
Detektif Carl meluncur di jalanan dengan mobil biru bututnya menuju ke rumah.
Ia pun di dalam mobil pemeriksa notifikasi yang masuk untuknya. Karena setelah kejadian di gudang tuan Jhon Meyer tadi dia sama sekali belum memeriksa notifikasi tersebut.
“Apa notifikasi yang masuk untukku ?” gumamnya menekan tombol pada ponselnya dan kemudian muncul monitor di depannya.
Akumulasi poin yang terkumpul saat ini 30 000 poin total setelah dikurangi pembelian 2 item.
“Poin sebesar itu bisa di tukarkan dengan apa ?”
Langsung saja informasi penukaran muncul pada monitor.
“Daripada aku tukar dengan item yang belum aku perlukan lebih baik aku suka dengan fresh money saja.” gumamnya karena saat ini jujur ia butuh banyak biaya untuk membangun kembali kantornya yang hampir runtuh itu juga mengembalikan semua aset yang sudah ia jual untuk membayar gaji semua karyawannya.
*ding
10 000 poin berhasil ditukar dengan fresh money sebesar
$ 100 000*.
“Akhirnya aku punya uang lagi untuk merenovasi kantorku.” gumam detektif Carl tersenyum tipis melihat sejumlah uang di tangannya.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali pria itu berangkat ke kantor.
“Mungkin terlalu kepagian dan Leo belum datang.” ucap detektif Carl saat memarkir mobilnya di depan kantornya dan hanya ada mobilnya saja di sana.
Pria itu tak lantas masuk ke kantornya. Dia berkeliling mengelilingi kantornya.
__ADS_1
“Dinding kayu di bagian belakang sini sebagian rusak.” ia melihat tiga ruas bagian belakang dindingnya, patah dan sebagian retak membuat lubang sebesar 10 cm yang bisa dibuat jalan keluar masuk untuk tikus.
Ia mendongakkan kepala menatap ke atas.
“Internit itu juga waktunya diganti.” terlihat plafond bangunan hampir roboh dan sebagian terlihat berjamur juga lembab.
Pria itu kembali menghela nafas panjang saat melihat atap genting yang sebagian besar pecah.
“Aku juga harus segera mengganti sebelum musim hujan tiba atau kantorku akan banjir.” gumamnya merasa miris melihat kondisi Kantornya yang reot dan hampir roboh.
“Dimana detektif Carl ?” beberapa saat kemudian Leo tiba dan memarkir mobilnya. Tapi ia melihat pintu kantor masih dikunci.
“Mungkin saja dia di belakang.” gumam pria itu kemudian berjalan ke bagian belakang kantor dan benar saja dia menemukan pria itu di sana.
“Leo, kau datang, aku sudah menunggumu.” ucap pria itu bergegas menghampiri asistennya.
Pria itu langsung saja menyerahkan catatan yang sudah dia buat panjang lebar.
“Ini...” Leo menurutkan kedua alisnya membaca daratan yang berisi bahan bangunan serta jumlah yang harus dibelinya.
“Pergi dan beli semua bahan itu sekarang. Kita akan melakukan renovasi kantor.” detektif Carl menyerahkan uang sesuai dengan nominal yang dia hitung dalam catatannya barusan.
“Detektif, anda dapat uang sebanyak ini dari mana ?” tanya Leo memberanikan diri karena penasaran. “Apa anda habis menang judi ?”
“Kau tak perlu tahu dari mana aku mendapatkan uang ini. Cepat belanja sekarang sebelum hari bertambah semakin siang.” jawabnya tak mau memberi penjelasan dari mana sumber uang itu berasal.
Leo pun pergi belanja dengan rasa penasaran.
__ADS_1
Satu jam kemudian pria itu kembali ke kantor dengan truk yang berisi semua bahan bangunan yang dibelinya.
“Tolong turunkan semua barangnya di sana, tuan.” ucap Leo pada pengemudi truk tersebut.
Driver tadi kemudian segera menurunkan muatan ke tempat yang ditunjuk oleh Leo.
Segera setelah driver itu pergi dari sana detektif Carl mengambil peralatan pertukangan.
“Detektif jangan bilang kita lah ya kan merenovasi sendiri bangunan ini.” ucap Leo melihat pria di depannya sudah mengenakan helm pengaman yang biasa dipakai oleh pekerja konstruksi.
“Bingo ! Ini alat mu.” pria itu menyerahkan peralatan pertukangan pada Leo. “Karena belum ada klien yang datang maka sebaiknya kita manfaatkan waktu yang hari ini untuk berbenah.”
Detektif Carl berjalan sambil membawa peralatan pertukangan dan mulai bekerja di luar kantor di bagian yang rusak.
Leo mau tak mau akhirnya pun mengikuti atasannya tersebut dan membantunya meskipun itu bukanlah tugas mereka. Tapi bekerja di bidang detektif memang harus serba bisa, bisa melakukan apapun meskipun itu hanya sedikit saja.
Dari luar kantor detektif Carl terlihat mobil merah berhenti agak jauh dari kantor rivalnya.
Ya, siapa lagi jika bukan detektif Darcy yang datang.
“Ck, dia memperbaiki kantornya yang sudah reot itu. Mungkin setelah diperbaiki bukannya tambah bagus malah akan semakin roboh.” ucapnya tersenyum miring memaki rivalnya.
Pria itu pun kemudian masuk kembali ke mobilnya karena adanya telf dari salah satu kliennya.
“Aku seperti melihat mobil Darcy di depan sana.” gumam detektif Carl.
Ia berjalan ke depan kantor namun setelah di sana, mobil itu sudah tak ada.
__ADS_1