Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 84 Menyebar


__ADS_3

Sherif Sherma lalu menjelaskan apa saja tugas lima agen polisi itu nanti saat mereka tiba di Power Gym, Stanza Gym dan Manor Gym.


Tentu saja plus menerangkan serangkaian petunjuk yang ia temukan bersama Detektif Carl tadi.


Sherif Sherma masuk ke ruangannya. Lima agen polisi tadi lalu menuju ke ruang istirahat untuk beristirahat sejenak. Satu jam cukup untuk mereka gunakan beristirahat, meskipun itu hanya rebahan saja.


Kini tinggal Detektif Carl dan Briptu Scarlet saja yang masih duduk di sana.


Sayangnya di saat mereka berduaan sendiri bukan di tempat yang detektif harapkan, di rumah. Tapi di kantor polisi dan sedang bertugas. Maka, ia pun harus profesional. Meski sebenarnya ia rindu pada kekasihnya itu.


Briptu Scarlet masih tergugu menatap monitor di depannya. Sedari tadi ia masih mencari informasi tentang korban pembunuhan seri 1.


“Carl, coba lihat ini.” Beberapa foto korban seri 1, 2 dan 3.”


Briptu Scarlet sampai menggeser kursinya mendekat, juga laptopnya dengan kursi detektif Carl yang ada di samping kirinya.


“Apa yang kau temukan?” tanya Detektif Carl, memicingkan mata menatap monitor.


Briptu Scarlet lalu memperbesar ukuran gambar tiga korban seri 1, 2 dan 3. Ia menunjuk di salah satu foto korban, mewakili dua foto lainnya yang memiliki kesamaan tanda.

__ADS_1


Pada pergelangan tangan kanan korban, ada inisal huruf yang tercetak jelas di sana, DN. Sama dengan inisial yang ada pada korban Sari pembunuhan 4, 5 dan 6.


Yang membedakan adalah letak inisial itu ada di pipi, pada seri pembunuhan 4, 5 dan 6. Juga bahan yang pencetak pada keduanya.


Jika inisial yang tertulis di pipi korban pembunuhan seri 4, 5 dan 6 menggunakan darah, inisial pada pembunuhan seri 1, 2 dan 3 dengan luka sayatan yang membentuk inisial huruf DN.


“Oh, banyak sekali petunjuk yang semakin membuat masalah ini semakin rumit.” desau Detektif Carl, setelah melihat foto yang ditunjukkan oleh Briptu Scarlet.


“Setidaknya kita menemukan keterkaitan ini.”


Briptu Scarlet sendiri Sebenarnya cukup dibuat pening dengan masalah itu. Jika di hitung dengan kasus pembunuhan seri 1, 2 dan 3 total waktunya sudah tujuh bulan. Namun sampai ketik ini masalah itu masih buntu.


“Carl, kau mau kemana?” tanya Briptu Scarlet, melihat pria itu beranjak dari tempat duduk.


“Kukira aku akan mencari petunjuk di Venera Gym, dan Horizon Gym, tempat terjadinya dua pembunuhan sebelumnya. Mungkin saja aku bisa menemukan petunjuk di sana.”


Briptu Scarlet ikut berdiri dari tempat duduknya.


“Kau ikut bersamaku?” tanya Detektif Carl, sedikit berharap.

__ADS_1


Briptu Scarlet sebenarnya ingin ikut dengan pria itu saja. Ia berani menatap ke ruangan Sherif Sherma yang ada di seberang nya.


Namun pria itu tak memberinya perintah tadi. Jadi dia tak berani bergerak atas inisiatifnya sendiri, hanya bisa mengangkat dua bahunya saja.


“Jika lelah kau istirahat saja.” ucap Detektif Carl, hanya itu yang bisa ia ucapkan dengan penolakan Briptu Scarlet.


Pria itu pun segera keluar dari kantor polisi sebelum kecewa untuk kedua kalinya. Tak seharusnya ia meminta lebih dari wanita itu di jam kerja seperti ini.


“Carl...” Briptu Scarlet bisa mengerti kekecewaan detektif tapi ia tak bisa berbuat apapun. Dan hanya bisa menatap punggung pria itu sampai hilang dari pandangannya.


Detektif Carl masuk ke mobil putihnya kemudian segera menuju ke lokasi tujuannya.


Sementara lima agen polisi Tadi sudah tiba di 3 gym lainnya. Mereka membagi tugas dan menyebar masuk ke tiga gym itu untuk melaksanakan misi sesuai permintaan Sherif Sherma.


Dua agen polisi masing-masing masuk ke Power Gym dan Stanza Gym, sedangkan satu agen polisi yang tersisa masuk ke Manor Gym.


“Selamat siang, Tuan. Aku agen polisi dari sektor A.” ucap agen polisi tersebut setelah masuk ke Manor Gym, menemui langsung instruktur di sana.


Seorang pria berbadan atletis dan otot padat berisi di lengannya terkejut dan terlihat menciut dengan kedatangan polisi yang tiba-tiba di gym tersebut.

__ADS_1


__ADS_2