Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 121 Mendata Teman Sarah


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Detektif Carl naik Rolls-Royce putihnya. Ia melajukan mobilnya setelah berpesan pada Leo untuk tetap mencari informasi tentang tiga wanita yang meninggal bersama Sarah Michelin.


Hari ini pria itu mengunjungi rumah Tuan Adolf, setelah acara berkabung selesai. Jadi dia bisa leluasa melakukan investigasi saat suasana sepi, tak ada gangguan.


Saat itu Tuan Adolf sudah menunggunya di rumah karena sebenarnya mereka berdua sudah terlibat dalam pembicaraan singkat di telepon.


Kenapa belum datang juga, Detektif Carl? batin Tuan Adolf, melihat arloji di tangannya.


Mereka janjian pukul 09.00 pagi, tapi sekarang sudah lewat lima menit dan batang hidung pria itu belum nampak juga. Padahal Detektif Carl biasanya selalu on time.


“Maaf, terlambat enam menit, Tuan Adolf,” ucapnya satu menit kemudian tiba, berjalan bergegas menghampiri Tuan Adolf yang saat itu sampai menunggu di luar rumah.


“Ada sedikit masalah. Semalam aku mendapatkan teror dari pelaku. Aku khawatir dia mengirim bom lagi ke rumahku atau ke kantorku,” ungkapnya.


Tuan Adolf mengerutkan keningnya, terkejut. Meskipun pada kasus sebelumnya hal yang sama juga terjadi pada Detektif Darcy, yang memegang kasus ini sebelumnya. Dan setelah itu pria itu mengembalikan kasusnya.


Semoga saja, Detektif Carl tak akan mundur menyerahkan kembali kasus ini padaku, batinnya berharap.


Tapi Tuan Adolf tak berani memberitahukan hal itu pada Detektif Carl. Takut pria itu berubah pikiran sekarang juga. Sedangkan ia ingin menangkap pelaku pembunuhan putrinya.


“Astaga! Bagaimana bisa pelaku melakukan itu padamu! Tapi kau tidak kenapa-napa kan, Detektif?”


Bahkan Tuan Adolf pura-pura terkejut meskipun benar-benar khawatir pada kondisinya.


“Seperti yang kau lihat Tuan, aku baik-baik saja. Kita bicarakan ini segera. Aku tak sabar ingin segera menangkap pelakunya,” geramnya.


Tuan Adolf tersenyum dalam hati, ternyata Detektif Carl tidak ingin mengembalikan kasus putrinya itu. Hal itu membuatnya lega.

__ADS_1


Mereka lalu masuk ke rumah, langsung duduk di kursi ruang tamu.


“Baiklah Tuan Adolf. Aku akan mengajukan banyak pertanyaan padamu,” ucap Detektif Carl. Lalu mengeluarkan catatan kuning yang biasa dia bawa beserta pulpen kuning.


“Ya, aku siap menjawab semua pertanyaanmu, Detektif.”


“Aku ingin tahu siapa calon suami Nona Sarah Michelin yang batal menikah itu?”


“Lexy, dia Manager di perusahaan Sky Light.”


“Bagaimana penampilannya? Berapa umurnya? Apakah sebagian rambutnya sudah ada yang putih?” Tanya Detektif Carl bertubi-tubi.


Tentu saja Tuan Adolf kelabakan dengan cecaran pertanyaan seperti itu.


“Usianya 33 tahun. Rambutnya coklat dan belum ada yang beruban, ada apa Detektif?” Keningnya tampak berkerut, merasa aneh.


“Tunggu, ini ada fotonya,” ucapnya lalu berdiri dan menunjukkan langsung foto Lexy pada Detektif Carl.


“Ini... dia pria kemarin yang menabrakku,” balasnya setelah melihat sebuah foto.


Detektif Carl kemudian terdiam. Biasanya pelaku adalah orang terdekat dengan korban. Dalam kasus ini Lexy menjadi tersangka utama pelaku pembunuhan tersebut.


Jika bukan dia, lalu siapa? batinnya kembali memutar otak.


“Tuan, apa kau tahu siapa saja teman lelaki putrimu? Atau beberapa pria yang mungkin dekat putrimu?”


Kali ini Tuan Adolf yang diam. Berpikir. Yang mana yang bisa di katakan teman dekat putrinya, sedangkan Sarah Michelin punya banyak teman pria.

__ADS_1


“Aku akan tunjukkan siapa saja teman pria putriku yang kutahu,” ucapnya. Lalu kembali membuka galeri foto di ponsel Sarah yang ia bawa tadi.


Tuan Adolf lalu menunjukkan beberapa foto lelaki yang ada di ponsel putrinya.


Ada Jeremy Meyer, pria yang bekerja di perusahaan Sky Light, sama dengan Lexy.


Lalu ada Cheko Adams, teman masa kuliahnya Sarah Michelin.


Ada juga Dale Fox dan Foster Bridge, pria yang dekat dengan Sarah Michelin juga yang pernah Tuan Adolf temui.


“Dari semua pria ini tak ada yang mempunyai rambut putih,” celetuknya.


Tapi Detektif Carl sudah memasukkan nama lima pria tadi dalam catatannya. Dan akan melakukan investigasi lebih lanjut nanti.


“Lalu apakah Nona Sarah Michelin kenal dengan Gaby Atwood, Melanie Riccardo dan Angela Song?” tanyanya lagi.


“Siapa itu?”


Bahkan Tuan Adolf tak mengenal satu pun dari mereka sama sekali. Termasuk Sarah Michelin. Selama ini putrinya itu tak punya teman dekat wanita. Dia bisa pastikan itu.


Oh! Detektif Carl, menghela nafas berat karena lagi-lagi buntu tak ada petunjuk.


“Gaby Atwood adalah tetangga lama kita dulu. Apa kau lupa?” ucap Nyonya Adolf tiba-tiba, muncul dengan membawakan minuman untuk mereka berdua.


***


Akak semua berikan komentar dong. Biar semangat nulis. 😊

__ADS_1


__ADS_2