Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 79 Hasil Otopsi


__ADS_3

Sherif Sherma tampak berang atas kinerja bawahannya yang kurang teliti. Dia hanya bisa menarik nafas panjang dan kasar sembari membanting catatan tadi ke meja.


“Baiklah, sebagai hukumannya kalian berlima sekarang juga pergi. Periksa kembali tubuh para korban. Lalu cek apakah organ hati mereka masih ada di tempatnya atau tidak!” titah Sherif Sherma dengan nada tinggi dan mata membuat lebar hampir copot menetap 5 agen polisi tadi.


Sherif Sherma sendiri orangnya sangat tegas, apalagi sebagai ketua tim. Jika ada salahnya dia juga yang akan mempertanggungjawabkannya meskipun itu pekerjaan bawahannya. Maka dari itu dia disiplin dan tegas sekali.


“Siap, Sherif Sherma!” ucap mereka berlima serempak.


Lima agen polisi tadi segera berdiri dari tempat duduknya. Dengan sikap sempurna. Mereka memberi hormat pada atasannya kemudian segera bubar mengerjakan tugas barusan. Meski artinya mereka harus mendatangi makam para korban, dan mungkin saja akan menggalinya kembali.


Detektif Carl his dari tadi diam dan menyadarkan punggungnya ke kursi kini berdiri.


“Detektif, kau mau kemana?” tanya Sherif Sherma dengan tatapan kilatnya.


“Aku mau kembali ke biro ku.”


Detektif Carl mengambil kacamata hitam yang tadi dilepasnya dan ditaruhnya di meja, lalu segera memakainya kembali.


Setelah sebelumnya menyelesaikan kasus Tuan Marcel, dia ingin istirahat di kantornya dulu sekaligus mengecek barangkali saja ada klien baru di kantornya. Karena beberapa hari ini klien mulai berdatangan dan Leo yang menanganinya.


“Tunggu, apakah kau tidak akan bergabung dengan kami mencari pelaku pembunuhan berantai ini?!” pangil Sherif Sherma, menghentikan langkah pria itu.


Detektif Carl berhenti sembari memasukan kedatangannya pada kedua saku di celana, menatap Sherif Sherma.


“Aku mau menaruh tas ku dulu,” alasannya, lalu terbalik lagi dan melanjutkan langkahnya.


Sherif Sherma lalu beralih menatap Briptu Scarlet, sembari memberikan kode mata. Pria itu berpikir Detektif Carl pasti menolak tawarannya. Dan hanya wanita itu yang bisa membawa detektif kembali.

__ADS_1


“Carl, tunggu!” Briptu Scarlet sampai berlari dan menarik lengan pria itu sebelum mencapai pintu keluar.


“Kau bergabunglah dengan kami.”


Detektif Carl terlihat terdiam lebih dari 2 menit, hingga Briptu Scarlet sampai merangkul lengannya.


“Tentu saja Scarlet, aku akan bergabung,” balasnya, lalu menarik tangannya seraya berbisik, “Aku akan tidur dulu.”


“Dasar kau, pemalas.” tentu saja itu ya ucapkan dengan berbisik juga.


Detektif Carl lalu segera masuk ke mobil baru putihnya dan meluncur ke jalanan menuju ke kantornya. Sungguh ia merasa lelah setelah menjalani beberapa kejadian.


Brak! Detektif Carl menutup kembali pintu mobil Setelah turun dan memarkirnya di depan kantor miliknya.


Leo yang mendengar suara mobil berhenti, dan bukan suara dari mobil yang biasa dipakai oleh Detektif Carl segera keluar.


Namun ia terkejut sekali saat melihat sebuah mobil putih mewah terparkir di depan kantor, terlebih lagi Detektif Carl yang membawa mobil itu.


“Detektif, mana si biru?”


Itu sebutan Leo untuk memanggil mobil biru butut milik detektif agar terdengar manis.


“Dia sudah aku lempar dan ku ganti dengan ini.”


Bahkan Leo pun sampai membuka mulut lebar melihat mobil baru tersebut yang harganya ratusan kali lipat dari harga si biru.


“Aku lelah dan akan istirahat dulu.” ucap Detektif Carl, berjalan melewati Leo sambil menepuk bahu pria itu dan menutup bibirnya sendiri setelah menguap.

__ADS_1


Leo malah turun dan menyentuh mobil mewah itu sendiri secara langsung.


“Benar-benar, Detektif Carl,” decaknya kagum masih menatap mobil Roll Royce tersebut.


Siang bergulir


Kantor detektif kedatangan seorang klien.


“Ya, tuan ada yang bisa ku bantu?” tanya Leo pada pria yang barusan duduk di depannya.


Kali ini Leo yang duduk menunggu, karena Detektif Carl masih tidur di ruangannya. Dan ia ditugaskan untuk berjaga.


“Aku ingin memasukkan kasusku ke sini.” Pria itu lalu menyerahkan berkas yang dibawanya pada Leo.


Leo menerima berkas tersebut dan mempelajarinya.


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di kantor Kepolisian Sektor A.


Lima orang agen polisi yang tadi dikirim oleh Sherif Sherma, kembali.


Mereka melaporkan bahwa semua mayat korban kehilangan organ hati mereka setelah dilakukan otopsi.


***


Terimakasih utk kka yang sudah berikan tips iklan ya kak.


Pembaca yang lainnya klik juga tombol tonton iklan di sudut kanan bawah ya, untuk mendukung penulis.

__ADS_1



__ADS_2