Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 185 Diikuti Mobil


__ADS_3

Mereka bertiga tiba di rumah Samuel. Sama seperti sebelumya, Samuel pun memberikan respon yang mengejutkan dengan pemberitahuan kasus meninggalnya Amy bukan karena bunuh diri, tapi karena dibunuh.


“Bisakah kau menceritakan apa saja aktivitas Nona Amy tiga hari terakhir sebelum kejadian?” tanya Leo pada Samuel.


“Selama tiga hari Amy nampak cemas entah apa sebabnya tapi dia tak bercerita padaku. Dia sempat menyebut nama Richard. Tapi aku mengenal siapa dia. Dia bahkan meminta tolong padaku untuk mengusir Richard jika bertemu dengannya.”


Leo hanya merekam saja kesaksian Samuel. Baginya kesaksian itu sama dengan kesaksian sebelumnya. Tak ada petunjuk baru di sana.


“Apakah Nona Amy punya kekasih?”


Samuel nampak diam dengan pertanyaan itu. Dia menatap kedua orang tua Amy secara bergantian.


Apa yang harus kukatakan pada mereka? batin Samuel. Tangannya gemetar di bawah sana.


Samuel adalah kekasih Amy. Tapi Amy meminta dia merahasiakan hubungan mereka dari orang tuanya. Bukan tanpa sebab Amy berkata demikian. Karena sebenarnya Tuan Colton dan Paula berniat menjodohkan Amy dengan putra dari teman Tuan Colton.


Amy minta waktu pada Samuel untuk meyakinkan kedua orang tua mereka sebelum mengumumkan hubungan mereka.


“Tidak punya. Amy tidak punya kekasih,” kata Samuel dengan suara bergetar juga parau.


Berat baginya mengatakan yang sebenarnya meskipun Amy sudah meninggal. Tapi karena sudah terikat janji itu pun akan dipegangnya seumur hidupnya.


“Anda yakin, Nona Amy tidak punya kekasih?” ulang Leo. Dan Samuel mengangguk.


Kenapa aku merasa aneh. Seperti ada yang disembunyikan olehnya dariku, batin Leo melihat ekspresi Samuel.


Tapi ia tidak mengusut hal itu karena bukan hal penting baginya. Meskipun jika Amy punya kekasih itu tak akan membantu proses investigasi.


Leo kemudian melanjutkan investigasi selama 20 menit ke depan. Setelahnya dia beralih menuju ke rumah Louis.

__ADS_1


Louis adalah pria berusia 25 tahun, seorang atlet lari.


“Louis, kami datang kemari untuk meminta bantuan darimu.” Tuan Colton kemudian menjelaskan tujuan kedatangan mereka ke sana.


“Silahkan Tuan dan Nyonya mari bicara di dalam.”


Mereka bertiga kemudian masuk ke ruang tamu tak duduk di kursi yang sama, sofa panjang.


Louis sempat terkejut mendengar jika temannya itu bukan bunuh diri tapi dibunuh. Tapi ia akan membantu dan memberikan kesaksian yang lengkap untuk mengusut masalah itu sampai tuntas.


“Apakah Anda tahu aktivitas Nona Amy tiga hari terakhir?” Leo mengajukan pertanyaan pertama.


“Amy nampak biasa saja tiga hari ini. Dia sering menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Jadi kurasa Jika ada masalah kekasihnya itu akan membantunya.”


“Kekasih?” Tiga orang yang datang pertama itu pun terkejut. Karena sebelumnya Samuel bilang jika Amy tidak punya kekasih.”


Louis pun ikut terkejut melihat reaksi mereka.


“Samuel.”


Lagi mereka bertiga syok mendengarnya. Bahkan Samuel sendiri tadi bersaksi jika Amy tak punya kekasih.


“Jadi, Samuel kekasih Amy. Pantas saja dia tampak aneh tadi dan sekarang untuk menjawab semuanya,” lirih Leo.


Setelahnya Leo kembali mengajukan pertanyaan hingga 20 menit lamanya. Setelahnya dia beralih pergi ke rumah saksi ketiga, Mounty.


Mereka bertiga tiba di rumah Mounty, pria berusia 21 tahun yang berusia sama dengan Amy.


Langsung saja Leo mengulik informasi setelah Mounty mempersilahkannya untuk masuk.

__ADS_1


“Tuan, apakah Anda tahu aktivitas Nona Amy tiga hari terakhir sebelum kejadian?” tanya Leo kemudian.


“Amy berpamitan padaku minggu depan akan pergi ke luar kota. Dia bilang akan mencari kerja di sana.”


“Apa? Kenapa dia tidak bilang pada kami ingin menetap di luar kota?” Nyonya Paula histeris. Ternyata banyak sisi dari putrinya yang tidak dia ketahui.


Leo membuka catatannya dan Menuliskan beberapa kata disebut kemudian lanjut ke pertanyaan berikutnya.


“Terima kasih atas bantuan dari kerjasamanya yang baik, Tuan Mounty.” Leo pamitan 15 menit kemudian setelah investigasinya selesai.


Di luar, dia melihat kembali daftar nama tiga saksi wanita yang harus dikunjunginya lagi, Briana, Rose dan Chloe.


“Tolong antar aku ke rumah Nona Briana.”


“Baik, Tuan.” Tuan Colton kemudian mengantarnya ke rumah tiga wanita itu.


Mereka mendatangi rumah mereka satu persatu. Dan investigasi baru berakhir satu jam kemudian.


“Terima kasih Nyonya Paula dan Tuan Colton.” Leo segera berpamitan setelah selesai.


Ia pun masuk ke mobil dan melaju membelah jalanan padat menuju ke kantor.


Siapa itu? batin Leo melihat dari kaca spion ada sebuah mobil di tengah jalan yang mengikutinya.


Sebenarnya ia tak yakin juga apa mobil itu memang mengikutinya atau tidak. Tapi dia melakukan antisipasi juga tes kecil untuk membuktikan kecurigaannya.


Leo kemudian menambah kecepatan dan menyelidik antara beberapa kendaraan di jalanan.


“Mobil itu mengikutiku. Sial!” Leo melihat kaca spion, dan mobil itu kini sudah ada tepat di belakangnya.

__ADS_1


Leo kembali mempercepat laju mobil agar segera tiba di kantor. Dia terus menghindari kejaran mobil itu. Namun saat hampir tiba di kantor sesuatu terjadi.


Dor! Terdengar suara tembakan dari arah belakang menembus mobilnya.


__ADS_2