Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 97 Terdesak


__ADS_3

Pria yang diduga kuat adalah pelaku pembunuhan berantai, berlari dengan cepat keluar dari gym, lewat jendela yang tadi dipecahkannya.


“Kejar dia jangan sampai lepas!” ucap seorang agen polisi pada dua rekannya, setelah berhasil menyusul ke luar gym.


Dua agen polisi lainnya mengangguk. Demi apapun mereka tak akan melepaskan buruan mereka yang ada di depan mata.


“Sebaiknya menyebar saja, agar mudah melakukan penangkapan.” usul Briptu Scarlet.


“Ya.”


Tanpa berdiskusi lagi tiga orang agen polisi tersebut langsung bergerak menyebar dan terpisah.


Pria bermata sipit tadi kemudian menoleh ke belakang. Ia mengira dirinya selamat dan tak ada yang mengejarnya.


“Sial! Ada agen polisi yang mengejarku!” umpatnya, kesal.


Ia benar-benar tidak memperhitungkan kedatangan agen polisi tersebut kali ini. Karena pada aksi sebelumnya tak ada yang berhasil mengendus pergerakannya.


Dua agen polisi lain menyusun lokasi namun tak menemukan pria yang kabur tadi.


Malahan Briptu Scarlet yang kini melihat sosok pria tadi berlari 10 meter di depannya.


“Tunggu! Berhenti!” teriak Briptu Scarlet.


Tanpa menoleh ke belakang ternyata pria tadi mempercepat langkah kakinya.


“Sial! Kenapa mereka masih saja mengejarku?” gerutu pria tadi.

__ADS_1


Dengan cepat biji matanya bergerak liar menyapu ke sekitar, mencari tempat untuk bersembunyi.


Pria itu berlari melewati jalanan kosong di belakang gudang tak terpakai. Ia pun kemudian bersembunyi di sekitar gudang. Banyak tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian di sana.


“Dimana dia? Jalan ini buntu dan hanya ada gudang ini saja.” gumam Briptu Scarlet berhenti di depan sebuah gudang tua.


Ia bergerak pelan karena yakin pria tadi ada di sana. Dan dia hanya tinggal mencarinya saja.


Dang! Briptu Scarlet melewati sebuah drum besar dan menendangnya hingga jatuh ke lantai.


Dengan sigap ia pun langsung menodongkan pistol drum tersebut.


Ternyata kosong! batinnya, melihat hanya udara yang memenuhi drum tersebut.


Ia pun melanjutkan pencariannya. Karena banyaknya drum yang ada di sana, maka untuk mempercepat pencariannya maka ia pun melepaskan tembakan kembali pada setiap drum yang ada di sana.


Dengan cepat peluru yang dilepaskan oleh Briptu Scarlet menembus semua drum yang ada di sana.


Dan saat pada tembakan pada drum yang terletak di sudut, tiba-tiba saja ada seseorang yang melompat keluar sebelum peluru itu menembus drum tersebut.


Pria tadi keluar dari balik drum.


Sontak saja Briptu Scarlet kembali mengejar pria tersebut dan memberondongnya dengan tembakan, yang mudah dipatahkan begitu mudah oleh pria tadi.


Bukan pelaku pembunuhan berantai jika dengan mudahnya tertangkap oleh agen polisi.


Dengan cepat pria tadi menyepak pistol Briptu Scarlet, saat wanita itu sudah beranda dekat sekali dengan dirinya.

__ADS_1


Pistol terlempar jauh sekali dari sisi Briptu Scarlet.


Ini kesempatan yang bagus untukku. Aku akan mengakhirinya sekarang. batinnya memanfaatkan celah yang ada.


Pria itu pun mencoba menghadapi Briptu Scarlet yang saat ini bertangan kosong tanpa memegang senjata apapun.


Bak!


Bugh !


Bak!


Terjadi adu pukul seketika itu juga. Di awal Briptu Scarlet tampak mendominasi, namun di tengah pertarungan mereka pria tadi balik mendominasi.


Bahkan nyawa Briptu Scarlet terancam sekarang. Setelah terkena beberapa kali pukulan, wanita itu terlihat babak belur dan kini pria tadi akan menghujamkan kembali pisau lipat yang di bawanya.


“Kemana dua agen polisi lainnya? Jika saja pistol itu masih bersamaku, mungkin saja aku bisa mengirim kode kepada mereka untuk minta bantuan.” gumam Briptu Scarlet, yang saat ini tergeletak di lantai, lemas dengan darah yang merembes dari lengannya.


“Rasakan ini!” pria tadi pun tak membuang kesempatan yang ada. Ia pun langsung menikamkan pisau berulang kali ke bagian jantung Briptu Scarlet.


Namun dengan mengerahkan semua tenaganya, wanita itu berguling untuk menghindari tikaman tersebut.


“Polisi lemah! Sampai kapan kau akan terus menghindar? Sebentar lagi kau akan tersenyum di neraka sana.”


Briptu Scarlet sendiri dengan berguling membuat luka di lengannya semakin lebar dan terus mengeluarkan darah. Hingga akhirnya dia pun hanya bisa pasrah sembari menahan rasa sakitnya.


“Rasakan ini!”

__ADS_1


Briptu Scarlet hanya memejamkan mata saat pria itu mulai menikamkan pisau ke tubuhnya. Dia sudah tak punya tenaga untuk bergerak.


__ADS_2