Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 48 Interogasi Part 2


__ADS_3

Detektif bisa melihat ketakutan tergambar dengan jelas pada Violet.


“Jadi nona Violet apakah pemantik api ini milikmu ?” detektif Carl menyerahkan pemantik api itu pada Violet agar wanita itu memeriksanya.


“Ya, ini memang milikku tuan.” Violet langsung mengenali jika itu miliknya tanpa perlu memeriksanya. “Tapi-tapi sungguh bukan aku yang melakukannya.” jawabnya dengan terbata-bata dan masih berkeringat.


“Jika begitu aku butuh alibi mu pada pukul 20.00 semalam, 5 menit tepat sebelum peristiwa kebakaran terjadi.


“A-aku bersama Deby dan Luna.” jawabnya terlihat panik sekali lalu berani menetap kedua temannya di sisi kanannya. “Ya kan Luna, Deby ? Kita bertiga saat itu sedang merokok bersama di dekat pintu keluar dan tiba-tiba setelahnya ada asap yang mulai mengepul dari arah depan.” meminta kedua temannya itu untuk bersaksi agar dirinya tak disalahkan.


“Ya, itu benar detektif. Kami bertiga bersama jadi tidak mungkin Violet yang melakukannya.” ucap Luna menjelaskan.


Tiba-tiba Nyonya Carmen yang mendengarkan dan masih ada di ruangan itu seketika maju menghampiri detektif Carl.


“Pasti dia pelakunya, detektif.” ucap wanita itu terlihat marah kemudian mengarahkan pandangan pada Violet.


“Ada masalah apa kau denganku, Violet ? Kenapa kau membakar satu-satunya sumber penghasilan ku ? Dasar wanita tak tahu diuntung.” maki wanita itu dengan marah.


“Ny-nyonya Carmen aku benar-benar tidak melakukan pembakaran garment ini.” ucap Violet membela dirinya.


“Nyonya, tenang dulu. Investigasi ini belum selesai tolong anda kembali ke tempat duduk anda.” detektif Carl segera memisahkan mereka sebelum terjadi adu mulut di antara mereka.


Nyonya Carmen pun kembali ke tempat duduknya atas permintaan detektif Carl.

__ADS_1


“Baiklah kita belum bisa menemukan siapa pelaku sebenarnya sebelum aku mengetahui semua alibi setiap pekerja yang ada di sini.”


Detektif Carl meminta tiga benda tadi untuk pindah duduk dulu dan memanggil tiga wanita lainnya.


“Nona Emma, nona Ginger dan nona Rilly tolong kalian kemari.” pria itu memanggil tiga pekerja lainnya.


Langsung saja tiga wanita itu duduk di depan detektif.


“Nona Emma apa yang kau lakukan di rentang pukul 19.30 sampai pukul 20.00 ?” tanya detektif Carl sembari membuka catatannya, sebuah buku kuning dimana ia mencatat aktivitas ke sepuluh orang tadi.


“Detektif pukul 19.30 aku...” nona Emma kemudian menjelaskan jika dirinya sedang menata beberapa kain di etalase yang sedikit berantakan setelah ada beberapa pembeli yang memborong kain sebelumnya.


Detektif mendengarkan kesaksian itu sambil mencocokkannya dengan catatan di buku kuningnya.


“Apakah kau melihat ada orang lain yang mempunyai pemantik api seperti ini selain nona Violet ?” tanya detektif Carl menunjukkan kembali pemantik api tersebut.


Nona Emma menggelengkan kepalanya.


“Apa Menurutmu ada sesuatu yang mencurigakan sebelum peristiwa kebakaran itu terjadi ?”


“Tidak ada detektif, saat itu aku sedang sibuk membereskan semua kain jadi tidak terlalu memperhatikan yang lainnya.”


Detektif Carl kemudian beralih menatap nona Ginger.

__ADS_1


“Nona Ginger apa yang kau lakukan di rentang waktu pukul 19.30 dan 20. 00 ?”


“Aku sedang berada di depan monitor komputer mengerjakan laporan keuangan hari ini sebelum toko tutup.” jawab wanita itu menjelaskan dan kesaksian itu benar dengan apa yang dicatat oleh detektif.


“Apa kau tahu siapa yang berdiri tepat di etalase itu ?” tanya pria itu sembari menunjuk ke arah etalase tempat diamana dia sebelumnya menemukan pemantik api tersebut.


Nona Ginger coba mengingat kembali.


“Aku tidak yakin detektif. Tapi aku melihat Sarah dan Rilly sedang mengobrol di sana.”


Detektif Carl kemudian beralih menatap nona Rilly.


“Apakah itu benar nona ?”


“Ya, aku sedang berdiri di bawah etalase itu bersama Sarah. Dan kami mengobrol ringan sebelum toko tutup, itu saja.” jawab wanita itu memberikan keterangan.


Detektif Carl kemudian beralih menatap Sarah.


“Nona Sarah, apakah kau bisa kemari sebentar ?” panggil Detektif Carl.


“Ya, tentu saja detektif.” jawab wanita itu terlihat gugup dan pucat.


Ia bangkit dari tempat duduknya kemudian bergabung bersama tiga teman lainnya di sana.

__ADS_1


__ADS_2