Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 262 Menemukan Korban Louis Sanderman


__ADS_3

“Suara siapa itu?” pekik seorang agen polisi.


“Suaranya berasal dari lantai atas.”


Semua pasang mata yang ada di sana, kemudian menatap ke lantai atas, ke sumber suara berasal.


“Kita periksa ke sana dulu.”


Semua agen polisi kemudian beralih, segera menuju ke sumber suara. Mereka melewati tangga coklat yang berulir yang berkarat di bagian pegangannya.


Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang terbuka,di antara semua ruangan lainnya yang tertutup.


“Tolong! Tolong!” Dari ruangan itu kembali berteriaklah seorang gadis kecil yang kondisinya terikat erat di sebuah kursi kayu.


“Astaga!” Agen polisi yang melihat itu segera masuk ke ruangan tersebut.


Di ruangan itu, tak hanya ada satu gadis kecil yang terikat di sebuah kursi. Tapi ada beberapa gadis kecil lainnya yang juga terikat di kursi lain.


Jika di hitung ada sepuluh anak yang diikat di ruangan itu. Kondisinya semuanya mengenaskan. Ada yang pucat, sepertinya tidak makan selama berhari-hari.

__ADS_1


Ada yang tak sadarkan diri juga, ada yang kedinginan dan ada yang terlihat depresi.


“Cepat lepaskan ikatan mereka semua,” ujar seorang agen polisi.


Semua agen polisi yang ada di sana kemudian setelah bergerak cepat, melepas tali yang mengikat dan membelenggu tubuh kecil para sandera.


“Dua anak ini tak sadarkan diri. Dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.” Seorang agen polisi menemukan lagi satu anak pingsan dengan tubuh sedingin es, namun masih bernafas.


“Aku akan panggilkan ambulans setelah ini.” Polisi lain menimpali.


“Terima kasih, sudah melepaskan kami. Kami takut pada kaka tampan itu. Mereka melukai kami.” Seorang gadis kecil bertutur dengan gementar dan beruraian air bening yang mengalir dari sudut mata.


“Kalian semua aman bersama kami. Jangan takut dan khawatir lagi. Pria monster yang kalian sebutkan itu sekarang sudah mendekam di jeruji besi. Jadi akan ada lagi yang menyentuh atau melukai kalian semua.” Salah satu agen polisi memberikan penjelasan untuk menenangkan mereka semua.


Karena bagaimanapun juga kondisi psikis mereka pasti terganggu, juga terguncang atas kejadian yang menimpa mereka.


***


Siang hari kantor polisi wilayah Perancis kembali ramai. Di dalam kantor, agen polisi meminta keterangan pada para korban, para gadis kecil yang merupakan korban dari kebejatan Louis Sanderman.

__ADS_1


“Baik, apalagi yang dilakukan pria itu padamu, gadis kecil?”


“Setelah membujukku dan memberiku banyak mainan, kakak tanpan itu mengajakku bangunan tua tadi. Dia ... menyentuh tubuhku setelah melepas bajuku. Dan dia ....” Agen polisi meminta gadis kecil itu untuk tidak melanjutkan kesaksiannya bagian itu, karena jujur saja, mendengar kekerasan seksual itu terjadi pada anak kecil di bawah umur, membuat hatinya terasa diremat.


Dua jam setelahnya para orang tua korban datang menjemput putri mereka, serap ya kepolisian menghubungi anggota keluarga mereka masing-masing.


“Ibu!” Seorang anak kecil berlari dan mendekap erat ibunya.


“Tak apa, Sarah. Semuanya akan baik-baik saja, Sayang. Pria keji itu akan mendapatkan balasan yang setimpal karena telah menyakitimu.” Wanita itu memeluk putrinya dengan menangis sesenggukan.


Para ibu korban yang lain tak terima dan memprotes keras tindakan Louis Sanderman yang terkutuk.


“Hukum Louis Sanderman seberat-beratnya!” teriak banyak wanita di luar kantor polisi.


Mereka tak terima sama sekali dengan perilaku menyimpang Louis Sanderman, dan menuntut hukuman berat untuk pria itu.


***


Terima kasih Kakak semua yang sudah mendukung meskipun tidak berkomentar di sini. Kisah ini akan tamat besok. Tapi akan tetap dilanjutkan dengan kisah putranya Detektif Carl.

__ADS_1


__ADS_2