
Suasana di sana seketika langsung menjadi tegang setelah mendengar paparan Detektif Carl, karena cukup mengerikan. Sepertinya suntikan tadi bukanlah suntikan biasa yang ternyata malah bisa mengancam nyawa seseorang.
“Tolong kirim ambulans ke alamat ini segera. Ada pasien urgent yang harus ditangani,” ucap salah satu tamu undangan segera bertindak cepat menelepon petugas ambulans, setelah mendengarkan paparan panjang lebar dari Detektif Carl.
Beberapa saat setelahnya mobil ambulans tiba. Petugas medis segera mengangkut Tuan Luck untuk pertolongan segera.
“Ini catatan untuk Anda.” Detektif Carl menghampiri salah satu petugas medis dan memberikan catatan yang dibuatnya mengenai bagaimana kondisi Tuan Luck dan bagian apa yang mungkin terluka dan perlu mendapatkan penanganan medis lebih awal.
Hal itu ia lakukan tak hanya untuk mempermudah tugas petugas medis. Selain itu untuk keselamatan Tuan Luck sendiri, agar cepat tertolong. Karena suntikan itu mengandung sebuah racun berbahaya juga. Jika terlambat menyelamatkan akan menyebar ke semua organ dan tentu saja akan mengancam nyawa Tuan Luck.
Aku curiga penyerangan kali ini bukan tanpa alasan, bisa jadi pelaku mencurigai Tuan Luck sudah mengetahui aksinya dan dia ingin membungkamnya selamanya, batin Detektif Carl, menatap mobil ambulans yang sudah berlalu dari sana.
Para tamu undangan lain pun menjadi khawatir setelah kejadian itu. karena pelaku pembunuhan itu belum tertangkap dan parahnya lagi mereka tidak tahu siapa itu yang juga membaur dengan mereka.
Siapa saja bisa jadi tersangkanya, dan siapa saja bisa terluka karenanya.
***
Di sebuah ruangan di villa tampak tiga dokter sedang memeriksa dan merawat Tuan Noel. Bukan suatu hal sepele, pria itu sampai memanggil tiga dokter untuk merawatnya.
__ADS_1
Belakangan ini kondisinya memang memburuk Setelah dinyatakan mengalami pendarahan liver, meskipun itu tidak parah, namun ia harus tetap waspada dan hati-hati sekali setelahnya.
Tentu saja penyakitnya itu disebabkan karena statusnya sebagai seorang pengusaha wine terkenal. Ia mencicipi sendiri setiap produksi wine-nya untuk mendapatkan cita rasa yang benar-benar berkualitas tinggi. Bahkan ia pun sampai mengasuransikan organ livernya.
“Bagaimana kondisinya, dokter?” tanya seorang pelayan di sana, Parker.
Tuan Parker adalah pelayan yang ada di villa. Pria itu berusia sekitar 50 tahunan. Dia yang diserahi tugas oleh Tuan Noel selama ini untuk merawat Villa tersebut selama dia tak mengunjungi tempat ini.
“Ada racun ditubuhnya. Apakah Tuan Noel minum wine dengan campuran sesuatu?” tanya dokter.
“Maaf, aku tidak tahu, dokter. Tuan Noel berada di kantor pemasaran wine, jadi untuk Aktivitas apa saja yang dilakukannya di sana, aku tidak tahu.”
Karena Tuan Noel sangat berjasa sekali bagi keluarganya. Dia memberikan bantuan biaya pendidikan untuk anaknya sampai bangku kuliah. Dan masih banyak lainnya juga.
“Racun sudah berhasil kami keluarkan. Namun untuk satu bulan ke depan Tuan Noel tidak diperbolehkan untuk minum wine sama sekali. Atau akan terjadi pendarahan akut pada organ livernya,” papar dokter tiba-tiba.
Parker hanya mengangguk mendengarkan penuturan dan saran dari dokter untuk Tuan Noel.
***
__ADS_1
Di ruangan lain tampak Detektif Darcy dan Stuart sedang serius bekerja.
“Bagaimana dengan lima sidik jari terakhir?” tanya Detektif Darcy pada Stuart.
Mereka berdua sedang menganalisa dan mencocokkan sidik jari semua tamu undangan dengan sidik jari yang ada pada kemasan obat Tuan Curtis.
Hampir saja mereka menyelesaikan tugas itu mencocokkan sidik jari para tamu undangan, namun sayangnya sudah hampir selesai mereka tak kunjung juga menemukan kecocokan sidik jari antara para tamu undangan dengan sidik jari yang tertinggal pada kemasan obat Tuan Curtis.
“Semoga saja salah satu dari lima sidik jari ini ada yang sesuai, Tuan,” timpal Stuart.
Ia kembali mencocokkan 5 data sidik jari para tamu undangan dengan sidik jari tersangka pelaku pembunuhan.
“Oh! Bagaimana ini detektif, dari 5 sidik jari pada tamu dengan terakhir pun tak ada yang cocok dengan datang sidik jari pelaku pembunuhan,” desau Stuart lesu.
Sudah tiga jam lamanya ia berkutat dengan urusan data sidik jari tersebut, namun ternyata nihil. Sungguh pekerjaan yang menyita waktu, tenaga dan pikiran.
Detektif Darcy yang merasa pegal dan kaku punggungnya, berdiri dari tempat duduknya kemudian melipat kedua tangannya di dada.
“Jika semua sidik jari para tamu undangan tak ada yang cocok dengan sidik jari pada kemasan obat, berarti pelakunya memang bukan salah satu dari tamu undangan ini, tapi orang luar.”
__ADS_1