Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 104 Menyamar


__ADS_3

Detektif Carl tak berani mengambil kesimpulan secara dini. Di antara dua pria yang menjadi tersangka, pasti ada salah satu yang menjadi tersangka pelaku pembunuhan berantai.


Baik Detektif Carl maupun Briptu Scarlet, keduanya diam tak berucap sepatah kata pun.


Sebaiknya aku melaporkan hal ini pada tim. Agar mereka bisa bergerak dengan cepat dan segera menyelidikinya, batin Briptu Scarlet.


Ia segera mengambil ponselnya. Dengan cepat ia mengetik pesan tentang dua pria yang menjadi tersangka utama, juga mengirimkan foto dua pria tersebut pada tim, agar segera dilakukan investigasi lanjutan.


“Kau mengirim pesan pada mereka?” tanya Detektif Carl, melihat wanitanya memasukkan kembali benda pipih ke saku baju.


Briptu Scarlet hanya mengangguk tanpa bersuara saja meresponnya.


“Cepat habiskan makannya.” ucap Detektif Carl, menggeser Satu menu ke arah Briptu Scarlet sebelum makanan itu dingin.


Mereka berdua menghabiskan makanan mereka sembari menunggu dua pria yang mereka curigai tadi beranjak dari restoran.


“Sepertinya pria itu mau keluar,” lirih Briptu Scarlet, melihat pria yang memakai aksesoris gelang ikan menelan bom, beranjak dari kursi.


“Tunggu, duduk dulu.” Detektif Carl, menarik tangan Briptu Scarlet yang akan mengikuti pria tadi.


“Kenapa kau menahanku?” protesnya.


“Nanti dulu, atau dia akan menyadarinya.”


Briptu Scarlet pun terpaksa duduk kembali dengan berat hati.

__ADS_1


Lima menit kemudian, barulah mereka berdua keluar dari restoran cepat saji itu.


Untung saja, pria tadi baru keluar dari restoran jadi mereka tidak kehilangan jejaknya.


Klik! Detektif Carl segera mengunci pintu mobil putihnya setelah mereka duduk. Mobil melaju setelahnya, mengikuti mobil hijau gelap di depannya.


Kring! Baru saja 10 menit berada di jalanan tiba-tiba ponsel Briptu Scarlet berdering.


Ia segera mengangkat ponselnya, ternyata telepon dari agen polisi yang merupakan rekannya dalam satu tim.


“Briptu Scarlet, kami mendapatkan sedikit informasi. Mengenai simbol dari gelang yang kau kirim itu merupakan simbol dari anggota Black Jack.”


“Black Jack?”


Detektif Carl sampai ikut menoleh ke arahnya mendengar nama kelompok sindikat tersebut. Setahunya kelompok itu ada di daerah Perancis. Tapi bagaimana bisa ada di Swiss?


“Ada apa?”


“Ada sesuatu yang sangat urgent. Aku akan jelaskan padamu nanti.”


Melihat raut wanita itu yang tampak serius, maka Detektif Carl segera putar haluan dan menuju ke kantor polisi.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di sana. Suasana ramai. Agen polisi kembali menginterogasi dua anggota Black Jack yang akhirnya memberikan pengakuan mengejutkan setelah disiksa juga dihajar sampai babak belur.


***

__ADS_1


Malam harinya, Detektif Carl dan Briptu Scarlet pergi ke tiga gym yang diduga akan menjadi korban pembunuhan seri berikutnya.


Mereka topeng lateks untuk menyamarkan wajah dan identitas mereka, agar pelaku tak mencurigai mereka. Karena sebelumnya, pelaku sudah bertemu dengannya dan agen polisi lain. Maka cara ampuh satu-satunya adalah dengan menyamar.


“Ingat, segera hubungi aku jika kau tak bisa mengatasinya saat melihat pelaku datang.” titah Detektif Carl, berhenti di depan Stanza Gym dan menurunkan Briptu Scarlet di sana.


“Pasti.”


Setelah mengantarkan kekasihnya, Detektif Carl lalu pergi ke Manor Gym. Prediksinya pelaku akan menyatroni dua gym tersebut karena sebelumnya sudah ketahuan saat datang ke Power Gym.


“Aku berkeringat juga padahal aku tidak serius melakukannya.” cicit Detektif Carl, bergabung mendua agen polisi lainnya yang juga menyamar, melakukan arm formed.


“Jika begitu kau duduk saja dulu,” sahut agen polisi.


“Idemu bagus juga. Aku memang merasa haus,” timpal Detektif Carl.


Ia kemudian berjalan menuju ke dekat meja instruktur berada. Di dekat meja itu ada sebuah kursi panjang, di sana ada satu dus berisi air mineral yang sengaja disiapkan oleh instruktur bagi semua pengunjungnya.


“Segar sekali rasanya,” Detektif Carl mengambil satu botol air mineral dan menunggunya langsung misalnya sampai habis.


Ia berjalan menuju ke tempat sampah untuk membuang botol kosong tersebut. Secara bersamaan seorang pria misterius berjalan melewatinya masuk ke belakang.


Siapa pria tadi? Mencurigakan sekali, batinnya lalu mengikuti dengan berjalan pelan masuk ke belakang.


Ia berhenti saat pria yang memakai setelan mencolok mata, atasan dengan bawahan senada, orange terlihat mencari seseorang di sana.

__ADS_1


Benar saja, ia baru berhenti mencari setelah bertemu dengan instruktur Manor Gym.


__ADS_2