
Setelah dua orang tadi pergi, Detektif Carl kembali berjalan untuk menyusur lokasi. barangkali saja dia menemukan sesuatu yang menarik atau paling tidak bisa dijadikan petunjuk.
Sejauh mata memandang suasana di sekitarnya nampak gelap, lampu rumah-rumah di sekitar Villa pun ikut padam namun beberapa dari bila ada rumah yang nyala. Hal itu yang penting rasa penasaran yang cukup tinggi pada Detektif Carl.
“Aku akan memeriksa dan buktikan apakah yang diucapkan oleh petugas instalasi listrik tadi benar adanya? Lampu padam secara bergilir?”
Menurutnya bisa saja ia dibohongi karena bukan penduduk asli sana. Otomatis dia tidak tahu menahu apapun informasi mengenai daerah itu termasuk pemadaman listrik ataupun program-program lainnya. Mungkin itu akan berbeda jawabannya jika berasal dari orang yang berbeda.
Detektif Carl lalu perjalanan menuju ke rumah yang terang di mana tidak terjadi pemadaman listrik. Villa milik Tuan Noel letaknya memang bersebrangan dengan rumah para warga.
“Aku harus cepat saat memeriksanya atau jika ada seorang warga yang melihat bisa jadi mereka berpikir buruk padaku.”
Detektif Carl saat ini berhenti di sebuah gardu listrik yang ada di rumah warga. Ia langsung saja membuka kotak panel listrik yang ada di sana.
Berbekal senter kecil yang di bawanya, ia langsung mengarahkan sorotnya pada panel listrik tersebut. Ia perhatikan rangkaian kabel di sana.
Sedikit banyak pria itu mengetahui tentang instalasi listrik. Karena hal itu wajib diketahui oleh seorang pria.
“Rangkaian di sini susunannya benar tak ada masalah. Aku akan periksa panel listrik yang lainnya.”
__ADS_1
Kebetulan di rumah warga itu ada tiga gardu. Untuk mengikis kecurigaannya, Detektif Carl memeriksa dua gardu lainnya.
Rangakilain panel pada gardu kedua normal, sama dengan gardu pertama. Tapi gardu ketiga, tidak sama dengan gardu pertama dan kedua.
“Di sini ada bekas paksa dipadamkan. Jika memang pemadaman bergilir, saklar akan otomatis mati terjadwal dari pusat. Tapi ini dipaksa mati. Jadi informasi pemadaman bergilir itu hoax.”
Detektif Carl segera menutup kembali kotak panel karena mendengar seseorang membuka pintu rumah. Ia khawatir saja dengan prasangka buruk mereka. Dan cepat-cepat ia pergi dari sana.
“Aku merasa ada seseorang berdiri di depan panel listrik, tapi ternyata tak ada siapapun di sini,” gumam seorang warga, membuka pintu rumah.
Detektif Carl kini kembali ke villa. Jadi menurutnya listrik sengaja dipadamkan, maka kali ini ia akan coba untuk menyalakannya sendiri.
Detektif Carl mencari panel listrik villa dan menemukannya di bagian timur bangunan mewah itu. Setelah menoleh ke kanan dan menoleh ke kiri ternyata keadaan sepi, langsung saja dia membuka panel tersebut.
“Pasti pengganjal ini untuk menahan saklar. Ketika lampu otomatis menyala, saklar ini akan tetap mati selama tidak dilepas pengganjalnya. Trik murahan!”
Detektif Carl lalu menarik lakban tersebut. Ia membuang lakbannya dan menyimpan pengganjalnya di saku baju.
***
__ADS_1
Klap! Di dalam villa, lampu tiba-tiba menyala terang kembali seperti semula.
“Ternyata lampu sudah menyala kembali,” ujar seorang tamu undangan yang kini bisa tersenyum kembali. Karena mengira lampu akan lama baru menyala.
“Ya, syukurlah lampu mati hanya sebentar. Aku takut saja jika lampu tak segera menyala kembali akan terjadi sesuatu.”
Terlihat di sana Tuan Smith baru saja masuk dari pintu belakang.
Kenapa lampu sudah menyala? pekiknya dalam hati. Pria itu terlihat merencanakan sesuatu tapi karena lampu menyala tidak sesuai jadwal maka dia pun mengurungkan rencananya itu.
“Tuan Smith, apa yang Anda lakukan di sini?” tanya Detektif Carl.
Pria itu tiba-tiba muncul begitu saja tepat di depannya. Malahan ia dengan sengaja melakukan sebuah gerakan cepat lalu menjatuhkan benda dari saku bajunya, pengganjal yang ia dapatkan dari saklar tadi.
Tak!
Setelah batu kalsedon biru itu terjatuh di lantai, Detektif Carl segera membungkukkan badannya untuk mengambil batu tersebut.
“Oh, Tuan Smith batu Anda terjatuh.” Ia menyerahkan batu mahal itu pada Tuan Smith. Anehnya, Tuan Smith menerimanya itu. Entah ia lupa atau sedang kosong pikirannya saat ini.
__ADS_1
“Terima kasih Detektif Carl, ini memang milikku.”
Senyum tipis terbit di bibir Detektif Carl, setelah Tuan Smith pergi dari hadapannya.