Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 147 Insiden Penyerangan


__ADS_3

Detektif Carl merasa ada yang aneh saja dengan pria tadi. Ia ingin mengajaknya bicara sebentar. Namun setelah dipanggil bukannya pria itu mendekat tapi malah seperti menghindar dan menghilang.


Celaka, kenapa aku harus bertemu dengannya? batin pria tadi terus berjalan cepat dengan menundukkan topi yang dikenakannya untuk menutupi wajahnya.


Dia pun menyisip dengan cepat dan membaur di tengah para tamu undangan.


“Tuan, tunggu sebentar,” ucap Detektif Carl sampai menarik tangan pria bertopi hitam itu.


“Oh, ada apa Detektif Carl?” ucap pria itu, berbalik. Kaget saja tiba-tiba detektif menarik tangannya.


Detektif Carl lebih fokus pada jari tangan kiri Tuan Maximus. Dan ternyata lima jari pria itu tak mengenakan plester seperti sebelumnya. Bahkan ia sampai menyentuhnya langsung salah satu ujung jari tersebut.


Ujung jari Tuan Maximus bersih, tak ada rasa lengket ataupun bekas selotip plester di sana yang menandakan memang bukan pria itu yang memakai plester tadi.


“Maaf, Tuan Maximus, aku salah orang,” ucap Detektif Carl. Ia segera berlalu setelahnya, yang membuat Tuan Maximus nampak bingung.


“Apa yang dipikirkan Detektif Carl?” Tuan Maximus sampai geleng-geleng kepala sendiri.


Pernah dulu Detektif Carl juga bersikap misterius saat berkumpul dengan banyak orang. Ternyata saat itu pria itu sedang menyelidiki sebuah kasus. Jadi tak heran saja jika Detektif Carl selalu terburu-buru begitu.


“Di mana pria tadi?” Detektif Carl sampai mencari pria yang tadi dilihat itu keluar dari kantor pemasaran wine. Namun jejaknya hilang. Ia tak menemukan pria itu lagi.


“Sial sekali! Aku kehilangan jejaknya!” gerutunya kesal. Namun ia tetap melakukan penyisiran di tempat itu, bahkan tong sampah yang ada di sana pun tak luput darinya.


***

__ADS_1


Di dalam kantor pemasaran wine, para tamu undangan masih nampak menikmati waktu yang ada selama di sana. Beberapa dari mereka masih mengobrol dan menikmati waktu di sana dengan gelas wine di tangan mereka.


“Aku masih terpikirkan pada kondisi Tuan Noel, apakah dia baik-baik saja?” gumam Tuan Luck, terlihat tidak tenang.


Tuan Luck dan Tuan Noel merupakan saudara jauh dari garis ayahnya Tuan Noel. Ayahh Tuan Luck adalah paman dari ayahnya Tuan Noel, maka wajar saja jika ia merasa khawatir padanya.


“Sedari tadi dia belum kembali apakah dia baik-baik saja?” gumamnya, cemas. Pria lama Jangkung itu kemudian menaruh kembali gelas wine yang dipegangnya lalu bergegas keluar dari kantor pemasaran.


Pria itu berjalan dengan buru-buru menuju ke villa.


“Aku mempunyai sedikit petunjuk mengenai pembunuhan Tuan Curtis. Tapi aku tidak yakin itu. Sebaiknya aku beritahukan hal itu juga pada Tuan Noel,” gumamnya di tengah jalan.


“Tuan, tunggu!” panggil. seseorang yang mengikutinya tanpa sepengetahuan, di tengah jalan.


“Tuan Luck, tunggu!” Pria itu kembali memanggilnya.


Ia pun tampak gusar karena dua kali memanggilnya dan tak ada respon. “Maka jangan salah aku.”


Pria itu mengambil langkah cepat untuk mengejar Tuan Luck. Hingga kini dia berada tepat di belakang pria itu.


“Tuan Luck!” panggilnya lagi, kali ini dia mengulas seringai tipis. Bahkan ia menarik bahu Tuan Luck, memaksanya berhenti.


“Hey, aku sedang berburu maaf tak bisa meladenimu,” kilah Tuan Luck, menarik tahunya dari pria tadi.


Pria tadi tak merespon jawaban Tuan Luck, ia malah mengeluarkan jarum suntik dari saku bajunya. Dan dengan cepat ia menyuntikkan jarum suntik itu ke bagian leher.

__ADS_1


Akh!


Bugh!


Langsung saja Tuan Luck ambruk di tempat setelah menerima suntikan misterius dari pria misterius tadi.


“Aku tak akan melepaskan siapa saja yang mengetahui urusanku,” ucapnya dengan mata berkilat-kilat.


Tak lama setelahnya pria misterius itu segera menghilang dari sana, meninggalkan sendiri Tuan Luck yang tergeletak di lantai.


“Tolong! Ada seseorang pingsan di sini!” teriak nyaring seseorang.


Sontak saja, beberapa orang yang kebetulan lewat segera menuju ke lokasi sumber suara tadi berteriak.


“Astaga, Tuan Luck. Ada apa denganmu?” seorang tamu undangan segera memeriksa kondisinya.


“Dia pingsan. Wajahnya juga pucat, mungkin saja terkena heat stroke di sini,” paparnya. Karena di luar saat ini cuaca sedang panas.


“Tunggu sebentar!” Detektif Carl, yang juga ada di sana menahannya sebentar sebelum pria itu diangkat.


Ia memeriksanya dengan cepat dan meneliti setiap inci bagian tubuh Tuan Luck, lalu menemukan tusukan kecil di bagian leher.


“Tuan Luck terkena suntikan pelumpuh yang membuat pembuluh darah tersumbat selama beberapa menit. Mungkin ini adalah ulah dari pembunuh itu. Lebih baik panggil ambulans saja, sebelum terlambat,” tutur Detektif Carl.


Membuat semua orang yang ada di sana seketika gemetar.

__ADS_1


__ADS_2