Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 134 Badai


__ADS_3

Kapal Ferry mulai bergerak menuju ke Brisago Islands. Sebuah pulau terpencil yang ada di ujung Swiss, di tengah perairan.


Pulau itu masuk dalam gugusan kecil dan merupakan pulau terluar dari Swiss. Namun meskipun begitu, tetap saja ada penghuninya meskipun hanya beberapa ribu jiwa saja yang menghuni pulau kecil itu.


Perjalanan cukup panjang. Dibutuhkan waktu dua hingga tiga jam untuk sampai ke pulau itu.


Detektif Carl masih terpaku pada awan bergumpal di malam yang cerah dan masih terasa aneh baginya. Semoga saja itu bukan pertanda hal yang buruk baginya.


Jujur saja, ia ingin beberapa hari ini lepas dari semua beban kerja yang ada. Hanya menikmati undangan jamuan ini yang terasa seperti liburan baginya.


“Mau aku nyalakan api untukmu, Detektif Carl?” tawar seorang pria, yang berada di sebelah Detektif Carl dan juga sedang merokok.


“Boleh Tuan Hemingway,”


Detektif Carl malah mendekatkan rokoknya ke pemantik api pria tersebut.


Tuan Hemingway adalah pengusaha di bidang retail. Dia salah satu pengusaha sukses di Swiss.


“Terima kasih, Tuan,” ucap Detektif Carl, setelah menyulut api.


Ia bisa menghisap rokoknya di tengah embusan angin kencang.


“Aku juga boleh pinjam pemantikmu, Tuan Hemingway?” ucap seorang pria memakai setelan tuxedo coklat gelap.


“Tentu saja boleh, Tuan Mason.”

__ADS_1


Tuan Hemingway mengeluarkan lagi pemantik api dari saku bajunya dan menyalakannya untuk salah satu tamu undangan lainnya.


Tuan Mason, pria berusia 52 tahun. Dia juga salah satu pengusaha terkenal di Swiss. Dia mempunyai banyak dealer mobil. Selain itu dia juga punya perusahaan di bidang elektronik.


“Bagaimana perkembangan retail Anda, tuan Hemingway?” tanya Tuan Mason, sembari menghisap rokoknya.


“Sejauh ini semuanya baik saja. Aku malah ingin mencoba merambah ke bidang lain, elektronik,” tukasnya, membentuk gumpalan asap lingkaran di udara.


“Anda memang hebat, Tuan. Memang beberapa waktu kita merasa jenuh dengan rutinitas yang kita geluti. Tapi so far, aku tak ingin merambah hal baru. Takut gagal di tengah jalan,” ceplos Tuan Mason, tersenyum tipis.


Sedangkan Detektif Carl hanya menghempas gumpalan asap rokoknya ke udara, mendengarkan dua orang itu yang melanjutkan pembicaraan mereka.


Di sudut lain terlihat Tuan Noel yang sedang bicara dengan beberapa tamu undangannya.


“Tuan Mark, bagaimana kabar Anda?” sapanya pada pria yang tampak berkharisma, dengan kumis tebal menutupi bibirnya.


Tuan Mark, adalah seorang aparatur negara. Dia bekerja mengurusi pita cukai rokok. Semua hal terkait rokok impor juga menjadi urusannya.


Selesai bicara dengan Tuan Mark, Tuan Noel menyapa tamu undangannya yang lain.


Pria itu memang terkenal supel dan ramah. Jadi tak heran punya banyak kenalan di dunia bisnis.


Sementara Detektif Darcy, dia berdiri menatap buih air yang dilewati oleh kapal Ferry.


Dia malas menatap ke samping karena terlihat oleh netranya, Detektif Carl yang yang sedang tersenyum bicara dengan Tuan Mason, hingga terlihat deretan gigi putihnya.

__ADS_1


Sial sekali, kenapa aku harus bertemu Carl di sini? Mengganggu waktuku saja, umpat Detektif Darcy dalam hati.


Ia sendiri juga tidak tahu kalau pria itu, musuh bebuyutannya diundang dalam acara ini. Jika saja ia tahu lebih awal maka ia bisa saja membatalkannya langsung untuk tidak turut serta di acara ini.


“Tuan, kenapa?” tanya seorang pria, seusia dengan Leo menghampirinya.


“Tak ada, Stuart,”


Stuart adalah salah satu asisten Detektif Darcy. Detektif Darcy sendiri punya tiga asisten, tapi hanya Stuart yang di ajaknya kali ini. Karena tertulis di undangan dengan jelas hanya boleh mengajak satu orang saja.


Stuart tak berani bicara lagi. Dia tahu atasannya itu kali ini sedang tidak mood, entah karena apa.


Tapi memang dia tidak terkejut ataupun heran dengan sikap Tuannya itu. Karena hampir sama dengan kesehariannya juga seperti itu. Malah cenderung temperamen.


Meskipun ia sadar mungkin itu karena pengaruh tekanan dalam pekerjaan, dan ia tak menyalahkan itu mengingat banyaknya klien yang berdatangan setiap hari.


“Gerimis!” teriak seseorang, membuyarkan percakapan beberapa orang yang masih asik mengobrol.


Tiba-tiba saja gerimis mulai turun, bahkan angin berhembus semakin kencang. Membuat kapal Ferry yang mereka tumpangi sedikit berguncang terkena hembusan angin.


“Sepertinya ada baiknya kita masuk saja ke kabin,” tutur seseorang.


Tak lama berselang tiba-tiba hujan semakin deras, membuat semua orang masuk ke kabin, tak terkecuali Detektif Carl.


Di menit berikutnya tiba-tiba petir menyambar. Saat itu angin juga masih berhembus kencang.

__ADS_1


Saat ini kapal Ferry yang mereka tumpangi sedang berjuang di tengah lautan melawan derasnya air, sambaran petir juga angin lebat yang membuat kapal Ferry berguncang. Padahal mereka masih separuh perjalanan.


__ADS_2