
Detektif Carl dan Stewart saling berpandangan ketika mendengar suara kedua orang tua anak lelaki itu semakin berisik saja.
“Apa yang terjadi dengan orang tuamu ?” tanya detektif Carl menatap Stewart dengan bingung.
Stewart hanya menggelengkan kepalanya saja merespon pertanyaan pria itu.
“Sudahlah, sebaiknya kita cepat ke sana.” ucap detektif Carl.
Pria itu kemudian berjalan menuju ke ruang depan dengan Stewart yang mengikutinya.
Benar saja dua orang itu saat ini sedang berdebat hebat entah apa yang mereka perdebatkan. Bahkan George terus Semakin marah pada nyonya Gaby begitu melihat kedatangan pria asing bersama putranya.
“Gaby ternyata di luar sana kau sudah menjalin hubungan yang cukup baik dengan pria lain selain diriku. Bahkan pria itu pun sekarang sudah terlihat dekat dengan putra kita.” ucap George dengan marah sembari menuding ke arah detektif Carl.
“What's ? Pria itu menganggap aku sugar baby Nyonya Gaby ?” pekiknya terkejut mendengar apa yang dituduhkan padanya. “Ck menikah membuat pusing. Untung saja aku belum menikah.” decaknya kesal dan tak ingin ikut campur urusan drama rumah tangga orang.
“Stewart tugasku selesai sampai di sini. Kau kembalilah pada orang tua mu.” ucapnya kemudian berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga begitu saja.
“Detektif anda mau ke mana ?” tanya Stewart berbalik menatap pria itu pergi tanpa menjawab dan hanya mengangkat kedua bahunya saja, berlalu.
ding
Tiba-tiba notifikasi pesan masuk kembali.
__ADS_1
Jika membantu klien menyelesaikan kesalahpahaman yang ada maka akan mendapatkan tambahan poin sebesar 50 poin.
“Maaf, poin berapa pun Aku tak akan ikut campur jika itu masalah rumah tangga terlebih pertengkaran suami istri. Itu bukan job ku.” Detektif Carl menara misi kali ini dan terus melangkahkan kakinya.
“Sial.” umpatnya tak bisa melangkah lagi karena kakinya dikunci oleh sistem. “Ohh ya, ya... aku akan kembali dan membantu mereka.” ucapnya kesal dan kakinya seketika bisa digerakkan kembali setelah ia menyetujui menjalankan misi tersebut.
Langsung saja ia kembali ke tengah mereka yang masih berdebat dengan hebat.
“Kalian berdua diam !” ucap detektif Carl dengan nada tinggi yang membuat dua orang yang bertengkar tadi seketika langsung diam dan beralih menatapnya dengan tajam.
George langsung saja menghampiri pria itu.
“Hey, jadi kau yang menggoda istri ku sampai dia minta cerai dariku !” ucapnya marah dan akan melayangkan pukulan.
“Minggir kau Stewart, ayah tak menyangka kau lebih membela dia daripada ayah.” George beralih menatap putranya dengan kesal.
Sekali lagi detektif menarik nafas panjang sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
“Lihat siapa aku !” bentak detektif Carl melepas softlens yang dipakainya juga menarik kumis tipis dari bibirnya.
“De-detektif Carl ?!!” George ternganga melihat pria yang tak asing di depannya yang merupakan pabrik figure meskipun hampir redup pamornya.
“Kau kira aku siapa ?” ucap Detektif Carl sebenarnya malas sekali menjelaskan hal itu karena ia masih punya misi yang belum ia selesaikan dan membuang waktu rasanya.
__ADS_1
“Aku sudah jelaskan hal itu berulang kali padamu tapi kau tetap saja tak mempercaya ku.” nyonya Gaby kemudian menghampiri -eks suaminya itu dengan masih marah.
Dan George hanya diam tak merespons perasaan -eks istrinya itu.
“Maaf detektif Carl karena George sudah salah paham padamu.” nyonya Gaby beralih menatap pria di depannya itu dengan rasa malu sekaligus rasa bersalah.
Detektif Carl hanya mengangguk saja menanggapinya sembari memakai kembali kacamata hitam yang tergantung di salah satu saku taksedonya.
“Baiklah kurasa penjelasan dariku cukup sekian kuharap tak ada kesalahpahaman lagi diantara kalian berdua. Aku permisi karena tugasku membebaskan Stewart sudah selesai.” pria itu pun segera beranjak dari sana meninggalkan mereka bertiga kembali.
“Tunggu detektif Carl !” panggil Nyonya Gaby yang membuat pria itu berhenti.
“Detektif tolong terima ini.” wanita itu menyerahkan amplop putih panjang pada detektif Carl yang langsung ditolak oleh pria tersebut.
“Tolong detektif terimalah, itu tak seberapa.” Nyonya Gaby memaksa pria itu menerima uang yang dikumpulkannya selama dua hari ini dari tempat bekerja part timenya.
Detektif pun akhirnya menerima amplop tersebut tanpa membukanya, “Terimkasih.”
Pria itu kemudian berlalu dari sana dan segera menuju ke mobil biru bututnya setelah mendengar notifikasi sistem yang masuk.
“Bagus tinggal satu kasus lagi harus ku selesaikan.” gumam detektif mulai mengemudikan mobilnya ke jalanan raya.
“Sekarang aku butuh informasi mengenai Ashley Cole.” celetuknya di tengah jalan. “Bagaimana jika aku ke kantor polisi sektor A saja untuk menanyakan hal itu pada Scarlet. Aku juga rindu padanya.” gumamnya lagi tersenyum tipis.
__ADS_1
Scarlet adalah kekasih detektif Carl, seorang Polwan yang bertugas di kantor kepolisian sektor A. Dan sudah lama mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.