Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 164 Tuan Jason Sadar


__ADS_3

Dari belakang sana Detektif Darcy masih diam mendengarkan paparan dari rival abadinya. Kedua tangannya terkepal sempurna sedari tadi. Otot rahangnya nampak menegang dengan sorot mata penuh oleh luapan emosi menggebu-gebu.


Sudah cukup Carl kau mempermalukanku di muka umum seperti ini.


“Hentikan itu! Simpan semua omong kosongmu itu!”


Kini semua pasang bola mata beralih menatap pada Detektif Darcy. Termasuk Tuan Smith, ikut menatap sepasang bola mata yang sudah teraliri energi panas amarah yang bisa membakar siapa saja.


Tuan Smith tersenyum menatap Detektif Darcy. Senyum di bibir Tuan Dawn musnah dan berganti dengan sebuah getaran hebat mengguncang setiap saraf di tubuhnya. Takut...


“Jadi siapa sebenarnya pelaku itu?” ucap seorang tamu undangan. Merasa bingung karena sekarang ada dua daftar nama pelaku pembunuhan itu.


Pikiran mereka kacau sekarang.


“Semua sudah aku paparkan secara rinci dan sangat mendetail. Sudah jelas. Apalagi yang kurang?” ungkap Detektif Carl nampak tenang sekali.


Bahkan ia memutar sorot matanya, menghujam Detektif Darcy, seolah menantanganya. Jangan lewatkan seutas senyum di ujung bibirnya.


Tak ada lagi yang bisa kau sangkal, Darcy.


“Detektif Carl. Kau melanggar kode etik detektif juga pasal 37 B tentang sabotase kasus yang sudah di tangani secara legal. Kau juga memberikan informasi palsu untuk menjatuhkan seseorang. Kau akan terjerat tuntutan pasal 187 tentang pencemaran nama baik serta martabat seseorang,” papar Detektif Darcy.


Bukan Detektif Carl jika tak bisa menghadapi tuduhan murahan seperti itu. Bakteri dibalik tanah pun dia bisa melihatnya, apalagi kuman yang tampak di depan mata?

__ADS_1


“Simpan semua jerat pasalmu itu. Siapa yang bilang aku menyabotase kasusmu. Perlu dikoreksi lagi apakah ada di sini yang resmi bicara dan menyerahkan kasus sepenuhnya padamu?”


“Ya, benar itu. Kami semua tak ada yang melimpahkan kasus itu secara langsung pada Detektif Darcy. Tapi dia berinisiatif sendiri mengambil kasusnya,” kata salah satu tamu undangan.


“Benar. Bahkan Tuan Noel sendiri pun tidak menyerahkan kasus itu pada Detektif Darcy.”


Detektif Darcy terlihat kembali mengeratkan kepalan di tangannya, mendengar ucapan itu. Hampir saja kepalan itu melayang ke udara dan mengenai seseorang yang ada di dekatnya. Beruntung, ada Stuart di sampingnya yang menenangkan dan meredakan amarah pria itu.


“Jadi paparan siapa yang benar?” ulang tamu undangan yang lain.


Kembali para ketemu undangan di buat rancu dan bingung dengan adanya dua dugaan pelaku pembunuh yang sebenarnya. Mereka bergantian menatap Tuan Dawn lalu menatap Tuan Smith.


“Apa yang diucapkan Detektif Carl benar. Bukan aku pelakunya,” tutur Tuan Dawn.


Para undangan tak lantas percaya begitu saja dengan apa yang diucapkan oleh Tuan Dawn. Mengingat di luar, perangai pria itu memang sedikit buruk dan ada beberapa gosip miring juga mengenainya yang entah bagaimana kebenarannya.


Ditengah kebingungan yang melanda mereka semua, seseorang masuk ke ruangan. Bahkan semua pasang bola mata arah padanya.


“Tuan Jason?” pekik semua peralatan undangan tidak ada di sana.


Pria yang masih ada hubungan famili dengan Tuan Noel itu sudah siuman dan dinyatakan kondisinya sudah membaik sejak tiga jam yang lalu.


Setelah semua kesadarannya kembali, dan kesehatannya berangsur-angsur pulih. Ia bersikeras datang ke villa untuk membeberkan apa yang diketahuinya meskipun dia harus didampingi petugas medis saat hadir.

__ADS_1


Aku tak akan melepas pembunuh bedebah itu!


Tuan Jason berjalan mendekati Tuan Smith. Dengan senyum yang terbit di bibirnya pria itu menaruh tangannya di bahu Tuan Smith, menepuknya tiga kali lali menekannya.


“Sahabat masa kecilku. Tidak... bagaimana tepatnya aku memanggilmu? Pembunuh bertangan kotor atau pembunuh berdarah dingin?”


Sorot mata tajam menghujam serta menusuk Tuan Smith ke pusatnya. Pria itu terlihat merinding meskipun tak bergeming.


“Ada apa? Kenapa kau diam saja? Apa kaukira aku sudah mati?” Pria itu mencebik, menertawakan kebodohan pria di depannya.


Tuan Smith yang memang sebenarnya bukanlah tipe pria yang banyak omong, semakin gemetar menatap Tuan Jason.


“Terima kasih banyak kau sudah memberikan suntikan mematikan untuk mengirimku ke surga. Tapi sayang sepertinya nyawaku banyak. Kau tak berani mengakui perbuatanmu?”


“Pengecut kau!”


Ucapan terakhir Tuan Jason melecut dinding pertahanan Tuan Smith jebol.


“Ya, aku mengakui semua perbuatanku,” terangnya mengakui lalu beralih menatap Tuan Dawn. “Dan kau Tuan Dawn. Kau tak pantas menjadi seorang pengusaha dengan banyak kasus gelap di belakangmu.”


Seketika semua pasang bola mata kembali tertuju pada Tuan Dawn.


“Apa yang kau tuduhkan padaku?” tandas Tuan Dawn, menepis semua tatapan tajam yang mengarah padanya.

__ADS_1


“Kalian berdua jelaskan itu semua sekarang di kantor polisi!”


Petugas polisi datang dengan membawa borgol, menerobos masuk ke tengah para undangan.


__ADS_2