum diketahui apakah mereka dua orang yang berbeda atau satu orang yang sama.”


Ia lalu beralih menatap ke monitor di depannya. Tadi setelah membaca keterangan tentang rokok yang berasal dari negara Perancis dan juga alamat online olshop itu ada di Bordeaux Perancis, Detektif Carl mencari data semua toko olshop di sana.


“Apa hasilnya?” Ia menunggu hasilnya keluar setelah sebelumnya sempat menghubungi agen polisi wilayah Perancis.


Detektif Carl tentu saja mempunyai kenalan agen polisi sampai ke tingkat luar negeri. Jadi dia bisa mendapatkan akses informasi yang tak diketahuinya dengan mudah oleh orang lain termasuk, Leo.


Dari informasi yang masuk di jelaskan jika pemilik olshop La Beauté bernama Richard Vladimir.

__ADS_1


“Lalu siapa Octo, jika begitu?” pekik Detektif Carl, merasa masih ada ketidak jelasan di sana dan menyisakan tanda tanya besar baginya.


Dia duduk kembali ke kursi sembari mengantuk berulang kali pelipisnya, serta mengasah otak kecilnya untuk mencari ide.


“Kalau dugaanku Octo dan Richard ini dua orang yang berbeda. Tinggal Bagaimana dua pria ini bisa terhubung dan terkait satu sama lain?”


Muncul dugaan jika Octo ini merupakan saudara Richard, bisa saudara kandung ataupun saudara jauh yang masih satu family.


“Ini hanya sebuah perumpamaan, jika dua orang itu bersaudara maka berarti setidaknya Octo mempunyai nama Octo Vladimir.”


Saat itu juga, Detektif Carl kemudian menelepon agen polisi wilayah Perancis bagian data untuk menanyakan nama Octo Vladimir.


“Tunggu sebentar Detektif Carl. Aku akan mencarinya nanti aku akan menelpon kembali setelah mendapatkan informasinya,” ujar seorang agen polisi di sambungan telepon.


“Baiklah, terima kasih.” Panggilan setelahnya berakhir.


Tepat di saat Detektif Carl menaruh pantatnya ke kursi, terdengar suara kokokan cuckoo di depan sana.


“Siapa yang datang kali ini?” Ia pun segera bergegas menuju ke ruang depan untuk melihat tamu yang datang.


Ada seorang pria yang menunggu kedatangannya di sana, entah siapa ia tak mengenalnya sama sekali.


Nampak pria asing datang dengan membawa berkas menatap Detektifi Carl intens, karena tak mengenalnya.

__ADS_1


__ADS_2