
Kursi penumpang mulai tampak kosong separuh setelah separuh penumpang turun menggunakan parasut emergency.
“Cepat, tiga menit lagi bom akan meledak,” ujar Crew lain mengingatkan pramugari.
Pramugari lain segera bergerak dan membuka pintu lainnya.
“Aku takut bagaimana jika parasut ini tak bisa berfungsi setelah ditekan,” ujar seorang penumpang wanita yang ketakutan sendiri.
“Nyonya, semua parasut di sini berfungsi. Sebelumnya kami sudah mengecek berulang kali, jadi dipastikan Anda akan selamat.”
“Ayo, cepat. Yang lain masih menunggu dengan waktu terus berlalu. Apa kau ingin membunuh penumpang lainnya, Nyonya?” sarkas penumpang lain yang tak mau menunggu lama.
“Baiklah.” Penumpang wanita tadi kemudian segera melompat keluar dari pesawat dan menekan tombol parasut dengan cepat.
Terlihat parasut mengembang dengan sempurna. Bahkan terlihat di luar pesawat banyak para rasul putih yang berterbangan lainnya, yang menandakan semua parasut berfungsi dengan baik.
Sepertiga kursi penumpang tersisa setelah 2/3 penumpang sudah keluar semua dari pesawat.
“Tuan, pakai parasut dari kami. Kami memberikan parasut sesuai standar. Jangan gunakan pada saat anda sendiri,” tutur pramugari pada seorang penumpang pria.
Pria itu nampak misterius dan mengenakan parasut sendiri, parasut yang disiapkan oleh pria itu sendiri.
__ADS_1
“Tidak, Nona. Terima kasih. Aku sudah membawa parasut yang bagus dari rumah, tidak kalah bagusnya dengan parasit darimu, Nona.” Pria itu segera menekan parasut yang sudah dipersiapkannya dan melompat turun.
“Dasar bodoh!” Pria itu menoleh ke belakang dan mengulas seringai tipis di ujung bibirnya. Dia kemudian menghilang di tengah parasut putih yang sudah mengembang di udara. Parasut pria itu berwarna merah cabai menyala, kontras sekali dengan semua warna parasut putih yang ada.
Satu menit terakhir, semua penumpang pesawat sudah keluar dari pesawat. Kini hanya tinggal crew pesawat dan Detektif Carl saja yang ada dalam pesawat.
“Sebelum turun, aku ingin membawa kotak hitam di pesawat ini daripada hancur terkena bom. Aku yakin ada seseorang yang menyabotase pesawat ini. Dan pasti dia sudah turun duluan dari pesawat ini. Mungkin aku bisa menemukan pelakunya,” tutur Detektif Carl pada crew pesawat.
Tak ada waktu baginya menjelaskan identitasnya pada para crew pesawat.
“Berikan saja kotak hitam itu padanya,” Seorang pilot menanggapi.
Langsung saja Detektif Carl menuju ke tempat di mana kotak hitam itu berada. Dia mengambilnya dengan cepat kemudian kembali.
Sepuluh crew pesawat termasuk pilot dan teknisinya segera terjun mengikuti Detektif Carl.
Boom! Tepat 20 detik berikutnya terdengar suara ledakan di udara. Pesawat meledak dan hancur berkeping-keping di udara sebelum sempat mendarat.
Entah mereka semua mendarat di mana hanya nasib yang membawa keberuntungan bagi yang beruntung.
Beberapa parasut diterbangkan oleh angin menuju ke sebuah lautan. Beberapa lagi terbawa oleh angin dan menuju ke sebuah hutan belantara.
__ADS_1
Sekali lagi hanya nasib yang menentukan hidup mereka. Beruntung atau tidak.
Parasut putih yang terbang duluan, beberapa sudah mendarat di lautan lepas.
Byur! Terdengar suara berdebum beberapa orang yang masuk dan meluncur ke laut dengan cepat.
Akh! Beberapa di antara mereka ada yang menjerit karena langsung di sambar oleh paus besar, ada juga yang terbentur keras pada karang dan meninggal seketika. Namun ada juga yang terlihat berenang ke tepian.
Sedangkan beberapa lainnya yang mendarat di hutan pun ikut berteriak.
“Tolong! Aku tersangkut! Tolong!” Seorang wanita jatuh dan tersangkut pada sebuah pohon tinggi. Dia tak bisa turun dari ketinggian 7 meter. Bahkan untuk bergerak saja tak bisa kakinya terasa berat.
“Tolong!” Seseorang berpegangan pada sebuah pohon saat parasut yang dikenakannya sudah menguncup. Sayangnya dia jatuh terjun bebas terus ke bawah tanpa bisa menahan tubuhnya mengikuti gaya gravitasi bumi yang menariknya.
Hiss! Beberapa orang yang hanya bisa melihat memejamkan matanya setelah melihat kejadian yang tak diharapkannya itu. Merrka tak tega melihat korban meninggal setelah jatuh dari parasut.
***
Berita pesawat Canary Airlines yang saat itu ditumpangi oleh Detektif Carl tersebar tak hanya saja di negara Perancis tapi juga sampai ke negara Swiss.
“Astaga! Detektif Carl! Dia ada di pesawat itu!” pekik Sherif Tasman sampai bergetar hebat tubuhnya tatkala melihat siaran berita aktual saat ini.
__ADS_1
“Seandainya saja kau menuruti perkataanku kembali ke Swiss besok saja, maka kau tak akan kena musibah ini.” Ia nampak terpukul hebat dan berduka.