Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 223 Halusinasi Atau Bukan?


__ADS_3

Briptu Scarlet seketika berdiri dari tempat duduknya saat melihat Detektif Darcy berdiri di depan pintu ruangannya.


Pintu masuknya berbahan kaca, sehingga siapa saja yang ada di luar ruangan bisa nampak dari dalam ruangan.


“Bolehkah aku masuk?” ujar Detektif Darcy di depan pintu.


Briptu Scarlet membuang napas panjang, melihat siapa yang datang. Jujur, dia malas bertemu dengan beberapa orang, salah satunya termasuk Detektif Darcy.


Ada apa pria itu kemari? Yang jelas dia tidak suka. Mungkin bukan urusan pekerjaan tapi urusan lain.


“Ya, masuklah.” Briptu Scarlet tetap duduk di tempat duduknya, dia hanya memutar bola matanya saja sebagai isyarat.


Seperti dugaan Detektif Darcy, wanita di depannya itu tampak kusut dan sedikit kacau. Mungkin masih Terpukul dengan berita Detektif Carl yang belum juga ditemukan hingga kini.


“Apa ada sesuatu yang kau perlukan di sini? Cepat katakan. Aku ada urusan setelah ini,” bohong Briptu Scarlet, padahal dia hanya tak ingin bertemu lama dengan pria itu.


Detektif Darcy mengulas senyum termanisnya di depan Briptu Scarlet, tentu saja untuk menarik perhatiannya.


“Briptu Scarlet, aku kemari bukan untuk mencari informasi mengenai data seseorang. Tapi aku datang kemari khusus untuk menghiburmu.”


Detektif Darcy menjeda ucapannya. Ia kemudian memutar ke gagar pintu dan masuk ke ruangan dan duduk setelah dipersilakan.


“Jangan bilang kau kemari mencariku secara pribadi?” tukas Briptu Scarlet, masih duduk di kursinya dan hanya memutar tubuhnya saja menghadap Detektif Darcy.


“Aku tidak tahu kenapa tebakan selalu benar.”


Briptu Scarlet tak suka berbasa-basi panjang lebar dan bicara melantur kemana-mana, apalagi dengan pria itu.


“Lalu katakan dengan jelas apa tujuanmu datang kemari Detektif Darcy?”

__ADS_1


“Aku hanya ingin mengucapkan Bela sungkawa saja. Aku turut berduka atas hilangnya Detektif Carl.”


Briptu Scarlet mengangkat kedua alisnya. Sebenarnya tak perlu pria itu datang kemari hanya untuk berbelasungkawa saja.


Pasti ada tujuan lain, tebak Briptu Scarlet. Manik matanya berputar dan mencoba membaca apa yang dipikirkan oleh Detektif Darcy.


Tiba-tiba saja Detektif Darcy berdiri, kemudian berpindah posisi di samping Briptu Scarlet.


“Aku tahu kau sedih dan berduka. Tapi itu baik bagimu terus menerus berharap seperti ini. Lupakan dia. Di luar sana masih ada seorang yang mau menunggumu.”


“Apa maksudmu? Apa kau bilang Carl sudah mati, begitu?”


“Aku tidak bilang begitu Briptu Scarlet, jangan salah sangka kau sendiri yang mengucapnya.”


“Ucapanmu mengarah ke sana. Katakan dengan jelas apa maumu atau aku akan pergi sekarang.”


Briptu Scarlet nampak berdiri dari tempat duduknya sekarang. Dia tak suka membuang-buang waktu seperti ini.


Briptu Scarlet membuang napas panjang. Entah, dia tidak tahu dengan apa isi otak pria di depannya ini.


Apa dia tidak tahu ada orang senang kesusahan begini? Atau memang dia bodoh? Dia bahkan lebih bodoh dari Carl!


“Aku tak butuh hiburan dari siapapun. Dan ingat aku tidak bersedih,” tukas Briptu Scarlet.


Sengaja dia bilang begitu, karena tak ingin tampak lemah di depan orang lain, terutama rival lelakinya. Menunjukkan kelemahan di depan yang lain sama saja dengan memberikan kesempatan pada mereka.


“Aku akan menjemputmu nanti jika kau tak bisa datang,” desak Detektif Darcy.


Briptu Scarlet hanya melirik Detektif Darcy lalu pergi meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


“Hey! Briptu Scarlet mau ke mana kau?” tanya agen polisi di kantor.


“Keluar sebentar.” Bahkan ia tak menatap lawan bicara saat membalasnya.


***


Malam hari, di rumah Briptu Scarlet.


“Scarlet...” Terdengar suara seseorang memanggil. Bahkan suara itu terdengar familiar.


“Carl? Apa itu kau, Carl?”


Briptu Scarlet yang sedang duduk bersandar di sofa panjang sampai bangkit dari kursi kemudian berlari keluar ke arah suara itu memanggil.


Sesampainya di luar. Dia menyapukan manik matanya ke sekitar.


“Carl! Kau di mana? Apa kau pulang?”


Briptu Scarlet seperti orang bingung setelah tidak menemukan siapapun di sana. Ia yakin suara tadi adalah suara lelakinya.


Ia sampai berlari lebih jauh ke depan untuk mencari suara tadi yang tiba-tiba hilang.


“Apa aku berhalusinasi? Ataukah pendengaranku ada masalah?”


Briptu Scarlet sekali lagi mencari ke sekitar. Barangkali saja itu memang Detektif Carl.


beberapa saat setelahnya dia memutuskan untuk masuk kembali ke rumah.


“Scarlet...” Terdengar kembali suara memanggilnya saat dia menutup pintu.

__ADS_1


“Carl, jangan bercanda denganku!” sentaknya. Ia lalu membuka pintu kembali dan melirik saja ke arah luar. “Tak ada siapapun di sana.”


Tepat di saat dia menutup pintu kembali terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya.


__ADS_2