Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 106 Meninggalkan Bekas Luka


__ADS_3

Pria berbaju orange tadi kesal lagi lagi ada tamu tak diundang yang mendatanginya. Tapi dari pengalamannya beberapa hari sebelumnya ya sudah mempersiapkan untuk hari ini apabila ada penyusup yang mengganggunya.


Dua orang pria itu bisa dipastikan adalah polisi dan satu orang lagi orang sipil. Tak masalah, aku bisa mengatasinya, batin pria tersebut malah memperlihatkan seringai senyumnya.


Tatapan mata pria itu mengisyaratkan bagi mereka bertiga untuk maju menyerang.


Dan benar saja mereka maju langsung termasuk Detektif Carl.


Dor! Terdengar dua tembakan melesat di udara.


Silver Macedonia hanya bisa pasrah saat dua peluru itu melesat ke arahnya. Ia memejamkan mata takut kalau kalau lu itu bersarang di kepalanya.


Hiss! Saat ia membuka mata ternyata kedua peluru tadi bersarang di dinding tepat di samping kanan dan kiri telinganya, sedangkan pria berbaju orange lolos dari tembakan tersebut.


Slash! Namun sayang sekali, Silver Macedonia tak lolos dari tusukan jarum yang barusan dilakukan oleh pria berbaju orange.


Bugh! seketika tubuhnya ambruk setelah terkena tusukan di bagian leher.


Gawat! Dia sudah melumpuhkan target. Padahal kami bertiga di sini, tapi tetap terlambat. sesal Detektif Carl, dalam hati.


Dengan cepat ia pun mengeluarkan sebuah alat yang dibelinya dari shop sistem, sebuah alat mirip dengan pistol tapi sebenarnya bukan pistol, melainkan sebuah alat penyetrum.


“Kalian bertiga tembak saja aku,” tantang pria tadi.


Dor! Dor! Terdengar tembakan beruntun setelahnya, namun anehnya, ternyata dia tak terkena satupun tembakan dari polisi.

__ADS_1


“Mungkin kau lepas dari mereka tapi tidak dariku!” hardik Detektif Carl, gemas. Sudah lama ingin bermain dengan pria tersebut.


“Kau kira aku tidak tahu jika pistolmu itu tanpa peluru?”


Detektif Carl tersenyum tipis sajq dengan bualan pria tersebut yang meremehkan senjata di tangannya serharga 10.000 poin.


Langsung saja ia mencobanya agar berhitung dan bisa merasakan kelebihan dari senjata mahal tersebut.


Blazz! Tak hanya pria berbaju orange yang terkejut, bahkan dua agen polisi yang ada di dekatnya pun ikut terkejut.


Akh! Target merasakan tubuhnya tersetrum dari ujung kaki hingga ke ujung kepala setelah Detektif Carl menekan pelatuk pistol.


Sial! Senjata apa ini? Baru pertama kali aku melihatnya. batinnya, merasa ah new panas tapi juga di seluruh tulang dan sendinya terasa remuk.


Pria tadi malah berlari menghindari peluru polisi. Mereka berempat melakukan aksi kejar - mengajar. Hingga beberapa saat lamanya, berada di luar gym.


Dor! Kali ini peluru sungguhan yang ditembakkan oleh Detektif Carl. Dan peluru itu mengarah ke wajah pria tersebut, merobek wajahnya.


Tak ada darah yang menetes, namun wajah itu seperti terkelupas.


“Cepat robek topeng itu! setidaknya kita bisa melihat wajahnya meskipun tak bisa menangkapnya.” ujar seorang agen polisi.


Detektif Carl kembali melesatkan dua peluru ke arah pria tadi. tembakan ketiga buat topeng tadi bener-bener robek dan terlepas dari tempatnya.


“Kau tak bisa lari dari kami lagi.” Tiga orang mengepung pria berbaju orange tadi, yang berbalik menutupi wajahnya dan menunjukkan punggungnya saja.

__ADS_1


“Cepat berbalik!”


Namun pria tadi masih tetap memunggungi mereka bertiga. Tak berani berbalik untuk menunjukkan wajahnya.


Aku harus bisa kabur dari sini. Aku tak boleh tertangkap. batinnya, memikirkan sebuah cara.


Tepat di saat agen polisi menarik bahunya ke belakang, pria tadi mengeluarkan sebuah gerhana dari saku bajunya.


Tepat di saat pria tadi menggigit ujung diatonator untuk mengaktifkannya, Detektif Carl mengeluarkan pistol setrumnya.


“Aku akan buang detonator itu jauh-jauh.” Detektif Carl mengarahkan pistolnya ke arah detonator tapi malah mengenai telapak tangan kanan buruannya.


“Sial!” umpat pria tadi. Telapak tangan kanannya terluka, dan detonator itu jatuh dari tangannya begitu saja.


Tiga orang tadi segera mundur si Jombang cepat sebelum bom itu meledak dan mengenai mereka.


Duar! Bom benar-benar meledak.


Kepulan asap tebal membumbung di udara. Tiga ketik setelahnya agen polisi segera berlari ke arah kepulan asap tersebut.


“Sial! Kita kehilangan buruan kita lagi padahal sudah di depan mata!” soalnya bercampur rasa geram karena laki-laki gagal menangkap pelaku.


“Sayang sekali kita tak bisa melihat wajahnya. Tapi Aku meninggalkan bekas luka di telapak tangan kanannya. Dan kita bisa lacak dia.” tutur Detektif Carl.


Dua agen polisi tempat lega mendengar penuturan itu. Tapi tugas belum berakhir sampai penjahat itu benar-benar tertangkap.

__ADS_1


__ADS_2