Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 151 Tuan Noel Sadar


__ADS_3

“Aku perlu semua rekaman CCTV di sini,” ucap Detektif Darcy pada Parker, pelayan di villa itu.


Detektif Darcy meminta semua rekaman mulai dari awal kedatangan mereka di villa sampai rekaman terakhir kejadian meninggalnya Tuan Fredy di kantor pemasaran wine tadi.


Karena untuk mempermudah kinerjanya sekaligus untuk memantau semua para tamu undangan yang ikut serta, maka ia memerlukan semua rekaman itu.


“Baik, Tuan. Aku akan meminta pada petugas yang ada di sini untuk menunjukkan rekaman itu padamu,” ucap Parker.


Setelah kepergian Parker, Detektif Darcy kembali ruangan villa bagian tengah. Di mana di sana terkumpul banyak para tamu undangan, sambil menunggu rekaman CCTV diserahkan padanya. Karena butuh waktu untuk mengambil rekaman CCTV sebanyak itu.


Ada Detektif Carl di sana. Jadi di ruangan itu kini terpecah menjadi dua grup. Sebagian tamu undangan bersama pria itu dan sebagian lainnya bersama Detektif Darcy.


Sial! Ada Carl di sini. membuatku malas saja! umpat Detektif Darcy dalam hati.


Ia segera membuang pandangan setelah tak tak sengaja menatap mata coklat Detektif Carl.


Ada apa dia menatapku, apa dia sedang mengecekku? batin Detektif Carl melirik, merasa ada yang memperhatikan dirinya.


“Detektif, lalu apa kira-kira penyebab kematian Tuan Fredy?” tanya seseorang.


“Aku tak berani menyimpulkannya sendiri sebelum ada rekap bukti dari tim medis.” jawab Detektif Carl.


Setelah mereka menggotong tubuh Tuan Fredy ke villa, petugas medis datang beberapa saat setelahnya dan membawa tubuhnya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya akan keluar dalam hari ini.


***


Di ruangan tempat Tuan Noel dirawat. Nampak pria itu kini menggerakkan matanya.


“Aku di mana?” gumamnya, saat membuka mata.

__ADS_1


Ia bingung karena saat ini berada di ruangan salah satu villanya. Padahal seingatnya tadi ia berada di kantor pemasaran wine.


“Tuan, Anda sudah sadar?” ucap, Parker, mendekat.


Setelah meminta petugas yang ada di villa untuk memberikan rekaman CCTV, pelayan itu kembali masuk ke kamar tempat Tuan Noel dirawat dan stand by di sana.


Tuan Noel duduk, lalu mencoba mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya.


“Parker, aku tak ingin para tamu undangan itu kemari menjengukku. Bilang pada mereka jika aku tak ingin bertemu siapapun karena masih harus banyak istirahat,” ucapnya langsung.


Ia mengingat apa yang terjadi pada dirinya setelah meminum wine sialan itu yang menyebabkan dirinya sampai seperti ini.


Selain itu ia meyakini jika satu dari undangan yang hadir ini yang meracuni dirinya. Makanya ia tak ingin bertemu dulu dengan mereka untuk saat ini.


“Baik, Tuan.”


***


“Tolong Tuan semua, mohon kerjasamanya yang baik. Ini semua demi kebaikan kita semua,” ucap Detektif Darcy.


Beberapa orang nampak enggan untuk melakukan investigasi lanjutan. Rasa-rasanya dari Tadi mereka harus mengikuti Investigasi yang memerlukan waktu tidak sebentar. Namun hasilnya juga belum diketahui sampai detik ini.


Jujur saja, mereka lelah, penat dan bosan.


“Aku minta investigasi kali ini lebih cepat dari sebelumnya, Detektif.” ucap seorang pria menatap tajam Detektif Darcy.


“Iya, mungkin setelah 1 atau 2 jam kita perlu break dulu, Detektif,” sahut yang lain.


Karena banyak yang mendesak seperti itu maka Detektif Darcy pun hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Demi apapun dia sendiri sebenarnya juga lelah melakukan investigasi panjang seperti ini.


Bedebah kau Darcy. Di saat aku akan melakukan investigasi kamu malah membawa semua orang padamu. Awas kau! umpat Detektif Carl dalam hati, mengutuk perbuatan rivalnya.


Ia pun kemudian segera pergi dari sana. Namun tak menuju ke kamarnya. Ia menuju ke kamar tempat Tuan Noel dirawat.


“Maaf, Detektif Carl. Tuan Noel berpesan tak ada yang boleh membesuknya saat ini.” Parker menghalangi Detektif Carl yang akan masuk.


“Tapi aku ingin menjenguknya dan bicara sebentar saja padanya.”


Dari dalam, Tuan Noel mendengar ada percakapan di luar kamar.


“Parker, siapa yang datang mencariku?”


“Detektif Carl, Tuan.”


Tak ada suara selama beberapa detik. Mungkin pria itu berpikir terlebih dulu.


“Biarkan dia masuk, Parker. Dia adalah pengecualian,” ucap Tuan Noel.


Karena tuannnya memberikan izin, maka Parker membiarkan Detektif Carl masuk.


“Tuan, bagaimana keadaan Anda?”


Mereka berdua kemudian mengobrol, seputar kejadian terakhir yang menimpa Tuan Jason juga Tuan Fredy.


***


Satu jam berlalu. Semua orang kini kembali ke kamarnya masing-masing untuk istirahat sejenak, menyisakan Detektif Darcy yang saat ini membaca hasil investigasinya.

__ADS_1


“Dari dua korban meninggal sebelumya bisa ditarik kesamaan. Tuan Curtis dan Tuan Fredy adalah pengusaha ekspor anggur,” simpul Detektif Darcy.


__ADS_2