
Tak berapa lama kemudian Tuan Marcel tiba di rumahnya. Ia menelepon dokter kandungan dan dokter spesialis lainnya untuk memeriksa kembali kondisi putrinya.
Selang beberapa menit kemudian tiga orang dokter datang ke sana. Mereka memeriksa kondisi Amy.
Dua orang dokter lainnya dampak menancapkan jarum suntik ke tubuh Amy, entah apa yang dokter injeksikan.
Bagaimana kondisi Amy sebenarnya? Sudah lima hari ini dia belum sadarkan diri juga. Batin Tuan Marcel nampak cemas dan terus menatap putrinya dari kejauhan.
Dua jam kemudian dokter memanggilnya dan membicarakan sesuatu.
“Tuan Marcel, ini benar suatu keajaiban. Janin yang berusia sembilan minggu di tubuh Nona selamat dari racun yang masuk ke tubuh Ibunya,”
Wajah Tuan Marcel yang sedari tadi tertekuk juga kusut seperti setrikaan kini seketika tersenyum lebar mendengarnya.
“Lalu bagaimana kondisi putriku?” tanyanya. Masih khawatir karena belum melihat putrinya itu siuman juga.
Senyum kecil tanpa mengembang di sudut bibir dokter.
“Nona Amy mungkin hari ini akan segera sadar. Semua racun dalam sebelumnya sudah ternetralisir. Memang butuh waktu untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh,” jelas dokter panjang lebar.
“Ayah...Bella....”
Mendengar suara lemah yang memanggilnya, Tuan Marcel segala berlari untuk menghampiri Amy.
“Kau sudah sadar. Kau sangat membuat kami cemas sekali,” ucap Tuan Marcel dan Bella bersamaan.
Amy mengangguk lemah seraya tersenyum kecil dengan wajahnya yang masih pucat.
“Kenapa kau tak bilang jika sedang hamil anaknya Dean Barco?”
Amy terkejut mendapati ayahnya sudah mengetahui perihal kehamilannya.
“Mungkin janin itu sekarang sudah pergi,” jawabnya pias dengan mata sendu.
“Janin itu masih ada di sini,” Bella menyentuh perut kakaknya, “aku tak menyangka sebentar lagi akan menjadi aunty.” desaunya sembari membuang nafas pendek.
__ADS_1
“Benarkah?” Amy hanya bisa tersenyum saja mendengarnya. Ia bersyukur benih cintanya dengan Dean Barco selamat.
Detektif Carl masih berada di Red Stone. Bukan untuk meminta hadiahnya, tapi lebih karena khawatir mobil pesanannya itu akan disambar orang lain.
“Mungkin sebaiknya aku pergi saja,” gumamnya sembari menaruh gelas ke meja.
Karena bosan menunggu maka Detektif Carl sampai memesan wine dengan kadar alkohol terendah.
“Mau tambah lagi, detektif?” tawar Lucas. Mengambilkan botol yang masih terisi 3/4 bagian dan akan menuangnya ke gelas Detektif.
“Tidak.”
Ia menarik jelasnya karena merasa sudah cukup minum. Ia tak ingin mabuk saat ini.
“Berapa semuanya?”
Detektif Carl berdiri dari tempat duduknya lalu menanyakan tagihan minuman yang harus dibayarnya.
Lucas menyebutkan sebuah harga.
Pria itu lalu mengajak detektif Carl masuk ke mobilnya dan mengantarnya kembali ke dealer.
“Maaf membuatmu lama menungguku. Ada sedikit hal yang harus kubereskan tadi,” jelasnya singkat.
Detektif Carl meresponnya dengan mengangguk kecil.
“Ya, tak apa Tuan Marcel.”
Mobil kemudian berhenti di dealer. Mereka berdua turun.
“Sesuai dengan kesepakatan kita di awal maka aku akan memberimu tambahan diskon dan kau cukup membayarnya 20% dari harga sebenarnya,” ucap Tuan Marcel.
Ia mengurangi diskon 10%. Sebagai rasa terima kasihnya karena berhasil mengungkap pelaku sekaligus rasa syukur karena cucunya selamat.
Detektif Carl mengangguk. Ia lalu segera menyerahkan pembayaran 20% itu.
__ADS_1
“Hei, antarkan Tuan Carl pada mobil Roll Royce putih itu,” ucap Tuan Marcel pada salah satu pekerjanya dengan menunjuk ke arah mobil tersebut.
“Jangan lupa berikan kartu servis dan ganti oli gratis selama setahun ke depan.” titahnya.
Detektif Carl benar-benar tak menyangka sama sekali hari ini dia mendapatkan banyak bonus.
Ding! Suara notifikasi dari sistem masuk.
Selamat misi berhasil diselesaikan dengan baik. Dan 35.000 poin sudah ditambahkan.
Tak sia-sia juga kerja kerasku. Batin Detektif Carl.
Pria itu ini sudah duduk di mobil baru putihnya. Ia pun mengajukan mobil barunya itu di jalanan.
Din-din!
Detektif Carl membunyikan klaksonnya berulang kali saat berhenti di depan kantor sebuah kantor polisi.
Seorang wanita menyebutkan matanya saat membuka tirai jendela.
“Carl.” pekiknya terkejut.
Ia pun lalu segera berlari keluar.
“Scarlet, hari ini aku akan mengantarmu kemanapun kau pergi. Meski itu untuk tugas penyelidikan bukan untuk shopping.” ucap Detektif Carl pada kekasihnya.
Scarlet menatap mobil putih baru Detektif Carl.
Darimana dia mendapatkan mobil mewah ini?
“Dimana mobil biru bututmu?” tanya wanita itu kemudian duduk di dalam mobil.
“Aku sudah menukarnya dengan ini.”
Mobil kemudian meluncur di jalanan membawa Scarlet kemanapun yang dia minta.
__ADS_1