
“Alland, kemari!” Kembali terdengar sebuah suara dari dalam rumah.
Pelayan itu hanya diam tak berani merespon.
Bagaimana ini? Kenapa Tuan malah memanggilku?
“Tuan mu memanggil, mungkin jika kau tidak masuk tuanmu itu akan marah padamu.” Detektif Carl menakut-nakuti pelayan tadi.
Tanpa berkata apa yang tadi pun terbalik kemudian masuk ke rumah.
“Hais! Kira-kira siapa yang memanggil pelayan itu barusan?” ujar Detektif Carl.
Sungguh, ia tak tahu. Bisa saja itu Jeremy Viedra, Richard Viedra, atau Octopus Viedra jika dia beruntung.
Selang beberapa saat kemudian pelayan itu kembali. Ia menghampiri Detektif Carl yang masih menunggu di luar pagar.
“Tuan, silahkan masuk.”
Pelayan membuka pagar. Detektif Carl pun mengulas senyum tipis kemudian masuk mengikuti pelayan itu.
Benar rumah yang megah. Bahkan semua lantainya marmer kualitas nomor satu, batin Detektif Carl saat sepatunya berderit menyapu lantai.
Belum lagi interior rumah tersebut. Sangat mengesankan. Berbagai hiasan kristal menghiasi buffet di tambah lagi pajangan estetika lainnya yang berharga mahal juga tergantung di dinding.
“Silahkan duduk dulu, Tuan,” kata Pelayan. Detektif Carl langsung duduk di sofa putih panjang itu.
__ADS_1
Setelah pelayan tadi pergi, muncul seorang pria di ruang tamu. Detektif Carl tampak terkejut melihat melihat sosok pria yang datang.
Siapa lagi jika bukan sosok yang mirip sekali dengan foto yang dilihatnya sebagai Octopus Viedra.
Beruntung sekali, aku bertemu dengannya hari ini, batin Detektif Carl tersenyum dalam hati.
“Halo, Tuan. Ada yang bisa ku bantu?” Pria itu kemudian duduk di hadapan Detektif Carl.
“Ya, Tuan. Aku dari Perancis. Aku kemari mau menanyakan satu hal tentang perhiasan.”
Detektif Carl lalu menunjukkan faktor pembelian Nyonya Bella, pemberian dari Marcus tadi.
Dia sudah mempersiapkan sebelumnya hal itu untuk dijadikan alasan pergi ke mari untuk menemui Octopus.
“Sebenarnya bukan masalah. Di sini istriku mendapatkan hadiah dari La Beauté, mungkin itu terlalu berlebihan Tuan.” Lagi, ia berbohong dan mengaku sebagai suami dari Nyonya Bella.
Pria menawan dengan tatapan hangat di hadapannya itu mengerutkan kening.
“Jika begitu, mungkin istri Anda memang pelanggan setia jadi berhak mendapatkan hadiah itu. Itu program toko kami selama bulan ini.”
“Aku mau mengembalikan hadiah itu dan mengambil kembali jiwa Bella darimu Tuan Octo.”
Dari kotak hadiah yang diterima oleh Nyonya Bella Berapa waktu yang lalu tertera nama Octo di sana, bukan Ricard. Marcus mengkonfirmasi itu sebelum dia pulang dari kantor detektif.
Raut muka pria itu seketika langsung berubah pucat mendengar nama itu disebut.
__ADS_1
“Octo? Maaf, Tuan. Aku Richard.”
Penjelasan pria itu malah mengejutkan Detektif Carl. Pria itu menyebut dirinya Richard bukan Octo. Padahal wajah mereka mirip, benar-benar sama persis.
“Anda Tuan Richard? Tapi kenapa Anda mirip sekali dengannya?” tanya Detektif Carl.
“Kami berdua kembar.”
“Kembar?” Lagi, pria itu kembali terkejut dibuatnya. Sungguh keterangan jika mereka berdua kembar tak ada di data.
“Kami kembar. Mungkin orang luar akan sulit membedakan kami karena kembar identik. Hanya keluarga dan ya sering bertemu dengan kami yang bisa membedakan kami dengan cepat,” jelas Richard.
Mendapati fakta baru mengenai identitas mereka, memunculkan spekulasi baru. Lalu sebenarnya usaha perhiasan itu milik siapa?
“Maaf, Tuan ada yang masih membuatku bingung, di sini. terus terang saja pada faktur pembelian perhiasan beberapa terlampir nama Anda, tapi di faktur pembelian lain tercantum nama Tuan Octo. Apakah kalian berdua menjalankan perusahaan ini bersama?”
“Toko perhiasan ini adalah milikku. La Beauté adalah milikku. Aku sendiri yang mengelolanya. Tapi Octo beberapa kali ternyata ikut campur di belakangku tanpa sepengetahuan dariku. Dia sering memberikan hadiah pada beberapa customer ku tanpa memberitahuku terlebih dulu. Jujur, sebenarnya aku juga tidak menghadiahkan perhiasan pada istri Anda. Mungkin itu adalah perbuatan Octo.”
Lagi, Detektif Carl kembali terkejut dengan penjelasan Tuan Richard.
“Tuan, aku kemari sebenarnya ada urusan dengan Tuan Octo. Beberapa hari yang lalu dia datang ke Perancis, ke tempatku. Sekarang aku kemari ingin bertemu dengannya.”
Tuan Richard nampak panik kembali begitu Detektif Carl bilang ingin bertemu dengan saudara kembarnya.
“Apa yang dilakukan Octo di sana?”
__ADS_1