
Tuan Curtis dan Tuan Fredy adalah pengusaha anggur. Namun tidak mengolah anggur tersebut menjadi wine. Mereka hanya menjual mentah semua anggur mereka pada pengusaha wine.
Aset mereka melimpah. Tak hanya kalangan lokal yang mereka pasok, namun mereka juga sampai mengekspor anggurnya ke beberapa negara. Jadi mereka berdua bukan pengusaha kaleng-kaleng biasa. Bisa dibayangkan sendiri seperti apa penghasilan mereka.
“Ternyata masih ada kaitannya dengan wine,” gumam Detektif Darcy.
Pria itu kemudian beralih menatap Stuart yang masih ada di dekatnya, dan sedang sibuk mencari informasi penting untuknya.
“Stuart, aku butuh semua data diri semua peserta tamu undangannya hadir di acara ini.”
“Ya, Detektif. Tunggu sebentar aku akan mencarikannya untukmu.”
Stuart yang sedang mencari informasi lainnya terpaksa mencari informasi data yang diminta oleh Detektif Darcy.
Untuk apa dia minta semua data diri tamu undangan? Bukankah sudah jelas jika semua tamu undangan di sini bukan orang biasa? batin Leo.
Asisten Detektif Carl itu berada di luar ruangan, di dekat pintu masuk. Dia berdiri di sana dan menguping pembicaraan mereka berdua.
Sengaja ia melakukan itu karena perintah dari Detektif Carl sebelumnya untuk mencuri informasi yang didapatkan Detektif Darcy. Licik memang. Tapi hanya itu satu-satunya cara untuk mencari informasi karena semuanya sudah diambil alih oleh Detektif Darcy dan tak menyisakan apapun untuk Detektif Carl.
Jika mencarinya seperti ini tidak efektif. Cepat atau lambat aku akan ketahuan saat itu juga tidak efisien, juga melelahkan. Kenapa aku tidak menyadap mereka saja? batin Leo tiba-tiba terlintas sebuah ide brilian.
Meskipun hanya asisten, tapi Leo mempunyai beberapa item perlengkapan yang canggih untuk mendukung kinerjanya. Meskipun item itu tidak secanggih milik Detektif Carl, namun setidaknya cukup membantu tugasnya selama ini.
“Aku akan tunggu momen yang pas dulu,” celetuk Leo.
__ADS_1
Manik matanya sedari tadi tak lepas dari dua pria yang ada dalam ruangan itu, juga telinganya ia buka lebar-lebar untuk menangkap semua informasi yang ada.
“Mungkin sekarang saat yang tepat.” Ia merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sebuah chip kecil yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.
Chip itu biasanya digunakan untuk menyadap informasi dari para klien selama ini.
Tac! Leo melempar chip tersebut dengan cepat dari sebuah jendela yang ada di dekatnya yang memang sudah terbuka dari tadi.
Ia lempar chip itu pada Stuart, tepat di bagian belakang lehernya. Karena saat itu tidak memungkinkan jika dia melempar tersebut pada Detektif Darcy. Selain posisinya cukup sulit juga memungkinkan resiko ketahuan menyadap lebih besar.
“Aduh! Dasar nyamuk pengganggu,” gerutu Stuart setelah chip penyadap tersebut menempel di tengkuk lehernya.
“Beres sudah tugasku.” Leo hanya tersenyum kecil, kemudian segera berlalu dari sana. Dan tinggal mendengarkan saja semua percakapan Stuart dan Detektif Darcy.
“Ini, Tuan.”
Detektif Darcy kemudian membawa data yang diserahkan oleh Stuart padanya. Dia mempelajarinya dan membacanya dengan seksama.
Tak butuh waktu lama untuk membaca dan menemukan informasi bagi Detektif Darcy mencari informasi yang dibutuhkannya.
“Jadi... ada pengusaha buah anggur lainnya, selain Tuan Curtis dan Tuan Fredy.” gumamnya lirih, kemudian menaruh kembali data tersebut ke meja.
Dari data ditemukan ada tiga orang lainnya pengusaha buah anggur. Ada Tuan Dawn, Tuan Kaflin dan Tuan Flico.
Tuan Dawn memang petani anggur murni. Sedangkan Tuan Kaflin dan Tuan Flico mempunyai usaha lain selain pengusaha anggur, yaitu usaha pengemasan minuman.
__ADS_1
“Tunggu, mereka berdua juga ingin merambah ke usaha pembuatan wine jenis baru?” pekik Detektif Darcy terkejut.
Karena usahanya sudah sukses tapi kenapa masih ingin membuka usaha baru lagi?Apakah masih kurang?
***
Di luar ada petugas medis dari pihak rumah sakit yang mengantar hasil rekam medik Tuan Luck dan Tuan Fredy.
Tuan Noel sebelumnya berpesan padahal petugas dan pelayan yang ada di villa jika ada petugas medis yang datang untuk menyerahkan rakam medis, maka akan menerima rekam medis tersebut dan menyerahkannya pada Detektif Carl.
“Ini Tuan rekam medisnya.” Petugas medis menyerahkan dua rekaman medis.
Saat itu Parker yang menerima rekam medis tersebut. Pria itu kemudian segera menyerahkannya pada Tuan Noel.
“Berikan rekam medis itu padaku,” pinta Tuan Noel begitu melihat parkir masuk ke kamar.
Tuan Noel melihatnya sebentar namun tentu saja dia tidak mengetahui istilah medis. Ia lalu menyerahkan kembali rekam medis tersebut pada Parker setelah selesai membacanya.
“Berikan rekam medis itu pada Detektif Carl,” ucapnya.
Detektif Carl memang sudah kembali ke ruangannya 2 jam yang lalu. Ia tak ingin mengganggu waktu istirahat Tuan Noel. Lagipula saya juga sudah menyampaikan inti pesan penting yang ingin disampaikannya pada pria itu.
“Baik, Tuan,” jawab Parker. Ia lalu segera menyerahkan rekam medis tersebut pada Detektif Carl.
“Berhenti!” Tiba-tiba seorang datang dan menghentikannya.
__ADS_1