Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 71 Sebuah Bukti


__ADS_3

Langsung saja Tuan Marcel mengeluarkan ponsel hitamnya dari tas yang di bawanya. Pria itu segera menghubungi nomor putrinya.


“Halo, Bella. Ayah butuh bantuanmu sekarang. Kemarilah sebentar saja.” ucapnya setelah telepon tersambung.


“Ada apa ayah? Sekarang Ayah ada di mana?” balas suara dari seberang telepon.


“Ayah ada di Red Stone. Kemarilah cepat. Ini menyangkut masalah kakakmu.”


“Ya, Ayah.” balasnya lalu segera mematikan telepon kemudian bergegas menuju ke Red Stone.


Bella lalu cepat-cepat mengambil jaket untuk menutupi tanktop yang dipakainya. Jika tidak, ayah pasti akan marah dan mengomelinya.


“Sebenarnya apa hubunganku dengan masalah kakak?” gumamnya sembari berpikir sampai mengharapkan keningnya.


“Sudahlah. Aku akan mengetahuinya nanti.”


Bella kini sudah duduk di mobil segera melajukan mobilnya menuju ke Red Stone.


Setibanya disana, ia pun segera masuk ke Pub untuk mencari ayahnya.


“Bella, disini!” panggil Tuan Marcel sembari melambaikan tangan saat melihat putrinya celingukan dan tak mengetahui keberadaan dirinya.


Bella pun jalan menuju ke tempat ayahnya duduk. Namun ia kembali bingung kenapa ada pilihan lain di sana jika memang ayahnya ingin bicara dengan dirinya.


“Bella, ini Detektif Carl.” ucapnya berbisik sembari menjelaskan apa tujuannya memanggil dia kemari.


Bella menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka pun kembali masuk ke sebuah ruangan untuk melihat ulang tayangan CCTV.

__ADS_1


Tayangan kemudian berhenti pada sosok seorang pria dan seorang wanita yang tengah mengobrol bersama Amy, atas permintaan detektif Carl.


“Kau tahu siapa mereka?” tanya Tuan Marcel.


“Dia Robert dan Alice, teman kerjanya kakak. Mereka bertiga memang sering keluar bersama.”


“Apa kau tahu Nona hubungan antara kakak mu dengan Dean Barco?” Kali ini yang bertanya Detektif Carl.


“Dia kekasih baru kakak. Baru enam bulan ini mereka jalan.”


“Bukankah Amy adalah kekasihnya Starkey?” celetuk Tuan Marcel yang tak tahu menahu urusan asmara putrinya.


“Mereka putus tiga bulan yang lalu.”


“Apa?” Detektif Carl terkejut. Itu berarti ketika Amy sudah jalan dengan Dean Barco, ia juga masih menjalin hubungan dengan Starkey.


“Apakah Nona tahu siapa wanita ini?” tanya Detektif Carl.


Bella kembali mengamati sosok wanita tersebut sampai mengerutkan keningnya mencoba untuk mengingatnya.


“Ya, dia Kyle teman dekat kakak dulu saat duduk di bangku kuliah. Hubungan mereka memburuk setelah suatu kejadian. Tapi kakak tidak pernah cerita padaku apa masalah mereka. Yang jelas Kyle begitu membenci kakak.” jelasnya panjang lebar karena kakaknya Dulu sering mengajaknya main ke manapun kakaknya itu pergi. Jadi sedikit banyak dia mengetahui teman kakaknya.


“Apakah hubungan Robert dan Alice baik dengan kakakmu, Nona?” tanya Detektif Carl lagi.


“Ya, hubungan mereka bertiga baik. Tak ada masalah di antara mereka.”


Detektif Carl kemudian menyimpulkan jika pelaku mengarah pada Dean Barco dan Kyle.

__ADS_1


“Apakah kau tahu alamat rumah Kyle, Nona?”


Bella mengangguk. Namun ternyata detektif tak memintanya mengantarnya ke sana atau membawa wanita itu kemari.


Malahan pria itu kembali menatap bartender di dekatnya, Lucas.


“Apakah tempat sampah 5 hari yang lalu masih ada di sini?” tanyanya tiba-tiba.


“Ya, kebetulan sekali detektif untuk hari ini semua sampah dari 5 hari yang lalu masih ada di sini tapi besok akan diambil semua oleh petugas sampah.” jelas Lucas.


Setiap enam hari sekali petugas sampah akan datang ke sana untuk mengosongkan tong sampah agar sampah tidak menumpuk.


“Bisa kau antar aku melihat satu persatu tong sampah yang ada di sini?”


“Tentu, Detektif.”


Lucas kemudian mengantar Detektif Carl untuk memeriksa setiap tong sampah yang ada.


Dengan bantuan petugas cleaning service, ia lihat satu persatu isi dari tong sampah di sana.


“Disini tak ada.” Detektif Carl sudah memeriksa 5 tong sampah dan belum menemukan yang dicarinya.


Hingga pada tong sampah ke - 10 dia menemukan sesuatu yang dicarinya. Ada bungkus plastik kecil dan bertuliskan nama zat terlarang di sana dan termasuk salah satu jenis narkotika.


“Akhirnya aku menemukannya.” gumamnya.


Ia pun mengambil kantong plastik seukuran 5 senti itu dengan hati-hati menggunakan sebuah alat capit lalu memasukkannya dalam sebuah wadah.

__ADS_1


“Aku tidak memeriksa sidik jarinya saja yang tertinggal di sini.”


Semua orang yang ada di sana pun tak sabar ingin segera mengetahui hasilnya.


__ADS_2