Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 114 Ke Rumah Tuan Adolf


__ADS_3

Untuk memastikannya apakah itu darah atau bukan, Detektif Carl memastikanya lebih dulu.


“Tak salah lagi, ini memang darah. Tali ini memang tidak terlihat, jadi polisi mungkin tidak mengetahuinya dan membiarkan bukti tertinggal di sini,” gumamnya setelah memastikan dan itu memang benar darah.


Ia tak habis pikir, kenapa pelaku harus menyamarkan pembunuhan ini sebagai bunuh diri. Selain itu ada total empat korban meninggal bersama Sarah Michelin?


Detektif Carl kembali meneruskan langkahnya untuk mencari petunjuk lainnya yang mungkin saja masih tertinggal di sana dan tidak terdeteksi oleh agen polisi.


Hingga ke bagian ujung danau, ia tidak menemukan petunjuk tambahan. Dan ia pun kembali memutar jalan menuju ke mobilnya terparkir.


Srak! Suara berisik di sebuah semak.


“Siapa itu?” teriak Detektif Carl, kemudian berhenti dan berbalik. Menatap ke arah semak.


Tak ada balasan.


Karena penasaran maka ia pun memeriksanya sendiri untuk memastikannya, apakah itu seseorang atau binatang liar, seperti tikus dan sejenisnya.


Srak! Detektif Carl, lalu menyibak semak tersebut. Ia bahkan sampai melihatnya sendiri dan rela masuk ke semak.


“Tak ada apapun di sini. Mungkin tadi hanyalah tikus yang lewat,” gumamnya dengan mendengus nafas.


Karena tak ada apapun di sana maka pria itu segera keluar kembali dari semak dan menuju ke mobilnya terparkir di depan sana.

__ADS_1


Broom! Detektif Carl langsung menginjak gas dan mampir berjalan setelahnya keluar dari danau.


Ia kembali ke kantor untuk menunggu informasi lengkap dari Leo.


Dua menit setelah kepergian Detektif Carl, dari semak tadi keluar seorang pria misterius dari balik pohon. Rupanya dia bersembunyi di sana.


“Hampir saja tadi aku ketahuan. untungnya dengan cepat aku langsung bersembunyi. Tapi siapa pria tadi? Kenapa dia kemari?” lirihnya, lalu melangkah keluar dari setelah memastikan keadaan sekitar benar-benar aman dan hanya ada dirinya seorang.


“Sudahlah, itu tak penting.”


Pria yang memakai topi rajut berbulu abu-abu dan memakai pakaian gelap itu berjalan dengan cepat menyisir danau.


Ia lalu berhenti tepat di bagian tali tambang tadi berada.


“Aku harus mengambil tali ini, sebelum ada yang menemukannya dan mencurigainya.” gumamnya lirih. Ia lalu menarik tali tambang tersebut.


“Aku harus segera pergi dari sini.”


Pria itu tersenyum miring, lalu keluar dari area danau lewat pintu belakang, di mana mobilnya terparkir di sana.


Sore hari.


Detektif Carl tampak keluar dari kantor dan menutup kantornya tersebut setelah Leo pulang lebih dulu.

__ADS_1


Sebelumya ia mencoba menghubungi nomor telepon Tuan Adolf, namun teleponnya tidak tersambung. Nada sibuk terus.


“Apa sebaiknya aku ke sana saja untuk memberitahunya,” cicitnya sambil memegang ujung dagunya yang terbelah di bagian tengah.


Detektif Carl sudah memastikan jika kasus itu memang pembunuhan, maka dari itu ia ingin memberitahukan pada Tuan Adolf.


“Sebaiknya aku bergegas sebelum hari mulai gelap, dan tiba di rumah sebelum malam.”


Detektif Carl melompat memasuki mobilnya dan beberapa saat setelahnya mobil meluncur.


“Ternyata di sini masih ramai. Apakah acara berkabungnya belum selesai?” lirihnya, berjalan menuju ke sebuah rumah. Dimana banyak orang mengenakan baju setelan putih juga tampak sedih.


Karangan bunga terpanjang di setiap jalanan menuju ke pintu masuk rumah yang merupakan kiriman dari para kolega Tuan Adolf.


Detektif Carl berhenti di tengah jalan dan orang untuk memberitahunya. Ia berbalik dan memutuskan untuk pulang saja daripada mengganggu acara duka Tuan Adolf.


“Detektif Carl, tunggu!” teriak Tuan Adolf. Ia melihat sekelebat bayangan Detektif Carl yang ia hafal, dan langsung berlari ke depan setelahnya.


Detektif Carl pun berhenti dan berbalik saat namanya disebut.


“Ada apa kemari?” Bukan Detektif Carl yang bertanya tetapi Tuan Adolf.


Detektif Carl lalu menghampiri Tuan Adolf.

__ADS_1


“Aku kesulitan menghubungi nomormu dan akhirnya kembali untuk menyampaikan saja jika kasus putrimu memang merupakan kasus pembunuhan,” bisiknya lirih. Karena di sana banyak orang jadi tak berani bicara keras, atau yang lain akan mengetahuinya.


Tuan Adolf mengangguk. meskipun sebelumnya ia sudah menduga bahwa kasus itu merupakan kasus pembunuhan. Tapi mendengarnya secara langsung dari bibir seorang detektif, membuat wajahnya nampak terpukul.


__ADS_2