Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 101 Sosok Yang Mirip


__ADS_3

Melihat hal itu, Briptu Scarlet pun segera mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi rekannya.


Halo Briptu Scarlet, aku sudah di lokasi. Kami akan bergerak sekarang. balas seorang agen polisi di telepon.


Beberapa saat setelahnya komunikasi terputus. Ada lima agen polisi yang saat ini ditugaskan ke sana. Mereka berlima kemudian bergerak meringsek masuk.


“Berhenti! Kalian ditangkap!” Seorang agen polisi berseragam dinas segera merendahkan pistol ke arah tempat di mana transaksi dilakukan.


Langsung saja suasana di sana riuh, gaduh. Mereka sungguh tak mengira markas mereka kedatangan polisi. Padahal sampai sejauh ini bahkan aksi mereka belum terendus oleh polisi.


Meskipun tak siap dengan kedatangan polisi, namun tiap anggota sindikat itu sudah mempersenjatai diri mereka untuk antisipasi jika ada kejadian mendadak seperti ini.


Dor! Dor! Tembakan dari polisi disusul oleh tembakan dari anggota sindikat.


Seorang anak kecil yang menjadi aset mereka hanya bisa diam dengan gemetar.


Aku harap agen polisi ini bisa mengalahkan para sindikat ini. Aku benar-benar tak ingin dijual, terlebih hatiku akan diambil. batin seorang anak lelaki sendu.


Sementara pria yang merupakan pembeli organ, saat itu berada di dalam markas. Setelah melihat kondisi di luar, maka ia pun segera kabur dari sana.


“Transaksi kali ini batal. Ada agen polisi yang kemari.” ucapnya pada makelar yang ada di sana.


“Hugo, cepat kita pergi dari sini. Bawa juga uangnya sekalian.” tambahnya lagi, kemudian segera berlalu.

__ADS_1


“Siap, Tuan.” asistennya narik kembali koper yang berisi penuh uang dan melenggang mengikuti Bosnya.


Di luar terjadi pertarungan sengit antara agen polisi dan anggota sindikat.


Dari kejauhan, Detektif Carl masih diam dan memantau keadaan saat ini. Manik matanya fokus mencari sosok pria yang menyerang Briptu Scarlet.


“Ke mana, pria bermata sipit itu?” gumamnya, tak melewatkan satu pun anggota sindikat lepas dari pengamatannya.


Dia ke sana selain untuk mengantar Briptu Scarlet, juga untuk mencari pelaku tersebut. Kuat dugaannya jika pria yang menikam Briptu Scarlet tadi ada di sana.


“Apa dia tak ke sini?” gumamnya lagi, tetap belum menemukan targetnya.


“Carl, sebaiknya kita segera pergi dari sini. Lihat itu tim kami berhasil membawa salah satu dari mereka.” kata Briptu Scarlet, menunjuk seorang anggota sindikat yang berhasil dibekuk.


Lima agen polisi tadi berhasil meringkus kawanan yang ada di sana dengan usaha ekstra, meskipun beberapa dari mereka terluka saat kontak fisik.


“Baiklah. Kita pergi sekarang. Kurasa mereka tak butuh bantuan kita.” balas Detektif Carl, kemudian segera memacu mobilnya menjauh dari lokasi tersebut.


Beberapa saat setelah kepergian Detektif Carl, sebuah mobil hitam berhenti di markas tersebut. Seorang pria jangkung turun dari mobil.


“Apa transaksinya sudah selesai, kenapa sepi?” gumamnya, membuka pagar.


Terlihat bagian telapak tangan kirinya terbelit perban, saat pria itu menyentuh pagar.

__ADS_1


“Astaga! Polisi sudah menyatroni tempat ini.” pekiknya terkejut.


Pria jangkung itu pun, lalu segera naik ke mobilnya lagi. Ia memacu mobil dengan cepat daripada dirinya tertangkap. Siapa tahu masih ada polisi yang berjaga di sana.


Keesokan paginya di kantor polisi. Lima agen polisi tadi, ternyata tak hanya menangkap satu orang anggota sindikat saja, mereka menangkap dua anggota sindikat lainnya. Dan saat ini, mereka sedang mengintrogasi mereka di ruangan interogasi.


“Katakan pada kami, siapa pimpinan kalian?” tanya seorang polisi pada seorang pria yang tampak garang dengan tato scorpio di pipi kanannya.


“Kami tak punya pimpinan.” Pria bertato itu tetap tak mau mengaku telah ditanya berulang kali oleh agen polisi.


“Katakan pada kami, untuk memperingan hukumanmu!” hardik seorang agen polisi lain yang mulai kesal pada tawanan mereka.


Di ruangan itu terdapat kamera CCTV dan semua aktivitas mereka yang ada di sana terekam.


Terlihat agen polisi lain sedang menginterogasi anggota sindikat yang tertangkap dan terikat tangan mereka dengan borgol.


“Katakan siapa saja korban kalian!” tanya seorang agen polisi, tak ada nada halus lagi setelah berulang kali bertanya namun sama sekali mereka tak memberikan petunjuk untuknya.


Pagi itu Detektif Carl sedang dalam perjalanan menuju ke kantor polisi.


“Ini sudah hari ketiga misi, semoga aku bisa segera menyelesaikan misi ini.” gumamnya, setelah duduk di mobil dan mengendarai di jalan.


Di tengah jalan, tatapannya terkunci pada seorang pria yang tengah duduk di seberang Mall.

__ADS_1


“Tunggu, pria itu....” Detektif Carl melihat sosok pria yang mirip sekali dengan sosok pria yang kemarin melukai Briptu Scarlet.


Pria jangkung bermata sipit, dengan kulit putih pucat sedang menyantap hamburger di sebuah meja.


__ADS_2