
Leo menerima lipstik tersebut dan akan bertanya sebenarnya ada apa dengan benda itu dan milik siapa.
Namun sebelum pria itu mengucapkan satu parah katapun, detektif Carl segera bicara untuk mengurai kebingungannya kala itu.
“Itu lipstik milik tersangka pelaku pemutus rem mobil ini.” detektif Carl bicara sebagai menunjuk mobil yang tinggal kerangka di dekatnya.
“Astaga !” Leo baru melihatnya dan terkejut sekali melihat kondisi mobil yang seperti itu.
Detektif Carl lalu berani menatap Nyonya Peach.
“Nyonya bisakah kamu memberitahukan padaku alamat tempat tinggal nyonya Hillary Swan ?” karena ia yakin wanita itu pasti mengetahui alamatnya.
“Tentu saja, detektif.” Nyonya Peach lalu memberikan alamat lengkap tempat tinggal Hillary Swan.
Leo yang berada di sana tanpa perlu disuruh pun segera mencatat alamat tersebut.
“Baiklah Leo sekarang tugasmu kembali ke lipstick itu secepatnya pada pemiliknya. Jika dia mengakui benda itu miliknya maka kau segera hubungi polisi saja.” jelasnya sembari menatap kliennya minta persetujuan.
Apakah kliennya itu ingin menyelesaikan secara kekeluargaan atau langsung proses hukum saja.
Seolah mengerti pada Apa yang dipikirkan oleh detektif, maka Nyonya Peach pun segera mengungkapkan pendapatnya.
“Oh, detektif. Kukira biar proses hukum saja yang akan menindak lanjuti masalah ini. Aku pribadi tak ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan mengingat kerugian yang ditimbulkan padaku.”
Wanita itu lalu kembali menatap mobilnya yang menjadi rongsokan dan entah pihak asuransi mau mengganti ruginya atau tidak.
“Detektif aku permisi dulu.” pamit Leo.
__ADS_1
Ia pun kembali ke mobilnya dan segera menuju ke alamat yang barusan ditunjukkan oleh klien karena tak mau membuang waktu lagi.
Jujur saja, ia lelah setelah melakukan penyelidikan pada kasus tuan Laurent.
“Nyonya sebaiknya sambil menunggu informasi dari Leo kita kembali masuk ke kantor.”
“Ya, detektif.”
Nyonya Peach kemudian berbalik dan berjalan kembali masuk ke kantor detektif Carl.
Ia duduk menunggu di salah satu kursi yang ada sembari memikirkan Hillary Swan yang sampai tega melakukan hal itu padanya.
“Dari alamat yang kutulis tadi sepertinya rumahnya benar di sini.”
Leo berhenti di depan rumah di sebuah kawasan Park D, 30 menit dari tempat kantor detektif Carl berada.
Seperti biasa, ia menarik cuckoo yang ada di atas pagar.
Tak lama setelahnya seorang wanita keluar rumah menyambutnya setelah mendengar dentangan cuckoo.
“Ya, tuan ada yang bisa dibantu ?” tanya seorang wanita seusia dengan Nyonya Peach namun terlihat mukanya kencang karena banyak melakukan perawatan.
Tak hanya terlihat awet muda saja bahkan penampilannya juga fashionable cenderung pada tampilan anak muda berusia 20 tahunan.
Ia sedikit genit melihat tamu yang datang adalah seorang pria terlebih usianya muda, mengingat dirinya adalah seorang janda.
“Maaf, aku ingin bertemu dengan Nyonya Hillary Swan.” ucap Leo menahan rasa enek melihat wanita tersebut seolah menggodanya.
__ADS_1
“Ya, aku sendiri Hillary Swan.” jawabnya sembari mengerutkan keningnya karena merasa tak mengenal pria yang bertamu kali ini.
“Aku mendapatkan titipan dari seseorang untuk mengembalikan ini.” Leo langsung saja mengeluarkan lipstik dari saku bajunya.
“I-ini...” Nyonya Hillary tampak gemetar saat menerima lipstik tersebut.
Ia bertanya-tanya bagaimana pria itu bisa menemukan lipstiknya.
“Apakah lipstik itu benar milik anda nyonya ?” tanya Leo memastikan walaupun sebenarnya sudah tahu.
“Ya-ya-ya ini benar lipstik ku. Dari mana kau menemukan ini ? Atau siapa yang mengirim benda ini ?”
Wanita itu tampak gugup dan menatap pria di depannya dengan takut.
“Teman anda yang memintanya mengirimkannya, nyonya Peach.” ujar Leo tersenyum kecil melihat ketakutan di mata wanita itu.
“Pe-Peach ?”
Leo tak menjawab dan segera berlalu dari sana karena tugasnya untuk mengantar sudah selesai dan sampai ke tangan penerimanya.
Ia pun teringat pada pesan detektif Carl sebelumnya dan langsung saja ia mengeluarkan ponsel untuk menghubungi nomor polisi.
Lima menit setelah Leo pergi dari sana petugas polisi datang ke rumah itu dan membawa Nyonya Hillary untuk dimintai keterangan.
“Tidak ! Tolong lepaskan aku ! aku bukan pembunuh seperti yang dituduhkan. Semua ini hanya kesalahpahaman dan kecelakaan kecil saja.” ucapnya menyangkal dan berusaha berontak untuk melepaskan dirinya.
Namun polisi tak menghiraukannya dan malah terus menggiringnya masuk ke mobil mereka.
__ADS_1