
Leo masih ingat apa yang dikatakan oleh Hugo.
“Putra dari pengusaha batubara di Perancis?” Ia pun kemudian kembali mencari siapa saja pengusaha batubara di negara itu.
Tak butuh waktu lama, di monitor muncul nama lima orang pengusaha batubara di sana. Ada Tuan Jordan, Tuan Edbert juga Tuan Louis.
“Aku perlu profil mereka lengkap.”
Setelah mengantungi 3 nama tersebut, Leo kemudian kembali melakukan pencarian profil mereka masing-masing.
Hanya sepersekian detik informasi mengenai mereka semua muncul kembali di monitor.
Tuan Jordan mempunyai dua putri, Heaven dan Nathalie. Tuan Edbert mempunyai satu putra dan satu putri, Kennedy dan Amber. Tuan Louis mempunyai dua putra, Gerald dan Octo.
Leo kemudian menganulir dua nama dari investigasinya, Jordan dan Edbert. Lalu lebih fokus pada satu nama terakhir.
“Apa? Jadi Tuan Luois punya seorang putra yang cocok namanya dengan salah satu nama yang di sebutkan oleh saksi mata?!” Leo terkejut.
Tapi dia merasa aneh nama yang disebutkan ada dua yaitu, Richard dan Octo. Tapi putra yang lainnya bernama Gerald. Dan jujur saja, itu membuatnya semakin pusing saja.
Karena semuanya semakin rumit. Ketika satu keping dia temukan, dia harus mencari kepingan lainnya untuk mengungkap.
“Detektif Carl, cepatlah kembali,” desau Leo.
Dia merasa membutuhkan kehadiran atasannya itu kali ini untuk memberinya petunjuk setidaknya, tapi ia tak berani menghubunginya kembali. Karena setelah sebelumnya dia menelepon, Detektif Carl tidak menghubungi nomornya, yang menandakan jika pria itu sibuk.
__ADS_1
***
Keesokan paginya, Leo berniat mengunjungi rumah Amy untuk melakukan investigasi ulang. Dia berniat untuk mencari di sana apakah ada butir kacang yang ditinggalkan pelaku di sana.
Cuckoo....
Cuckoo berdentang tepat di saat dia membuka pintu.
“Tuan, aku datang.”
Seseorang datang menghentikan langkah Leo.
“Anda... Tuan Marcus, apa yang membawa Anda datang kemari?”
“Apakah kau mau keluar, Tuan? Aku ingin membicarakan tentang kematian Bella.”
“Oh, silakan masuk jika begitu. Sebenarnya aku mau ke rumah Nona Amy, korban pertama. Tapi itu bisa kulakukan nanti, setelah urusan kita selesai.”
Marcus kemudian duduk di kursi berhadapan dengan Leo.
“Jadi bagaimana Tuan?” tanya Leo.
“Aku ingin kau menangkap pelaku pembunuh istriku. Tolong. Setidaknya dengan mengungkap siapa pelakunya, Bella bisa memaafkan kesalahanku padanya.”
Leo sebenarnya tak tahu menahu ada masalah apa antara Tuan Marcus dan istrinya dan ia tak akan mengulik itu.
__ADS_1
“Baiklah Tuan. Mungkin Anda Bisa membantuku dengan melengkapi berkas penyelidikan.”
Leo kemudian menerangkan jika investigasi sebelumnya sudah menemukan beberapa petunjuk, namun belum lengkap. Ia sangat berharap kesaksian dari tuan Marcus ini akan melengkapi petunjuknya.
“Apakah di rumah Anda, khususnya di kamar Nyonya Bella ada mutiara?”
Marcus nampak diam dan berpikir. Seingatnya istrinya itu memang penggemar mutiara. Di rumah ada beberapa anting mutiara dengan warna yang berbeda.
“Bella juga mempunyai cincin yang terbuat dari bahan mutiara. Terkadang dia juga menghadiahkan beberapa mutiara pada sanak keluarga atau teman. Lalu aku tidak tahu mutiara seperti apa yang kau maksud, Tuan?”
Marcus nampak bingung, karena begitu banyak mutiara di rumah. Ada juga mutiara yang masih belum dibentuk menjadi perhiasan, yang berada dalam sebuah kotak perhiasan khusus.
Leo pun ikut bingung mendengarnya. Jika seperti itu akan sulit mencari mana kacang yang sesungguhnya.
“Apakah Nyonya Bella membeli mutiara itu sendiri atau hadiah dari seseorang?”
“Dia membelinya sendiri. Dia tak pernah menerima hadiah berupa perhiasan seperti itu dari siapapun.”
“Di mana biasanya Nyonya Bella membeli semua mutiara itu?”
Leo menduga jika koleksi mutiaranya banyak seperti itu maka pasti Nyonya Bella bukan membelinya secara langsung di toko perhiasan tapi mungkin saja dari peternak mutiara atau pemasok mutiara untuk mendapatkan harga yang lebih miring dari aslinya.
“Dia membeli semua mutiara itu dari seorang pengusaha perhiasan di luar daerah dengan harga di bawah pasar dan berlangganan di sana. Seingatku Bella pernah bilang menjual mutiara itu bernama Richard.”
“Ricard?” pekik Leo terkejut.
__ADS_1