Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 166 Detektif Carl Cuti


__ADS_3

“Oh, apa yang harus kulakukan dengan poinku sebanyak ini?” Detektif Carl melihat poin yang diperolehnya setelah berhasil menyelesaikan misi.


Poin didapatkannya dari misi terakhir sebesar 100 000 poin. Jika di total dengan poin yang dia kumpulkan sebelumnya ada 200 000 poin, setidaknya itu yang tersisa sekarang setelah ia gunakan untuk membeli berbagai macam. Villa baru, investasi dan lain sebagainya.


“Apa sebaiknya aku ajak Scarlet sekarang hari ini.” Ia segera meraih ponsel yang ada di meja.


Dengan secepat kilat, Detektif Carl menghubungi nomor wanitanya itu.


“Halo, Scarlet apa kau repot hari ini?” ucapnya langsung setelah telepon tersambung.


“Carl? Kau sudah kembali dari liburan?” jawab suara di ujung sambungan.


“Kemarin aku kembali. Sekarang ini aku ingin kau meluangkan waktu denganku.”


Tak ada jawaban di sana. Hening.


Terlihat Briptu Scarlet berdiri di sudut ruangannya dengan menatap sebuah kalender yang tergantung di dinding.


Cutiku masih utuh belum ku ambil satu pun. Apa sebaiknya aku ambil cuti saja? Daripada cutiku hangus, batin Briptu Scarlet berpikir.


Detektif Carl masih menunggu jawaban.


Mungkin dia sibuk, dan tak ada waktu, batin Detektif Carl.


“Scarlet, baiklah jika kau tak bisa tak masalah mungkin lain waktu saja,” ujarnya dengan suara bergetar karena kecewa.


Tepat di saat pria itu akan memutuskan panggilan, tiba-tiba Briptu Scarlet bersuara kembali setelah lima menit berlalu.

__ADS_1


“Carl, aku akan ambil cuti tiga hari. Kita nikmati waktu mulai hari ini sampai tiga hari ke depan.”


Ia tak mengambil semua cutinya. Separuh cutinya lagi akan dia pakai untuk acara mendadak atau untuk kegiatan akhir tahun.


Detektif Carl sampai terlonjak kaget. “Scarlet, apa yang kau ucapkan itu benar?”


“Aku tak akan mengulangi perkataanku untuk yang kedua kalinya. Jemput aku dua jam dari sekarang.” Setelahnya panggilan berakhir.


Detektif Carl masih terpaku menata benda pipih di tangannya. Ia masih tak percaya dan tak menyangka saja kekasihnya itu mau menghabiskan waktu bersamanya terlebih mengambil cuti panjang untuk dirinya.


“Aku harus bersiap sekarang.” Ia segera bergegas untuk mempersiapkan segalanya kemudian menjemput Briptu Scarlet.


“Detektif Carl, pagi ini Anda terlihat bersemangat sekali. Apakah ada berita bagus?” tanya Leo saat berpapasan dengan atasannya itu.


“Aku titip kantor ini padamu tiga hari. Aku mau cuti dan menghabiskan waktuku bersama Briptu Scarlet.” Ia menghentikan langkahnya lalu menepuk-nepuk bahu asistennya itu.


***


Terdengar suara klakson mobil Roll Royce putih di depan rumah Briptu Scarlet.


“Tunggu sebentar. Aku akan keluar dua menit lagi. Tunggu!” teriak Briptu Scarlet, lantang dari dalam rumah.


“Apa lagi yang dia bawa padahal aku sudah telat lima menit, tapi rupanya sat sampai sini dia juga masih belum siap,” decak Detektif Carl.


Ia kemudian hanya menyandarkan kepalanya ke kursi mobil yang empuk.


“Maaf, aku masih mengeringkan rambutku. Kau tahu itu aku tidak suka rambut basah.” Briptu Scarlet keluar dari rumah lima menit kemudian.

__ADS_1


“Cepat masuk dan duduklah.”


Briptu Scarlet segera duduk setelahnya dan mobil meluncur, membelah padatnya jalan di pagi hari.


“Carl, kau mau mengajakku liburan ke mana?”


“Kemana saja kau minta aku akan mengajakmu ke sana. Kau suka kemana? Maldives? Hawaii? Paris?”


Briptu Scarlet tampak diam berpikir. Selama bekerja dia menjalani rutinitas yang sangat padat sekali dan membuatnya cukup penat. Ingin bersantai, tapi hari libur pun dia masuk. Saat libur, bahkan dia harus piket.


“Aku benar-benar ingin bersantai dan menghabiskan liburan penuh meskipun hanya tiga hari. Bagaimana kalau kita ke Hawaii saja?” ujar Briptu Scarlet setelah berpikir panjang.


“Ya, kita ke airport dan pesan tiket ke sana sekarang.” Detektif Carl langsung setuju saja tak membantah sedikitpun.


Karena momen ini memang langka sekali. Bisa mengajak wanitanya keluar dan menghabiskan waktu.


***


Swiss, di suatu tempat yang jauh dari kantor biro Detektif Carl


Akh! Tiba-tiba seorang wanita menjadi histeris saat keluar dari rumah dan melihat putrinya gantung diri di sebuah pohon.


Gadis rambut panjang dan memakai baju putih itu lehernya terjerat tali dan sudah dalam keadaan pucat.


“Amy... tidak. Katakan ini tidak benar.” Wanita itu dengan gemetaran dan juga bola mata yang berair segera menghampiri putrinya kemudian menurunkan dari pohon.


Dengan lutut yang terkulai lemas yang terasa tidak berotot, wanita itu pun memeluk putrinya dengan teriakan histeris.

__ADS_1


__ADS_2