Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 145 Acara Terakhir


__ADS_3

“Tidak!” gerutu Detektif Carl masih kesal dengan misi yang diberikan padanya mendadak seperti ini.


Tak sengaja Leo lewat depan kamar Detektif Carl dan pintu kamarnya terbuka, sehingga bisa mendengar apa yang pria itu ucapkan.


“Detektif, ada apa denganmu? Apakah terjadi sesuatu?” tanya Leo, masuk ke kamar, setelah mendengar teriakan pria itu.


Detektif Carl berbalik dan menatap Leo.


“Hais, tak ada apa-apa, Leo.”


Tak mungkin dia akan bercerita pada asistennya itu tentang misi dadakan dari sistem yang barusan diterimanya, yang membuatnya kesal dan geram setengah mati kenapa tidak dari awal saja notifikasi itu masuk untuknya. kenapa baru sekarang saat kasus itu sudah di ambil alih oleh Detektif Darcy?


Sungguh menyebalkan sekali....!


Detektif Carl lalu membanting pantatnya dengan keras, duduk di sebuah kursi yang ada di sudut ruangan.


“Leo, jika kau tahu setiap informasi perkembangan kasus pembunuhan ini maka segera beritahukan padaku,” pintanya, menjelaskan.


“Baik, Detektif.”


Leo sendiri merasa aneh padahal sebelumnya, atasannya itu bilang tak akan menangani kasus tersebut tapi baru saja dia bilang padanya untuk melaporkan setiap perkembangan kasus yang ada. Sungguh membingungkan sekali.


“Ada apa ya dengan Detektif Carl?” gumamnya di luar kamar, sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.


***

__ADS_1


Detektif Darcy sudah selesai mengambil semua sidik jari tamu undangan yang hadir, meskipun sidik jari Leo dan Detektif Carl terlewat, juga Tuan Noel sebagai owner, tak diambilnya.


“Stuart, sekarang cocokkan sidik jari yang tertinggal di bungkus obat dengan semua sidik jari pada tamu undangan,” perintah Detektif Darcy pada Stuart, di ruangan lain.


“Baik, Tuan.” Stuart segera mengerjakan apa yang diperintahkan Detektif Darcy padanya.


Tak mudah dan butuh waktu lama untuk mencocokkan setiap sidik jari yang ada dengan sidik jari yang tertinggal pada kemasan obat.


Terlebih dengan peralatan yang seadanya karena memang alat yang mereka punya alat biasa, bukan item dari sistem seperti milik Detektif Carl.


“Darcy, sepertinya kau kesulitan, hm. Apa kau butuh bantuanku?” ucap Detektif Carl, berhenti sebentar saat melihatnya.


“Kau mau membantuku?! Ha, tanpa bantuanmu aku bisa menyelesaikannya sendiri. Bilang saja jika kau ingin mengambil alih kasus ini. Kau sudah kalah langkah di belakangku,” ungkapnya dengan penuh percaya diri.


Sebenarnya Detektif Carl bukan ingin membantunya tapi hanya ingin melihat saja bagaimana perkembangan kasus yang ditangani oleh Detektif Darcy ini.


Detektif Darcy hanya diam saja saat Detektif Carl sudah melenggang pergi.


Sepertinya dia bingung karena kasus ini sudah ku ambil. Carl, kau memang pecundang. Di awal saja kau sudah kalah start, batin Detektif Darcy menatap punggung rival abadinya itu yang berlalu dengan tatapan menyepelekan.


Karena hasilnya belum keluar dan masih menunggu, maka Tuan Noel kembali mengajak para tamu undangan untuk melihat kantor pemasaran anggurnya di Pulau Brisago ini.


Dia tidak mewajibkan semuanya untuk ikut dirinya ke kantor pemasarannya, tapi hanya mereka saja yang mau. Karena dia tahu seperti apa kondisinya saat ini.


Tuan Noel hanya menjalankan tugasnya saja. Acara terakhirnya memang membawa tamu undangan ke kantor pemasarannya yang baru yang akan dibuka hari ini. Setelah ini selesai, baru lah acara ini berakhir.

__ADS_1


“Silahkan yang ingin mengikuti acara pembukaan kantor pemasaran baru di sini, ikuti aku,” ucap Tuan Noel mengakhiri sambutannya.


“Ayo pergi saja daripada di sini.”


“Ya, penat di sini. Lebih baik kita itu saja ke kantor pemasaran Tuan Noel.” Tamu undangan yang lain merespon.


“Sebaiknya aku juga ikut mereka daripada di sini bersama Darcy dan asistennya itu,” cicit Detektif Carl, melirik ke samping dan ruangan hampir kosong.


Ia kemudian segera bergabung dengan tamu undangan lainnya keluar dari villa menuju ke kantor pemasaran anggur.


Tak kami bersenang lama kemudian mereka tiba di kantor pemasaran anggur milik Tuan Noel yang berada 500 meter dari kebun anggur.


Mereka melewati jalanan yang separuhnya masih dalam proses perbaikan. Ada lubang di tengah dan di tepi jalan, dengan lebar 20 cm. Di kiri-kanan jalan terdapat galian yang belum ditutup.


“Jalan disini buruk sekali,” keluh beberapa tamu undangan.


“Ya, sepertinya beli villa di daerah sini tidak masuk rekomendasi.”


“Maaf, Tuan semua atas ketidaknyamanannya selama berada di sini. Mohon pengertiannya jalanan di sini sedang dalam perbaikan untuk peningkatan performa Pulau Brisago,” papar Tuan Noel, setelah mendengar selentingan selentingan di belakang telinganya.


Para tamu undangan pun terdiam langsung, tak berani berkomentar lagi.


“Ini kan galian kabel yang tadi aku lihat?” gumam Detektif Carl, berhenti sejenak melihatnya.


Dia hafal dengan jelas lokasi kabel yang terurai berada, tak jauh dari gardu induk berada.

__ADS_1


Iseng dia melongokkan kepala ke galian tersebut untuk melihatnya.


“Astaga! Apa yang di lakukan oleh petugas instalasi itu? Kabel semakin semrawut, plus tak ada perlindungan di sini apakah ini tidak berbahaya?!” pekiknya terkejut.


__ADS_2