Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 45 Kesimpulan Akhir


__ADS_3

Detektif Carl mengambil pemantik api silver dengan motif bunga mawar merah kecil di tengahnya yang menandakan teman tapi itu milik dari seorang wanita.


“Nyonya Carmen apa ada pekerjamu di sini yang merokok ?” tanya detektif Carl menunjukkan pemantik api tersebut yang kemudian yang simpan untuk barang bukti.


“Jadi garment ku memang dibakar oleh seseorang ? Dan pelakunya adalah pekerja ku sendiri ?” pekik Nyonya Carmen yang tak terkejut karena sesuai dengan perkiraannya.


Wanita itu kemudian mengingat kembali jika beberapa karyawannya memang terlihat sering merokok.


“Ada tiga pekerjaku yang merokok di sini. Tapi aku tidak tahu itu pemantik api siapa.” ujar nyonya Carmen memberikan keterangan.


Detektif Carl memastikan kembali sebelum pergi dari sana.


“Aku harus memeriksanya sekali lagi baru aku bisa menyimpulkan apakah ini memang benar ada seseorang yang membakarnya atau murni kecelakaan.” ucap detektif Carl.


Pria itu kembali memeriksa sumber api berasal. Ia melihat sisi lain di bagian dinding sebelah barat yang juga terbakar hebat.


“Tapi tapi di sini juga berasal dari kobaran api dari bagian tempat ia menemukan pemantik api tadi.” gumamnya setelah memeriksa dengan seksama.


“Nyonya Carmen aku turut bersedih atas kejadian ini terlebih lagi memang ada seseorang yang membakarnya.” pria itu memberikan kesimpulan akhirnya yang membuat pemilik garmen itu terlihat kesal.


“Detektif bisakah kau menemukan pelakunya sekarang juga ?” desaknya tak sabar ingin mengetahui siapa pelakunya dan akan memberinya pelajaran.


“Besok aku akan kemari dan aku akan meminta keterangan lagi pada para pekerja mu untuk mencari pelakunya.”


“Ya, detektif aku akan memanggil mereka semua kemari besok.”

__ADS_1


Detektif Carl kemudian berpamitan setelah ia mengambil foto-foto di setiap sudut tempat yang kebakaran tanpa terkecuali, karena sekarang sudah pukul 00.00.


Pria itu kemudian segera masuk ke mobil biru bututnya dan meluncur menuju ke rumah.


“Ngantuk sekali rasanya. Besok pagi saja aku cek rekaman CCTV tadi.” gumamnya ketika sampai di rumah dan masuk ke kamar.


Pria itu pun langsung berbaring di tempat tidur tanpa melepas sepatu ataupun setelan tuksedonya.


Zzzz


Baru satu menit berbaring pria itu sudah tertidur lelap.


Keesokan paginya detektif Carl bangun kesiangan.


Cuckoo...


“Astaga, aku kesiangan.” pria itu pun membuka mata pada dentangan ke tujuh.


Ia turun dari tempat tidur Kemudian bersiap untuk berangkat ke kantor.


broom


Detektif Carl cepat masuk ke mobil biru bututnya. Bahkan ia pun makan sandwich di mobil agar tidak membuang waktu lebih lama lagi.


“Leo sudah datang rupanya.” gumam pria itu Setelah tiba di depan kantornya dan melihat mobil Leo yang sudah terparkir.

__ADS_1


“Detektif, apa anda baik-baik saja ?” Leo segera menghampiri pria itu.


“Aku sedikit mengantuk.” balasnya sembari berjalan dan membuka kantornya setelah sempat melihat sebentar jika bangunannya yang sekarang sudah lebih bagus daripada sebelumnya setelah renovasi kemarin.


“Kantor ini kembali seperti dulu, detektif.” ujar Leo saat melihat perabotan kembali penuh di kantor itu sembari tersenyum kecil.


Detektif Carl hanya mengangguk saja meresponnya. Ia kemudian mengajak asistennya itu untuk duduk sebentar di sofa.


“Leo sebenarnya ada satu klien semalam, nyonya Carmen pemilik Garment Ferotech melimpahkan kasusnya pada ku. Dan aku butuh bantuanmu untuk mencari data identitas dari 10 pekerja di garmen tersebut.” detektif Carl menyerahkan rekaman dari kesaksian para pekerja semalam pada Leo juga foto-foto dokumentasinya diambil.


“Ferotech ?! Bukankah dalam berita yang ditayangkan tadi pagi disebutkan jika garmen itu kebakaran ?” jawab Leo ketika teringat pada tayangan berita pagi tadi yang dia lihat.


“Awalnya aku juga mengira begitu tapi setelah aku selidiki ternyata memang ada unsur kesengajaan membakar tempat itu namun di buat terlihat seperti sebuah kecelakaan.”


Leo tentu saja lebih mempercayai ucapan dari detektif Carl daripada berita yang dilihatnya tadi pagi.


“Baik, detektif.” Leo menerima semua data tadi, berjalan menuju ke ruangannya dan akan segera memprosesnya.


“Leo satu lagi. Bawa ponsel ku.” pria itu menyerahkan ponselnya pada asistennya. “Jika ada seseorang yang menelepon bilang saja aku masih sibuk. Kau tahu mata ku rasanya masih berat setelah merenovasi kantor ini kemarin.”


Leo berhenti dan membawa ponsel tersebut lalu kembali berjalan masuk ke ruangannya.


Sedangkan detektif Carl, ia juga masuk ke ruangannya. Namun ia terbaring di sofa panjangnya aja di dinding Sisi timur ruangannya, memejamkan mata.


kring

__ADS_1


Suara ponsel detektif di meja Leo yang berdering.


“Bagaimana aku harus menjawabnya ?” gumam pria itu saat mengambil ponsel detektif dan enggan untuk menjawabnya.


__ADS_2