Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 92 Simbol Baru


__ADS_3

Baik Detektif Carl maupun Briptu Scarlet sama-sama menarik nafas berat dan panjang bersamaan. Gagal mendapatkan petunjuk yang merka cari.


“Kenapa masalah ini terlihat buntu?” keluh Briptu Scarlet, apalagi saat melihat pria berbaju putih tadi beberapa saat setelahnya pergi dari sana menyelip di antara kerumunan orang yang masuk ke minimarket.


Sama sekali tak bisa dilihat wajahnya dengan jelas.


“Biar kulihat rekaman saat di Venera Gym, mungkin saja ada petunjuk. Atau wajah pelaku terekam.” ucap Briptu Scarlet, tak menyerah begitu saja.


Ia pun segera melihat tayangan lainnya yang ada di Venera Gym.


Rekaman CCTV terputar di jam sebelum Sam menghubungi Detektif Carl.


“Coba putar mundur, Scarlet.”


Briptu Scarlet pun langsung memutar mundur rekaman. Tak hanya Detektif Carl saja yang melihat ada seorang pengunjung aneh masuk ke sana.


“Coba perjelas gambar itu.” tunjuk Detektif Carl, pada seorang pria memakai jumper gelap dan topi hijau botol, senada dengan baju yang dikenakannya.


Briptu Scarlet memperbesar gambar tersebut supaya bisa terlihat jelas.


“Sayang sekali, gelapnya penerangan di malam hari membuat wajahnya tidak terlihat jelas di sini.” desaunya, sembari membuang nafas kesal.

__ADS_1


Di saat ada secercah petunjuk hadir ternyata kembali menjadi blur. Menjadi misteri kembali. Tentunya mereka berdua harus berusaha lebih keras lagi untuk menggali informasi.


Terlebih Detektif Carl, dia harus menyelesaikan masalah ini dalam waktu tak lebih dari seminggu. Dan sekarang sudah masuk hari kedua, namun belum mendapatkan petunjuk lainnya lagi.


“Boleh aku lihat sebentar?” tanya Detektif Carl, meminta izin untuk mengambil alih dan melihat sebentar rekaman tersebut.


Briptu Scarlet mengganggu dan memberikan izin pada Detektif Carl.


Pria itu kemudian menyetel berulang kali rekaman CCTV pada bagian pria aneh di Venera Gym. Sudah kelima kalinya Detektif Carl memutarnya ulang.


“Tunggu!” pekik Detektif Carl tiba-tiba.


“Ada apa, Carl?”


Briptu Scarlet pun yang sedang serius dan mengumpulkan data informasi lain sampai beralih menatap monitor saat itu.


“Coba lihat ini. Gelang ini.” Detektif Carl kemudian memperbesar ukuran gambar lagi. “Ini, simbol ini, aku seperti pernah melihatnya. Dimana ya?” gumamnya, melihat ada simbol bom dan seekor ikan di tengah gelang tersebut.


“Itu simbol mafia sejenis residivis dan gerombolannya. Tapi aku juga tidak hafal tepatnya simbol milik siapa. Aku akan mencarinya sekarang.”


Briptu Scarlet kembali membuka datanya. Ia ingat pernah menyimpan data simbol-simbol para residivis, mafia dan sejenisnya.

__ADS_1


Setelah 20 menit berkutat dengan data, ia pun mencetak semua simbol yang ada di databasenya, menyerahkan pada Detektif Carl.


“Simbol itu tak ada disini. Apa mungkin ini sebuah kelompok baru? Atau bisa saja polisi belum mengetahui kehadiran kelompok ini?” ucap Detektif Carl, menyodorkan kembali data tersebut.


Kali ini Briptu Scarlet hanya bungkam, sembari memijat kepalanya yang terasa pening. Kasus ini sungguh menyita waktu dan pikirannya.


Satu jam berlalu, Kali ini Detektif Carl sudah berpindah tempat di luar ruangan Briptu Scarlet. Namun Briptu Scarlet mengikuti pria itu duduk di ruangan sebelumnya.


Detektif Carl nampak serius membaca berkas penyelidikan. Ia membaca berulang kali, dan sesekali mencoret-coret buku kuningnya saat menghubungkan sesuatu hal.


Di saat ia sedang menyimpulkan waktu pembunuhan terjadi dan mencari pola atau ritme pembunuhan. Ia menemukan waktu berulang pembunuhan.


“Dari semua korban yang telah dibunuh, mereka meninggal pada malam hari pada seri pembunuhan pertama dan di pagi buta pada seri pembunuhan kedua, yang berulang dengan pola yang sama pada seri pembunuhan berikutnya.”


“Sepertinya korban selanjutnya akan meninggal di malam hari.” ucap Detektif Carl pada kesimpulannya sendiri, sembari menaruh kembali buku kuningnya di samping kacamata hitamnya.


Di luar sana di jalanan terlihat ada arak-arakan pria bermotor sport kuno sedang melintasi kota. Mereka cukup menyita perhatian publik.


Selain membuat jalanan menjadi macet, penampilan mereka pun cukup menarik perhatian. Mereka semua mengenakan kaos hitam pekat dengan tato ular memenuhi tangan kanan mereka. Sementara di pergelangan tangan kiri mereka, terlihat gelang metalik dengan simbol sebuah bom yang berada dalam mulut ikan.


“Siapa sebenarnya mereka?” gumam salah satu pengendara di jalanan yang saat itu macet.

__ADS_1


__ADS_2