
Karena tempat itu penuh dengan kain yang berjenis bahan mudah terbakar, maka api pun cepat menyebar di garmen tersebut.
“Cepat selamatkan diri kalian !” teriak detektif Carl ketika di sampai di lantai dua pada beberapa orang yang masih ada di sana, awal mula kebakaran itu dimulai dan menjalar dari sana.
“Tidak, aku menunggu petugas penyelamat datang saja.” ucap seorang wanita menolaknya dengan tegas yang kemudian diikuti oleh wanita lain yang ada di sana.
“Oh !” pria itu menarik nafas panjang mendengar wanita tadi bersikeras menolak pertolongannya.
“Hey dengar kalian semua. Aku sudah memanggil tim pemadam kebakaran kemari. Tapi aku tidak tahu kapan tepatnya mereka akan datang. Selain itu jika kalian bersikeras untuk menunggunya datang mungkin saja tempat ini sudah menjadi abu bahkan dengan kalian juga.” detektif Carl mencoba untuk memberi penjelasan pada mereka agar mengerti betapa bahayanya di sana terlebih dengan mengulur waktu.
Sepuluh orang yang ada di sana kemudian saling menatap. Mereka juga melihat api semakin besar.
“Kita bisa mencobanya dan itu tak ada salahnya.” ucap seorang wanita setelah berpikir dan melihat kobaran api semakin besar.
Dan dengan setujunya satu wanita itu maka membuat wanita yang lain ikut menyetujuinya.
“Aku takut.” ucap gadis kecil yang meringkuk di sudut ruangan dan tampak gemetar saat detektif Carl menghampirinya.
“Tak perlu takut. Sekarang ikutlah dengan ku.” pria itu mengulurkan tangannya. “Cepat !” karena ia harus menyelamatkan yang lainnya dan berburu dengan waktu.
__ADS_1
Gadis kecil tadi mengulurkan tangannya dan dengan cepat detektif Carl meraihnya kemudian segera berlari menuju ke jendela.
“Tutup matamu, gadis kecil jika kau takut.” ucap pria itu dan ia pun segera melompat turun dari jendela melewati kobaran api lalu meraih tiang di dekat jendela, meluncur lewat sana.
“Terimakasih, tuan.” ucap gadis kecil tadi telah tiba di bawah dengan selamat.
Detektif Carl kembali masuk ke dalam setelah meminta gadis kecil tadi memanggil bantuan pada para tetangga dan sekitarnya.
“Dalam hitungan ke tiga kita tekan melompat bersama.” ucap detektif Carl pada beberapa wanita yang masih ada di sana.
“Satu... dua... tiga !” pada hitungan ketiga detektif melompat bersama seorang wanita melalui jendela dan terjun ke bawah di mana di bawah sana sudah ada beberapa orang yang datang dan mempersiapkan matras untuk pendaratan para korban.
Tepat di saat dia sudah menyelamatkan 3 orang korban kebakaran barulah mobil pemadam kebakaran datang ke sana.
“Minggir semua !” ucap seorang petugas pemadam kebakaran dalam pakaian serba oranye berlari ke depan garmen dengan membawa selang besar lalu menyalurkan air untuk memadamkan api tersebut.
“Satu per satu, sekarang turun.” ucap Petugas pemadam kebakaran lainnya yang sedang mengevakuasi sisa korban yang masih ada di dalam garmen.
30 menit kemudian api berhasil dipadamkan meski separuh bahan tekstil sudah terlalu habis oleh api dan tak bisa diselamatkan lagi. Tak ada korban jiwa dan hanya kerugian materi yang ada.
__ADS_1
“Garment ku !” datanglah seorang wanita berusia 40 tahunan yang berteriak dengan histeris dan berhenti tepat di depan lokasi garmen yang terbakar dengan parah dengan tatapan sedih yang mendalam.
Ya, wanita itu adalah Nyonya Carmen pemilik dari garmen tersebut.
“Baru saja aku keluar untuk mengambil sesuatu di rumah dan semuanya sudah terbakar habis.” ucapnya dengan histeris.
"Sabar nyonya, tapi setidaknya tak ada korban jiwa di sini dan masih ada sebagian tekstil yang selamat.” ucap detektif Carl menghibur wanita yang sedang kesedihan itu.
“Detektif Carl ?!” ucap wanita itu mengenali wajah pria yang menghiburnya. “Detektif, aku tidak yakin kebakaran kali ini murni kecelakaan tapi aku curiga ada seseorang yang membakarnya.” ucap Nyonya Carmen mengeluarkan isi pikirannya.
Detektif Carl menurunkan kedua alisnya merespon wanita tersebut.
“Ya, kau orang detektif dan tepat sekali aku bertemu denganmu. Tolong selidiki kebakaran ini apakah benar ada seseorang yang membakarnya dan tolong temukan siapa pelakunya untukku.” ucap wanita itu memohon.
“Nyonya aku tidak berani memastikan jika belum menemukan bukti kompleks dan memutuskan jika ini murni sebuah pembakaran.” detektif Carl tak berani menjanjikan karena belum melakukan investigasi dan menurutnya garmen itu kebakaran karena kecelakaan.
“Tolonglah selidiki jika memang benar bukan kecelakaan maka tak masalah bagiku tapi jika memang ini disengaja tolong cari sampai ketemu pelakunya.” desak wanita itu lagi.
Klien ketiga di temukan. Misi di mulai. Selidiki penyebab kebakaran garment ini.
__ADS_1
“Sial !” umpat detektif Carl dalam hati dan terpaksa ia pun melakukan investigasi saat itu meskipun sebenarnya ia tak ingin melakukannya.