
Detektif Carl lalu kembali berjalan untuk mengikuti Tuan Smith. Ia berhenti agak jauh ketika pria itu berhenti.
Apa yang dia lakukan di sini? batin Detektif Carl, melihat Tuan Smith berhenti di sebuah ruangan.
Beberapa saat setelahnya ada seseorang keluar dari ruangan itu, seorang pria berseragam biru donker. Seragam yang dipakainya adalah seragam petugas instalasi listrik.
“Sial! Mereka berdua masuk ke ruangan dan aku tak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan. Aku juga tidak jelas melihat siapa pria tadi?” desaunya berdecak.
Sudah 10 menit lebih Detektif Carl berdiri di sana untuk memantau keadaan, namun Tuan Smith tak kunjung keluar juga. Entah apa yang dia bicarakan.
“Apa sebaiknya aku pergi saja? Menunggu terlalu lama di sini berisiko,” gumamnya. Selain akan menimbulkan kecurigaan pada yang lainnya juga tak memungkinkan jika Tuan Smith sampai keluar lalu memergokinya. Dan habislah sudah dia jika ketahuan.
Berjalan dengan cepat, detektif Carl akhirnya melewati ruangan tempat Tuan Smith masuk tadi.
“Ruangan Petugas Instalasi.” Detektif Carl membaca tulisan yang tergantung di ujung pintu.
Samar-samar ia bisa mendengar sedikit saja yang diucapkan oleh Tuan Smith dari luar saat melintas.
“Jangan terlalu mencolok mata dan jangan sampai ada yang mengetahui ini.”
“Semua akan beres, Tuan. Tenang saja.”
Muncul banyak pertanyaan dalam benak Detektif Carl mendengar percakapan singkat itu. Keningnya berkerut dan tampak berpikir setelah melintasi ruangan tadi.
“Tahan dulu bicaramu ada yang lewat. Aku khawatir ada yang Mendengar pembicaraan kita.” Tuan Smith tiba-tiba memotong pembicaraan. Ia kemudian keluar sebentar untuk melihatnya. “Tak ada siapapun di sini. Mungkin tadi itu hanya orang lewat saja.” Ia kembali lagi masuk ke ruangan setelah tak mendapati siapapun di luar sana.
__ADS_1
Di lain tempat...
Terlihat Detektif Darcy kembali melihat CCTV untuk melakukan investigasi ulang semua kejadian dari awal sampai akhir.
Pada rekaman CCTV menunjukkan jika saat itu banyak pria yang menempel pada Tuan Noel dari bawa acara berlangsung hingga kejadian pria itu diserang.
“Ada Tuan Dawn, Tuan Picasso, Tuan Albert dan Tuan Smith.” Detektif Darcy bergumam menyebutkan nama 4 orang yang terlihat sering bersama dengan Tuan Noel.
“Hmm, lalu siapa pelaku sebenarnya?”
Ia kemudian beralih menatap data-data Investigasi yang telah dikumpulkan oleh Stuart. Kedua alisnya bertaut hingga membentuk busur panah.
Ditaruhnya kembali data tersebut ke meja.
“Aku butuh harga medis mereka semua.”
“Maaf,Tuan, ada keperluan apa Anda kemari?” Parker yang berjaga di depan pintu kamar bertanya dan menghalanginya masuk.
“Aku hanya ingin bicara dengan Tuan Noel untuk melihat rekam medis, demi penyelidikan kasus ini.”
“Baik, Mohon tunggu di sini dulu, aku akan menyampaikannya pada Tuan Noel.”
Parker masuk ke ruangan dan menyampaikan kedatangan serta keperluan Detektif Darcy mencari Tuan Noel. Tak lama kemudian pelayan itu keluar lagi menemui Detektif Darcy.
“Tuan, silahkan masuk.” Tuan Noel ternyata memberikan izin pada Detektif Darcy, karena dia seorang detektif. Jadi bukan tamu undangan biasa.
__ADS_1
Detektif Darcy kemudian segera masuk dan menyampaikan maksudnya langsung pada Tuan Noel.
“Ini rekam medis milikku dan yang lainnya.” Tuan Noel menyerahkan sendiri rekam medis itu pada Detektif Darcy.
Detektif Darcy membaca dan mempelajarinya dengan cepat. Ia mengembalikannya 10 menit kemudian tanpa menyimpannya dalam bentuk foto atau yang lainnya.
“Tolong jangan sebarkan rekam medis itu pada tamu undangan lainnya dan jangan beritahukan pada mereka jika kau sudah menemuiku, Detektif Darcy,” pinta Tuan Noel.
Detektif Darcy mengangguk dan beberapa saat setelahnya ia berpamitan keluar dari sana untuk melanjutkan investigasinya kembali.
“Hm, ada yang miss dan mencurigakan di sini. Kenapa Tuan Jason yang tak ada hubungannya sama sekali sampai menjadi korban?”
Ia kemudian kembali melihat perkembangan CCTV dan mengaitkan dengan data medis Tuan Jason.
***
Malam harinya, seperti biasa semua tamu undangan berkumpul di villa di bagian tengah. Di sana sudah disajikan dengan makan malam untuk mereka semua. Namun sosok Tuan Noel ada di antara mereka semua.
Pria itu menyantap makan malamnya sendirian di kamar.
“Sampai detik ini, pelaku pembunuhan belum ditemukan juga. Apakah kepulangan kita besok akan ditunda?” ujar seorang tamu undangan.
Semuanya nampak sudah tidak menikmati acara tersebut dan ingin segera pulang saja melanjutkan aktivitas masing-masing, daripada menghadiri acara berdarah ini yang mungkin saja masih akan menjatuhkan korban lagi. Siapa yang tahu?
“Padahal ada dua detektif di sini tapi kenapa mereka belum ada yang menemukan juga pelakunya,” seloroh tamu undangan lainnya.
__ADS_1
Di saat semuanya sedang kasak-kusuk memperbincangkan pelaku pembunuhan, tampak Detektif Carl menikmati makan malam dengan santainya.
Klak! Tiba-tiba lampu padam di tengah-tengah acara. Membuat mereka semua terkejut.