
Lagi seorang pasien dilarikan ke rumah sakit atas permintaan orang tua korban dari jenazah karena dirasakan ada kejanggalan saat meninggal.
“Tom, bagaimana dengan hasil pemeriksaan Isabelle?” tanya seorang wanita pada suaminya.
“Kita Tunggu saja hasil pemeriksaannya. Mungkin sebentar lagi akan keluar.” Tom menganggap tangan istrinya yang masih gemetar.
Bagi mereka kejadian ini sangat mendadak dan begitu memukul.
Bagaimana bisa mereka tidak Terpukul? Isabelle sebelumnya tak ada masalah sama sekali. Bahkan pagi tadi dia juga baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba dia gantung diri seperti ini? Apakah itu Uni sebagai celakaan atau memang ada seorang yang dengan sengaja melakukannya?
“Dokter bagaimana analisa meninggalnya putri kami?” Tom langsung menghampiri dokter ketika pintu ruangan terbuka.
Dokter menggelengkan kepala perlahan. “Maaf Tuan, dari hasil penelitian kami putri Anda memang meninggal karena sebuah kecelakaan. Dia tak sengaja masuk ke lubang perangkap yang sengaja dipasang untuk menangkap babi hutan dan hewan buruan lainnya.”
“Apakah itu bukan kasus pembunuhan?” tanya Tom.
Jujur ia masih ragu juga merasa ada yang mengganjal saja di hatinya dengan diagnosis dari dokter. Rasanya kasus ini tak sesederhana itu.
“Maaf, Tuan itulah diagnosis dari kami.” Dokter melenggang pergi bersama petugas medis.
Tom dan istrinya masuk ke ruangan dimana putri mereka terbujur kaku.
“Isabelle, jika tahu seperti ini tadi aku tak akan memberi izin keluar pagi hari ke hutan,” pilu ibunya Isabelle. Ia meraung dengan hati sembilu menatap kepergian putri tunggalnya. Ia bahkan belum mengucapkan kalimat terakhir ujung nafasnya.
__ADS_1
Tom merasa rongga paru-parunya menyempit melihat kepedihan istrinya. Bahkan rasanya ia lebih terluka daripada istrinya.
“Aku masih tidak percaya jika Isabelle meninggal karena sebuah kecelakaan. Aku yakin ada sesuatu di belakangnya.”
“Kate, tenanglah. Jika polisi tak bisa menanganinya kita masih punya harapan. Kita bisa pergi ke detektif swasta.” Tom menenangkan.
Sebelumnya mereka menyerahkan kasus itu pada pihak kepolisian namun dari pihak kepolisian sendiri menyatakan jika kematian Isabelle murni merupakan sebuah kecelakaan, sama dengan diagnosa dari pihak rumah sakit.
“Benarkah itu?” Kate mengusap air bening yang mengalir di kelopak matanya dengan cepat. Sorot sedih di matanya sedikit pudar. “Dimana kita bisa temukan detektif swasta?”
“Kita bisa membawa kasus ini pada Detektif Carl.”
***
Di lain tempat di Swiss, di sebuah rumah tua, di mana di bagian atapnya terdapat cerobong asap dan cat ini yang terlihat pudar juga mengelupas di beberapa bagian. Terdengar sebuah keributan.
“Bella, kau ini memang seorang istri yang pembangkang. Kapan kau sekali saja pernah menurut pada apa kataku?!” sentak seorang pria.
“Marcus. Selama ini aku sudah cukup bersabar sekali denganmu. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi hidup denganmu.”
“Kau bilang bosan dan muak begitu padaku?!”
Bella diam tak menjawab. Takut suasana akan semakin memanas yang juga membuat telinga dan hatinya saat ini terasa panas sekali seperti terbakar bara api di siang hari.
__ADS_1
Namun, bukannya pria berambut cepat itu Diam dia malah mengambil senjata api yang ia gantungkan di dinding.
“Marcus, apa yang kau lakukan?” Bella dengan mata membulat penuh menatap pria yang berada di depannya itu terlihat serius dan tak main-main dengan ancamannya.
“Tidak, Marcus. Kau jangan berani-beraninya melakukan itu padaku.” Dengan suara bergetar, Bella mundur saat suaminya itu menodongkan senjata api ke dadanya.
Marcus memang seorang pria yang kasar, sentimental juga temperamental. Dia Gampang sekali tersulut amarah. Sudah sering dia menggunakan senjata api atau senjata lainnya jika tak bisa menahan amarahnya.
Tidak, aku belum mau mati. Aku tidak ingin nyawaku berakhir di tangan pria gila ini.
Bella terus mundur dengan langkah teratur. Setelah sampai di ambang pintu, ia pun segera berbalik kemudian berlari secepat kilat keluar dari sana.
“Mau kabur kemana kau?” Marcus ikut keluar dari rumah dan mengejar Bella.
Bella yang mengetahui pria itu mengejarnya terus, berlari hingga masuk ke sebuah hutan yang berada di daerahnya, untuk menyamarkan keberadaan agar sulit ditemukan.
“Sepertinya aku sudah aman.” Bella merasa lega. Ia kemudian berhenti di bawah sebuah pohon yang lebat untuk sekedar mengisi rongga paru-paru yang menyempit akibat berlarian tadi.
Namun sesuatu yang tak diinginkannya terjadi.
Akh! Tiba-tiba saja Bella terperosok saat melangkah ke depan.
Benar saja seketika ada sebuah tali yang langsung menjerat lehernya kemudian mengangkat tubuhnya ke atas tergantung pada sebuah pohon.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?” Bella ketakutan dan mencoba untuk melepaskan tali yang menjerat leher.
Namun seseorang dari belakang menarik tali tersebut dengan erat hingga dia merasakan tubuhnya mulai lemas, dan merasakan sesak nafas.