
Tuan Marcel mengetahui sosok pria yang datang bersama putriya itu, bahkan mengenalnya.
“Dia Dean Barco, putra dari Alex Barco.”
Alex Barco sendiri merupakan salah satu customer tetapnya. Pria itu sering membeli mobil di tempatnya bukan untuk dipakai sendiri, tapi untuk hadiah dan lainnya.
“Tapi kenapa dia keluar bersama putriku? Apa dia kekasihnya Amy?” celetuk Tuan Marcel.
Melihat dari gerak-gerik dua insan itu sepertinya mereka sepasang kekasih. Namun ia tak yakin pada hubungan itu. Karena selama ini Amy sudah punya kekasih.
Detektif Carl tak merespon itu dan terus mengamati rekaman CCTV.
“Sayang sekali pada rekaman CCTV tak menyayangkan saat Alex Barco berada di meja bartender. Apa saja yang dilakukan pria itu selama 10 menit di sana.” gumam detektif Carl.
“Tuan Lucas, saat itu kau yang bertugas. Apa kau ingat apa yang dilakukan oleh pria itu saat berada di meja mu?” Detektif Carl beralih menatap bartender.
Lucas yang berdiri di samping security mencoba mengingat kembali kejadian saat itu.
“Tuan Dean Barco minum satu sloki setelah memesan satu botol wine. Ia mencampurkan sesuatu ke minumannya sendiri dan meminumnya sampai habis. Tapi aku tidak tahu apa yang dia campurkan.”
“Apa dia juga mencampurkan itu pada minuman Amy?” tanya Detektif Carl dengan penuh selidik.
__ADS_1
“Aku tidak tahu. Botolnya masih tersegel dan belum dibuka.”
“Apa dia langsung kembali ke meja Amy?” tanya Detektif Carl lagi.
“Maaf, aku tidak tahu. beberapa saat kemudian pria itu pergi karena ada pengunjung lain yang memasak dan saat itu kebetulan ramai jadi aku kurang begitu perhatian.” tutur Lucas.
Detektif Carl melepas kacamata hitamnya dan terlihat kedua alisnya terangkat ke atas.
“Tolong putar lagi rekaman CCTV itu.” ucapnya pada petugas security.
Petugas security mengangguk dan segera melanjutkan kembali memutar rekaman.
Mereka bicara sebentar hanya 2 menit saja. Lalu Dean Barco pergi dari sana dan kembali ke meja Amy.
“Siapa wanita itu?” tunjuk Detektif Carl.
“Tidak tahu.” jawab tiga orang pria lainnya yang ada di sana.
“Haah.” Detektif Carl mendengus kesal. Ada bagian yang tidak dia ketahui.
Kembali ke layar. Terlihat di meja Amy saat ini ada satu wanita dan satu pria yang duduk dan menemaninya.
__ADS_1
Teman wanita Amy tampak sudah memesan wine duluan. Dia lalu menuangnya ke gelas. Bahkan wanita itu lalu menyebarkan sesuatu ke gelas mereka bertiga dan meminumnya bersama.
Beberapa saat setelahnya Dean Barco datang. Dia ikut bergabung dan menuang botol wine yang sudah tidak bersegel lagi.
Tayangan CCTV berakhir sampai di situ dan merekam para pengunjung lainnya.
“Jadi bagaimana detektif, apakah sudah bisa ditemukan sesuatu yang mengindikasikan ke arah yang ku jelaskan padamu sebelumnya?” tanya Tuan Marcel segera begitu tayangan berakhir.
“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Aku harus mencari bukti terlebih dulu.” jawab Detektif Carl, tak mau sembarangan mengklasifikasi masalah yang masih abu-abu.
Sedikit rumit karena kejadian itu sudah berlalu 5 hari. Botol wine pun yang saat itu diminum mereka juga pasti sudah tak ada, sudah masuk tong sampah.
Detektif Carl pun kini duduk di salah satu kursi bar bersama Tuan Marcel.
“Dari mana, aku harus menyelidikinya dulu?” batinnya medesau berat.
“Tuan Marcel aku butuh informasi tentang wanita yang di temui Dean Barco juga dua teman yang bicara dengan putri mu, baru aku bisa mengklarifikasi masalah ini.” ucapnya jujur.
Tuan Marcel tampak berpikir dia juga tak mengetahui teman putrinya itu siapa saja.
“Ya, mungkin putriku yang lain bisa membantunya. Dia sering keluar bersama Amy. Jadi sedikit banyak dia tahu teman-teman Amy.”
__ADS_1