Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 88 Mengambil Yang Tertinggal


__ADS_3

Kini Detektif Carl duduk di sebuah ruangan tertutup. Ia pun langsung memulai investigasinya.


“Tuan Dansel, aku ingin tahu apa ada kejanggalan atau hal yang aneh saat Tuan Neil Cortex meninggal?” tanyanya, menatap lurus pria yang duduk di depannya.


Dansel tak langsung menjawabnya. Ia mencoba mengingat kejadian memilukan beberapa bulan yang lalu itu.


“Detektif Carl, di bagian tengkuk leher kakak ku terdapat banyak bintik merah sebesar jarum suntik. Tapi kami tidak tahu itu apa. Dan langsung mengembunkan jasadnya tanpa mencari tahu terlebih dulu.”


“Bintik merah?!” ucap Detektif Carl, menegaskan kembali.


Dansel mengangguk meresponnya.


Detektif Carl pun semakin yakin jika tanda yang sama ada dua korban pasti ulah dari pelaku, dan tentu saja jarum itu berarti milik pelaku.


“Apa sebelumnya Tuan Neil Cortex pernah ada masalah dengan salah satu pengunjung di sini atau dengan yang lainnya?” tanya Detektif Carl kembali.


Dansel menggelengkan kepalanya.


“Kakak ku orang yang baik dan sabar. Dia tak pernah berseteru dengan pengunjung atau siapapun sebelumnya.” jelasnya.


Detektif Carl pun kemudian meminta izin untuk melihat lokasi tempat kejadian korban meninggal.


“Baiklah Detektif, aku akan membawa anda ke sana.”


Dansel kemudian menuju ke ruang belakang di samping dapur. Di ruangan terbuka itu hanya ada meja dan kursi, serta satu almari.


Tak menunggu lama, Detektif Carl pun mencoba menatap lantai itu setelah Dansel menunjukkan titik jatuh kakaknya.

__ADS_1


Bahkan Detektif Carl sampai berjongkok untuk melihat bagian kolong meja juga almari disana untuk mencari sebuah jarum disana.


“Tak ada apapun di sini.” cicitnya, namun ia tak percaya begitu saja.


Kini pria itu menggunakan fasilitas center pada layar hp-nya untuk memeriksa setiap sudut lantai. Dan hasilnya sama, ia tak menemukan benda yang dicarinya.


Beberapa saat setelahnya, Detektif Carl pun berpamitan. Seperti sebelumnya ia meminjam daftar pengunjung gym tersebut.


“Terimakasih, Tuan Dansel. Aku bawa daftar pengunjung ini dulu.” ucapnya, lalu segera kembali ke mobilnya.


Mobil pun kemudian segera meluncur kembali ke kantor polisi.


“Scarlet, aku menemukan sedikit petunjuk,” ucap Detektif Carl setelah tiba di sana dan masuk ke kantor polisi.


“Ini.” Detektif Carl lalu menyerahkan bukti yang ditemukannya.


Tak lama setelahnya, mereka berdua tampak berdiskusi. Dan selang beberapa menit lima agen polisi yang dikirim sherif, kembali.


“Bagaima tugas kalian?” tanya Sherif Sherma, saat lima bawahnya itu menghadap.


“Kami sudah menjalankan semua tugas dari anda.” lapor salah satu agen polisi sembari menyerahkan data informasi yang mereka temukan di tiga gym.


“Baik, kalian boleh istirahat sekarang. Tunggu perintah selanjutnya dariku.”


Lima agen polisi tadi pun kemudian segera keluar dari ruangan Sherif Sherma lalu masuk ke ruangan mereka masing-masing untuk beristirahat sejenak.


Sedangkan Detektif Carl masih duduk di samping Briptu Scarlet. Mereka berdua tampak membahas sesuatu.

__ADS_1


“Scarlet, ini hanya prediksi ku saja. Jika benar pelaku itu lalai karena meninggalkan barang bukti jarum ini, maka mungkin dalam waktu dekat ini ia akan kembali Venera Gym untuk mengambil barang bukti ini.” ucapnya sembari menunjuk jarum di depannya.


Entah kenapa feeling nya kuat mengatakan pelaku itu akan kembali ke gym tersebut. Bahkan ia berencana akan mendatangi gym tersebut di malam hari.


Malam bergulir.


Beberapa anggota agen Kepolisian sudah siaga dan berjaga di tiga gym, seperti yang diperintahkan oleh atasan mereka.


Mereka berseragam sipil seperti para pengunjung lainnya dan ikut latihan gym, meski tidak sungguh-sungguh.


“Rasanya di sini aman, pelaku itu tidak datang kemari.” tutur lirih seorang agen polisi pada rekannya yang berada tepat di sampingnya, di Manor Gym.


Saat itu tak ada jadi agen kepolisian yang ditugaskan untuk berjaga di Venera Gym dan Horizon Gym. Karena memang tak ada perintah untuk berjaga di sana.


Tanpa sepengetahuan para agen polisi tersebut. Di Venera Gym ada seorang pengunjung yang datang di saat gym tersebut hampir tutup, di menit ke-15 sebelum gym tutup.


“Mungkin itu ketinggalan di sini. Aku akan mengambilnya.” gumam seorang pria berpakaian serba hitam, juga memakai topi hitam.


Pria itu dengan tatapan dingin, segera masuk ke belakang setelah daftar di depan. Ia beralasan menuju ke toilet.


Tapi nyatanya dia masuk ke sebuah ruangan. Pria tersebut celingak-celinguk melihat ke sekitar.


“Sepi, sepertinya aman.” gumamnya lalu tersenyum miring.


***


Kakak semua sebenarnya suka masalah selesai dalam episode yang pendek atau panjang ya, bantu penulis kasih jawaban untuk menentukan episode selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2