Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 149 Satu Korban Lagi


__ADS_3

Masih di kantor pemasaran wine. Para tamu undangan lain yang ada di sana menghabiskan waktu sampai ada pemberitahuan waktu telah habis. Sebagian dari mereka tidak tahu jika Tuan Noel terkena serangan, taunya mereka owner wine itu pergi sebentar ke villa.


“Sudah dua jam lebih Tuan Noel belum kembali. Ada apa ya?” ucap seorang tamu undangan.


“Mungkin saja masih ada urusan di villa. Dia kan orang sibuk. Tapi jika ingin kembali dulu tak apa, Tuan Jason.”


Pria itu kembali melanjutkan acara minumnya dengan tamu undangan lain. Sesekali, dia menyapukan pandangan ke sekitar.


“Aku sebelumnya tidak pernah melihat pria itu di sini. Apakah dia salah satu tamu undangan?” lirihnya, sembari menautkan kedua alis melihat sosok pria asing itu.


Ia pun menaruh gelasnya kemudian menyisip di tengah keramaian untuk melihat siapa pria itu.


“Tuan Jason, kau mau ke mana? Acara kita belum selesai.”


“Aku mau keluar sebentar,” jawabnya tanpa menoleh ke belakang.


Sosok pria asing misterius tadi membuatnya benar-benar penasaran hingga sampai Tuan Jason ikut menyisip ke Tengah keramaian dan mengikuti pria tersebut.


Ia sengaja tidak memanggil dan hanya mempercepat langkahnya agar bisa segera mensejajari pria itu.


Sepertinya ada yang mengikutiku, atau memang dia sedang berjalan dengan arah yang sama denganku? batin pria misterius itu bisa mendengarkan cara melangkah kaki teratur di belakangnya namun ia tak berani melihatnya secara langsung.


Pria misterius itu berbelok di ujung jalan, maka Tuan Jason mengikuti pria tersebut.


“Tuan Jason, kebetulan sekali bertemu denganmu di sini.” Seseorang menghentikan langkahnya.


“Oh, Tuan Flico. Ada apa mencariku?” balas Tuan Jason, terpaksa berhenti dan berbalik meskipun sebenarnya ia masih penasaran dengan sosok pria misterius tadi.

__ADS_1


“Ini Tuan, aku tak menyangka sama sekali jika ternyata putriku dan putramu mempunyai hubungan spesial. Kau tahu maksudku bukan?”


Tuan Jason terlihat tidak fokus dan berulang kali menatap ke samping untuk melihat sosok pria misterius tadi yang sudah hilang dari pandangannya.


Entah kenapa perasaannya tak enak saja setelah melihat sosok misterius tadi hilang dari pandangannya.


“Tuan Emir, maaf sebelumnya aku ada urusan penting. Mengenai hubungan putra-putri kita apakah bisa kita bahas nanti?”


“Oh, baik, Tuan Flico.”


Tuan Emir kemudian segera pergi dari sana, mencari sosok pria misterius tadi sampai ke ujung jalan. Namun ia tak menemukannya.


“Atau mungkin dia ke arah sana?” batinnya, melihat ada jalan lain dan ada kemungkinan pria misterius mengambil jalan itu.


Dengan cepat Tuan Jason mengambil arah itu. Manik matanya menyapu jalanan, namun sosok misterius tadi benar-benar hilang. Dia tak menemukannya.


Tak jauh dari Tuan Jason berdiri, nampak Detektif Carl berdiri menghadap ke arahnya. Pria itu sedang bicara dengan Leo.


“Jika tebakanku benar, setelah ini Mungkin ada satu orang yang akan meninggal lagi,” lirih Detektif Carl.


“Kenapa Detektif bisa berpikir demikan?” Leo sedikit bingung.


“Agak panjang menjelaskannya. Yang terpenting sekarang kita harus mencari korban selanjutnya, sebelum itu terlambat.”


Tepat saat Detektif Carl berkata demikian ada seseorang pria berjalan dengan cepat di belakangnya, mengenakan topi hitam.


“Mungkin hanya perasaanku saja, aku merasa ada yang barusan lewat di sini dengan terburu-buru,” gumamnya lalu berbalik ke belakang. “Tak ada siapa pun di sini.”

__ADS_1


Masih merasa ada yang mengganjal itu pun sampai berjalan mengikuti instingnya. Di arah tiga meter di depannya ia melihat pria bertopi hitam dari kejauhan.


Langsung saja ia berlari untuk mengejarnya.


“Sial! Pria itu hilang.” umpatnya kesal kesal. Lagi-lagi ia kehilangan jejaknya.


Hah! Detektif Carl pun membuang napas kasar.


Setelahnya ia mengambil jalan memutar sekaligus untuk melihat situasi di sana, menuju ke tempat Leo berada.


Bugh! Ada seorang pria yang tiba-tiba jatuh, tiga meter dari tempat Tuan Jason berada.


“Astaga, Tuan Fredy!” pekik Tuan Jason, terkejut.


Langsung saja ia berlari ke tempat Tuan Fredy ambruk untuk menolongnya sekaligus memeriksa keadaannya.


“Tuan, ada apa denganmu?”


Tuan Jason membalik tubuh Tuan Fredy dan membuatnya merinding seketika. Bagaimana tidak merinding jika melihat mata Tuan Fredy membulat penuh menatapnya. Ditambah lagi tubuhnya pucat dan dingin.


“Tuan!”


Tuan Jason yang curiga, segera memeriksa nafasnya, juga denyut nadinya. “Astaga, dia meninggal.”


Ia pun tampak bingung dengan kejadian yang cepat ini.


“Tolong! Ada yang meninggal!” teriaknya, langsung.

__ADS_1


“Aku terlambat.” desau Detektif Carl, setelah mendengar teriakan itu.


__ADS_2