
Detektif Carl segera berlari ke arah sumber suara teriakan barusan. Suara itu dari arah 5 meter persis di depannya. Nampak seorang pria tergeletak dan tidak terlalu jelas siapa itu dengan seorang pria lagi yang dia ketahui adalah Tuan Jason.
“Detektif Carl, aku menemukan Tuan Fredy setelah mendengar suara berdebum yang cukup keras. Dan saat aku mengeceknya ternyata sudah meninggal,” jelasnya.
Tuan Fredy memang gemuk sehingga saat jatuh dengan bobot yang diperkirakan sekitar 80 kilo itu akan membuat suara hantaman yang keras ke lantai.
Saat itu juga berdatangan pria lain ke sana untuk melihat kejadian tersebut. Ada tujuh orang lain yang datang setelah Detektif Carl.
“Astaga! Tuan Fredy, bagaimana mungkin Anda bisa meninggal secepat ini. Baru saja aku bicara dengannya 30 menit yang lalu,” pekik seseorang.
“Aku lihat tadi Tuan Fredy baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba berakhir seperti ini?” Pria lain tampak curiga atas kejadian meninggal yang mendadak seperti ini.
Ditambah sebelumnya ada kasus pembunuhan yang belum terungkap sampai sekarang. Bisa jadi pelaku pembunuhan tersebut ada diantara mereka. Dan siapa tahu pelaku itu membawa dengan mereka, jadi siapa saja bisa jadi tersangkanya, bukan?
“Tuan Jason, aku tidak bermaksud menuduhmu. Tapi banyak kasus pemberitaan pelaku pembunuhan bisa saja orang terdekat dan juga bahkan orang yang menemukan mayat itu pertama kali,” ucap Tuan Smith tanpa menyaring perkataannya terlebih dulu.
Terang saja darah Tuan Jason ketika mendidih mendengarnya. Jelas sekali tuduhan itu di alamatkan padanya.
“Tuan Smith, jaga mulutmu jika bicara! Kau kira ada dendam apa aku sampai membunuh Tuan Fredy?!” bantahnya, tak terima.
__ADS_1
Pria itu bahkan langsung berdiri dan mendekati Tuan Smith, lalu menarik kerah pria itu dengan kasar. Mudah sekali mengatai dirinya sebagai seorang pelaku pembunuh. Bisa-bisa itu mencoreng citranya di depan semuanya.
Harga dirinya saat ini sedang dipertaruhkan.
“Jika kau marah seperti ini berarti tuduhan benar adanya!” Tandas Tuan Smith, semakin menguatkan dugaannya.
“Tuan Smith dan Tuan Jason, tolong Anda berdua tahan emosi kalian. Yang terpenting saat ini kita harus membawa tubuh Tuan Fredy terlebih dulu.” Detektif Carl menengahi kedua pria itu sebelum masalah semakin bertambah runyam.
“Awas saja jika kau berani mengatakan seperti itu lagi!” Tuan Jason melepas kerah baju Tuan Smith dengan kasar sembari memberinya tatapan peringatan.
“Kita tidak tahu, bisa saja kau berbohong. Semua akan terungkap nanti setelah penyelidikan selesai.” Tuan Smith balas menatapnya dengan tajam. Ia bahkan mengibaskan kerah bajunya bekas sentuhan tangan Tuan Jason tadi.
Dengan bertambahnya satu lagi korban pembunuhan ini, membuat semua tamu undangan yang saat ini berada di kantor pemasaran wine, buyar berhamburan keluar.
Acara di sana pun buyar tanpa ada yang mengakhirinya. Semua tamu undangan yang ada di sana pun kembali ke villa, mengikuti Detektif Carl yang membawa jenasah Tuan Fredy.
***
Di villa kini suasana semakin mencekam saja rasanya setelah mengetahui kabar terbaru mengenai Tuan Noel, yang saat ini masih terbaring akibat pengaruh racun yang dicampur oleh pelaku dalam wine.
__ADS_1
“Bagaimana ini, acara liburan yang semestinya menggembirakan atau setidaknya melegakan, kini malah jadi peristiwa berdarah seperti ini.”
“Iya, kapan kita boleh pulang? Apa boleh aku mendahului pulang saja?”
“Semoga saja Tuan Noel segera sadar. Jadi agenda pulang untuk besok tidak tertunda.”
Detektif Darcy yang ada di sana dan memanfaatkan situasi yang ada demi citranya.
“Tuan yang terhormat sekalian. Aku harap kalian semua percaya padaku dan menyerahkan semuanya padaku. Aku berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan segera menemukan pelakunya sebelum keberangkatan kita kembali,” koarnya berapi-api.
Banyak dari para tamu undangan yang mengganggu dan tak sedikit pula yang mendesau, salah satunya Detektif Carl.
“Sejauh apa perkembangan kasus yang kau tangani?” ucapnya langsung, di samping Detektif Darcy.
Pria itu menatapnya dingin sebagai memasukkan kedua tangannya dalam saku celana.
“Kau lihat saja nanti. Bahkan mungkin kau akan mengakui keunggulanku!” sinis Detektif Darcy, tersenyum miring.
Pria itu lalu pergi meninggalkan Detektif Carl dan langsung menuju ke tengah para tamu undangan.
__ADS_1
“Baiklah, aku minta sedikit waktu dari kalian. Aku akan mulai memeriksanya dari rekaman CCTV,” ucap Detektif Darcy dengan penuh percaya diri.