
Leo tergugu melihat pemandangan yang ada di depannya. Di balik pria itu tergantung sebuah tali panjang menyuruh sampai ke tanah.
Yang lebih mengejutkan lagi, tali tersebut berwarna coklat tua sama dengan tali yang sebelumnya ia temukan di tempat Amy ditemukan.
“Apa kau yang melakukan semua ini?” selidik Leo.
Pria depannya itu nampak serius menatapnya. “Apa maksudmu dan apa maumu?” Bahkan ia mengangkat senjata apinya.
Aku harus berhati-hati berhadapan dengan pembunuh ini, batin Leo.
Pria yang berdiri di depannya nampak sangat beringas dan juga garang. Bulu halus yang tumbuh di sepanjang pipi dan dagunya membuat kesannya semakin garang.
“Kau adalah pria yang melakukan pembunuhan ini,” tuduh Leo.
“Membunuh? Apa maksudmu aku membunuh istriku?!”
“Ya, sekejam-kejamnya diriku pada istriku, tidak mungkin aku akan membunuhnya. Lalu Kenapa kau menuduhku seperti ini?”
“Bukankah tali di belakang adalah tali yang kau pakai untuk menjerat korban?”
“Apa yang kau maksud ini? Aku tidak tahu apa yang kau ocehkan itu!” Pria itu nampak marah lalu membidikkan senjata apinya tepat ke arah Leo.
__ADS_1
“Jadi kau tidak sehabis menggantung seseorang di belakangmu?” Leo menegaskan kembali.
“Sekali lagi kau bicara tidak jelas begitu maka peluru ini akan tepat bersarang ke kepalamu!” ia bersiap menarik pelatuk senjata apinya.
Lalu siapa pria ini jika dia bukan pelakunya? Kenapa ada di sini? batin Leo menjadi bias sekarang. Namun tetap dalam mode waspada.
“Di tempat ini satu hari yang lalu terjadi peristiwa pembunuhan. Ada dua korban pembunuhan dengan motif bunuh diri. Kejadiannya sama dengan yang ada di sini tergantung di bawah sebuah pohon dengan tali pengikat kuda setelah tersangkut pada sebuah lubang dan terperosok,” jelas Leo panjang lebar.
Pria tadi terlihat mendengarkan dengan raut muka serius. “Pembunuhan kau bilang?”
Leo menganggukkan kepala meresponnya, yang membuat pria itu mengerutkan keningnya.
Apakah ada kasus pembunuhan di sini?
Melihat pria itu melunak maka Leo pun berani mendekatinya.
Yang diucapkan oleh pria ini mirip dengan kejadian pembunuhan sebelumnya, apakah ini juga pembunuhan? Atau hanya murni kasus bunuh diri?
“Permisi, aku adalah agen detektif swasta. Aku minta waktu sebentar untuk melakukan penyelidikan di sini jika begitu. Karena aku curiga kasus ini mirip sekali dengan kasus pembunuhan sebelumnya.”
Leo kemudian memegang tali coklat tua ini masih tergantung pada batang pohon tersebut.
__ADS_1
Karena masih belum yakin maka ia pun melihat lubang perangkap yang ada di sana.
“Hey, apa yang kau lakukan?” pekik pria itu melihat Leo yang melompat masuk ke perangkap buatan tersebut.”
Di dalam perangkap, Leo menyalakan senter pada ponsel. Berbekal sorot senter, ia mencari bukti di sana. Apakah ia akan menemukan puntung rokok di sana?
“Ini dia, aku menemukan untung rokok yang sama dengan untung rokok yang ditemukan sebelumnya. Jadi ini memang milik pelaku.” Leo mengambil puntung rokok tersebut.
Setelah keluar dari lubang perangkap, Leo menunjukkan puntung rokok tersebut pada pria tadi.
“Pada kasus pembunuhan sebelumnya juga ditemukan puntung rokok seperti ini. Jadi istri Anda bukan lah bunuh diri melainkan dibunuh oleh seseorang, Tuan.” Leo menjelaskan. “Lalu apa Anda mengetahui seseorang di sini yang memiliki rokok seperti ini?”
Marcus memegang puntung rokok yang ditunjukkan oleh Leo. Baginya penjelasan Leo terlalu cepat dan tak bisa dimengerti.
“Jadi kau bilang istriku merupakan korban pembunuhan?” tegas Marcus. Dan Leo menganggukkan kepala sekali lagi.
“Oh!” Marcus mendesau sembari mengusap mukanya dengan kasar. Juga menghembuskan napas kasar. “Jadi Bella dibunuh oleh seseorang?”
Marcus kemudian terduduk langsung di tanah dengan tubuh yang gemetar dan otot yang lemas.
“Apa benar yang kau katakan itu?” Sekujur tubuh Marcus terasa meremang.
__ADS_1
“Bella!” Tiba-tiba Marcus berteriak histeris setelah merasa semua penjelasan Leo masuk akal baginya.