
Louis tersentak kaget begitu melihat kedatangan Detektif Carl. Dari introgasi yang sebelumnya bersama pria itu membuat tubuhnya terasa lumpuh meskipun sudah pulih, tentu saja itu menyisakan trauma tersendiri bagi Louis.
“Mungkin aku bisa membuatnya bicara, Sherif.” Detektif Carl berdiri di samping Sherif Tasman.
“Ya, silahkan saja.”
Setelah mendapatkan izin, Detektif Carl lalu mengeluarkan sebuah item dari saku bajunya. Item kali ini berbeda dengan item biasanya, bukan gelang lie detector keamarin tapi item yang lain. Sebuah topi.
Detektif Carl kemudian duduk di depan Louis Sanderman. Ia lalu membuka topi yang dilipat itu.
“Aku akan memakaikan topi ini. Sepertinya kau butuh topi melindungi dirimu dari sinar menyilaukan.” Detektif Carl langsung menaruh topi hitam tersebut di kepala Louis.
Saat ini matahari di luar sana memang bersinar menyilaukan. Sinarnya masuk menembus partisi kaca ruang interogasi.
“Apa itu?” Bukan Louis yang bicara, tapi Sherif Tasman. Dia heran saja dengan tindakan aneh Detektif Carl. Tapi dia tak bertanya lagi.
Sedangkan Louis hanya diam saja saat topi itu sudah bertengger di atas kepalanya, mengira topi itu topi biasa.
__ADS_1
“Sekarang katakan apa motifmu mengebom pesawat Canary Airlines?” tanya Detektif Carl, menatap tajam.
Louis hanya mengulas senyum tipis menatap Detektif Carl, “Tak ada.”
“Baiklah, aku ulangi lagi pertanyaannya. Berikan setidaknya satu alasan jika kau mau selamat.”
Louis masih diam dan hanya menatap Detektif Carl. Namun suatu terjadi tanpa dia sadari, setelah ia merasakan ada sesuatu dari bagian dalam topi yang menarik rambutnya.
Hiss! Louis Sanderman meringis kesakitan. Kepalanya tak hanya terasa nyeri berdenyut, tapi seperti dihantam oleh benda tumpul saja rasanya.
Akh! Bahkan Louis sampai memegang kepalanya yang terasa berdenyut hebat.
“Bukan apa-apa. Kita tunggu dan lihat saja, apakah dia tahan dengan sakitnya?”
Sherif Tasman hanya mengerutkan dahinya saja, mendengar balasan Detektif Carl.
Tak sampai lima menit kemudian, Louis tiba-tiba buka suara karena pengaruh item milik Detektif Carl. Item itu adalah item mind conveyor. Dimana sering memakainya akan dipaksa mengungkapkan isi pikirannya saat ini. Tentu saja, harga item itu lebih mahal dari lie detector.
__ADS_1
“Aku tidak suka dengan Menteri Perlindungan Anak yang saat itu naik pesawat yang sama denganku. Dia beberapa waktu yang lalu mengirimiku surat panggillan, karena mencium perilaku menyimpangku. Jadi tidak salah jika aku menghancurkan dia sebelum bertindak lebih jauh lagi.” Louis mengungkapkan isi pikirannya panjang lebar.
Hal itu sungguh mengejutkan Sherif Tasman, fakta yang sungguh mencengangkan, akhirnya terungkap sudah.
Louis sendiri setelah membongkar bibirnya dengan kedua tangannya, bagaimana bisa dia keceplosan tanpa bisa mengontrolnya?
Apa yang terjadi padaku? Apakah itu karena pengaruh topi sialan ini?
Louis kemudian mencoba melepas topi hitam dari atas kepalanya, namun tapi itu seperti ada perekatnya saja, dan tak bisa di tarik. Padahal tak ada tali pengikat atau lainnya di sana.
“Sekarang katakan apakah kau minta tolong pada Darwin Hemington untuk membantumu merakitkan sebuah bom yang susah dijinakkan?”
Louis Sanderman sibuk menarik topi hitam tadi. tapi percuma saja rambutnya kembali seperti ditarik, dan dihantam batu meteor, membuatnya kembali keceplosan.
“Hiss! Aku bayar Darwin dan memaksanya untuk membuat bom rakitan untukku. Aku tahu dia bisa merakit bom. Dia seorang jenius,” ungkap Louis Sanderman.
Detektif Carl dan Sherif Tasman, keduanya mengulas senyum tipis di ujung bibir mereka mendengar kesaksian Louis Sanderman. Maka kasus itu akan bergulir ke tahap berikutnya dengan adanya pengakuan tersebut.
__ADS_1
“Kerja bagus, Detektif Carl.” Sherif Tasman memuji.