Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 131 Ledakan Bom


__ADS_3

Detektif Carl membuat bom rakitan kecil seukuran separuh telapak tangan yang ia sematkan dalam sebuah kue yang ia pesan pada bakery terdekat dari kantornya.


Sengaja ia merakit bom mini seperti itu. Karena apa? Meskipun mini bukan berarti daya ledaknya kecil, daya ledaknya sama dengan jenis bom rakitan yang berukuran lebih besar.


Hanya saja jika ukurannya mini akan lebih sulit untuk menjinakkan bomnya, dan diperlukan waktu yang lebih lama daripada menyediakan bom rakitan yang berukuran lebih besar.


“Paket!” seru Leo lebih nyaring daripada sebelumnya, karena masih tak ada respon juga.


Klak! Tak lama setelahnya seorang pria keluar dari rumah super super mewah itu.


Foster Bridge sendiri yang keluar menemui Leo.


“Ada paket untuk Tuan Foster Bridge,” ucap Leo, begitu pria itu sudah sampai di pagar, di depannya.


“Paket?”


Foster Bridge mengerutkan keningnya. seingatnya dia tidak memesan paket apapun hari ini.


Siapa yang mengirimiku paket? Apakah Klien, atau Mia?


Mia, adalah kekasih barunya, sekretarisnya sendiri di kantor. Karena berwajah oke dan berbodi oke pula, maka dia pun mengencaninya.


“Dari siapa?” tanya Foster Bridge, penasaran.


“Maaf, Tuan. Pengirim paket ini tak bersedia menyebutkan namanya,” tukas Leo, seperti pengirim paket sungguhan.


“Lalu isinya?”


Setidaknya jika tidak tahu siapa pengirimnya, dia tahu isinya. Jadi dari situ dia bisa mengerti dan tahu siapa yang mengirim paket padanya.

__ADS_1


“Kue ulang tahun, Tuan,”


Hari ini, 17 Mei memang tanggal lahirnya Foster Bridge dan dia berulang tahun pada hari ini. Detektif Carl sebelumnya sudah mencari informasi tentang kapan ulang tahunnya pria itu.


Dan terkejut saja ternyata ulang tahunnya hari ini, maka momennya pas. Dan ia susun rencana itu.


Brarti kue ini dari Mia. Dia ingin memberiku surprise. Tapi, bisa jadi itu kue dari Daisy, batin Foster Bridge lagi.


Daisy adalah wanitanya yang lain, tepatnya teman kencannya yang ia kenal di sebuah bar tak lama ini.


“Silahkan tanda tangan di sini,” ucap Leo menunjukkan resi yang harus ditandatangani oleh pria itu.


Foster Bridge segera menandatangani resi tersebut lalu membawa paketnya masuk ke rumah.


Klik! Leo lalu menekan remote untuk mengaktifkan bom tersebut dan segera pergi dari sana.


Di dalam rumah, Foster Bridge segera membuka paket tersebut. Tak ada ucapan Selamat ulang tahun untuknya ataupun tulisan bermakna lainnya di sana. Hanya ada lilin ulang tahun berupa angka 39 yang ada.


Ia kemudian melirik ke arah arloji nya, namun suaranya serasa berbeda. Ia pun menanamkan indra pendengarnya.


“Suara itu kenapa terdengar berasal dari kue ini, ya?” gumamnya lagi.


Ia pun segera mengambil pisau yang ada bersama kue itu dan membelah roti tersebut.


“Apa?!” pekiknya terkejut, melihat ada bom rakitan mini di sana.


“Badjingan! Siapa yang mengirimnya padaku?” sentaknya, geram.


Tak ada waktu untuk marah karena waktunya hanya tiga menit saja untuk menjinakkan bom tersebut.

__ADS_1


“Badjingan!” makinya, kesal. Kini ia harus cepat mematikan bom tersebut.


Foster Bridge berlari membawa bom tersebut ke depan rumah dengan peralatan yang diambilnya.


“Mustahil, aku bisa menjinakkannya tepat waktu!” erangnya, frustasi.


Waktu pada bom terus berjalan dan kali ini kurang 10 detik lagi bom akan meledak.


“Bagaimana ini?!” pekiknya, bingung. Tak mungkin pula dia bunuh diri bersama bom tersebut.


Di depan rumahnya ada sebuah kolam ikan. Cepat-cepat dia melempar bom tersebut pada kolam ikan, sebelum meledak di tangannya.


Foster Bridge lalu terlaris cepat mungkin ke dalam rumah sebisa dia berlari.


Boom! Bom pun tetap meledak, meski sedikit teredam karena air. Namun tetap saja menghancurkan semuanya yang ada di bagian depan rumah Foster Bridge.


***


Di kantor polisi, Detektif Carl menyerahkan cincin yang sudah pasti itu adalah milik Foster Bridge. Ia juga menyerahkan helaian rambut putih yang sama, juga diary milik Sarah Michelin, berikut rekam kasus dan kronologis kejadian pembunuhan tersebut.


“Astaga! Foster Bridge?!” Sherif Sharma, sampai terkejut menerima laporan dari Detektif Carl.


Kali ini memang pria itu sendiri yang turun tangan menangani kasus karena beberapa bawahannya sedang cuti tugas selama beberapa pekan ke depan.


“Baru saja kemarin dia ke sini, dan sekarang dia sudah terlibat kasus pembunuhan?!” pekiknya, masih tak percaya saja.


Mantan agen polisi dan juga seorang pengusaha bisa-bisanya menjadi narapidana begini.


“Sherif, tolong hukum dia seberat-beratnya!” ucap Tuan Adolf, dengan emosi. Setelah mengetahui siapa pelaku pembunuh putrinya.

__ADS_1


Ya, Tuan dan Nyonya Adolf saat itu ke kantor polisi setelah Detektif Carl mengungkap pada mereka siapa pelaku sebenarnya.


__ADS_2