Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 219 Hutan Montego


__ADS_3

Briptu Scarlet benar-benar tak menyangka menatap ponselnya. Bahkan tangannya tampak gemetar saat itu.


“Nomor Carl aktif! Dia hidup! Dia tidak mati!” pekik Briptu Scarlet.


Namun sampai sambungan berakhir, telepon itu tak diangkat. Dan itu membuatnya lesu kembali.


“Ada apa? Apa kau yakin nomor Detektif Carl aktif?” tanya Briptu Venus.


Melihat raut muka frustasi familinya itu, Briptu Venus bingung tak tahu harus bilang apa lagi untuk menghiburnya.


“Ya, kenapa aku tak melacaknya saja melalui GPS?” pekik Briptu Scarlet yang baru kembali kesadarannya setelah pikirannya sedikit tenang.


Langsung saja ia melakukan pelacakan. Hanya dalam waktu singkat dia menemukan lokasi keberadaan Detektif Carl.


“Venus, aku menemukannya. Aku menemukan lokasi di mana Carl berada.” Briptu Scarlet tampak mengulas senyum lebar. “Lihat ini! Apa kau tahu di mana lokasi ini?” Ia menunjukkan lokasi di ponselnya.


“Hutan Montego?!”


“Katakan kau tahu lokasi hutan itu, bukan?” Briptu Scarlet tampak bersemangat sekali setelah menemukan petunjuk.


Briptu Venus masih diam, sembari menelan salivanya dengan berat.


Hutan Montego bukan hutan biasa. Hutan itu lebat sekali. Selain aksesnya yang sulit dijangkau, beredar berita jika ada seseorang yang masuk ke hutan itu kemungkinan, hanya kecil dia bisa keluar dari sana.


Selama ini banyaj juga korban kecelakaan pesawat yang jatuh di sana dan sampai lama korban tak ditemukan.


Bagaimana aku bisa menyampaikannya pada Scarlet? Mungkin saja lelakinya itu memang ada di sana. Mungkin dia selamat tapi bisa juga dia meninggal. Siapa yang tahu?

__ADS_1


“Venus, kau diam saja, ada apa? Kau bisa mengantarku bukan?” tanya Briptu Scarlet saat saudaranya itu terdiam cukup lama.


“Sebentar, aku akan memberitahukan yang lainnya mungkin mereka bisa membantu kita untuk menemukan Detektif Carl.


Briptu Venus lalu segera mengeluarkan ponselnya. Dia lalu menghubungi nomor salah satu tim pencarian korban pesawat kali ini. Dia memberitahukan jika ada petunjuk tentang korban yang jatuh di hutan Montego.


Percakapan perasa selama lima menit tapi dan kemudian berakhir.


“Bagaimana?” tanya Briptu Scarlet tak sabar.


“Aku sudah memberitahukan informasi itu pada tim pencarian. Mereka akan menemani kita dalam pencarian di sana. kemungkinan besar jika kekasihmu ditemukan di sana maka beberapa penumpang lain pasti juga ada di sana,” terang Briptu Venus panjang lebar.


Namun tetap tidak menjelaskan Seperti apa kondisi Hutan Montego. Karena tak ingin membuat saudarinya itu kecewa. Lebih baik biar Briptu Scarlet yang mengetahuinya sendiri.


“Jika begitu, antar aku ke sana,” pinta Briptu Scarlet.


Briptu Venus kemudian segera melajukan mobilnya menuju ke Hutan Montego yang berada 10 km dari perairan tempat mereka berada sekarang.


Di lain tempat beberapa mobil tim pencarian juga meluncur menuju ke Hutan Montego setelah mendapatkan informasi dari Briptu Venus.


“Kita sampai.” Begitu Briptu Venus mematikan mesin mobil, Briptu Scarlet surat turun dari mobil.


Wanita itu takkan berlari masuk ke hutan seorang diri.


“Scarlet, tunggu! Berhenti!” teriak Briptu Venus. Belum sempat ia menjelaskan seperti apa Kondisi hutan itu dan akan mengingatkannya namun saudarinya itu sudah masuk duluan ke hutan.


Dor! Terpaksa Briptu Venus melesatkan sebuah tembakan peringatan untuk menghentikan saudaranya itu.

__ADS_1


Briptu Scarlet yang sudah berlari jauh pun akhirnya berhenti kemudian berbalik.


“Ada apa Venus melepaskan tembakan peringatan seperti itu? Apakah ada sesuatu yang berbahaya di sini?” Ia pun memutuskan untuk berhenti dan menunggu saudaranya itu datang.


Tak berselang lama kemudian Briptu Venus datang.


“Ada apa Venus, kenapa kau menghentikan aku?”


“Sebenarnya hutan ini berbahaya. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu. Jadi sebaiknya menunggu tim pencarian datang baru masuk ke sana.”


Briptu Scarlet yang sebenarnya Tak sabar ingin melakukan pencarian sendiri terpaksa menurut pada saudaranya itu.


Setelah tim pencarian datang dan bergerak, Briptu Scarlet pun ikut masuk ke hutan kembali.


Pohon di sana memang menjulang sangat tinggi sekali dan nampak mengerikan dengan suasana yang terlihat sedikit gelap di hari yang masih pagi.


“Ada seseorang di balik semak!” pekik seorang agen polisi.


Tim pun kemudian segera bergerak ke titik yang ditunjuk oleh agen polisi tadi.


Benar saja, di sana ada seseorang. Namun dalam keadaan sudah meninggal tentunya. Tungkai kakinya patah setelah diperiksa. Bahkan beberapa ruas tulang rusuknya pun juga patah. Ada luka gores yang dalam pada bagian punggung. Mungkin itu karena goresan batang pohon.


Hiss! Briptu Scarlet yang melihat korban meninggal dengan mengenaskan, meremang seketika.


Seluruh otot yang ada ditunggunya seperti mati rasa dan kehilangan tenaga. Ia benar-benar tak tahan melihat kondisi korban seperti itu.


*

__ADS_1


Akak semua minta tolong kunjungi Channel you tube ku ya di @jokelucu... itu tebakan lucu. Subscribe ya... Makasiih😁


__ADS_2