Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 135 Nahkoda Pengganti


__ADS_3

“Astaga!” pekik seorang pria, dalam kapal. Tatkala merasa kapal berjalan miring serta membuatnya ikut miring dan hampir saja jatuh.


“Ada apa ini?”


Duk! Bahkan terdengar suara hantaman di luar.


“Apakah kapal ini akan karam?!”


Para tamu undangan lain pun ikut menjadi resah.


“Tenang semuanya, kapal Ferry ini adalah jenis kapal yang termahal. Jadi dalam badai hebat sekalipun tak akan goyah,” tutur Tuan Noel, menenangkan semua para undangannya yang panik.


Bahkan dia pun sebenarnya panik, hanya saja ia tak menunjukkannya. Jika dia panik, lalu bagaimana seisi awak kapal? Berhamburan kemanapun?


Itu bisa membuat yang lainnya semakin panik tak terkendali.


“Tapi suara apa itu tadi, Tuan?”


“Kita semua di sini tidak akan mati, bukan?”


“Kapal kita ini sedang berjuang melawan badai. Aku jamin dan pastikan kapal ini tidak akan karam,” terang Tuan Noel lagi.


Sebagian para tamu undangan pun seketika tenang.


“Ku kira kita akan mati di sini,” ucap seseorang, bernafas lega.


Tamu undangan yang lain pun menjadi tenang, bahkan meskipun saat ini petir menyambar-nyambar di luar sana.


Entah kenapa, tiba-tiba saja cuaca berubah menjadi ekstern begini padahal sebelumnya cerah.


“Aku akan periksa ke bagian kemudi,” lirih Tuan Noel, setelah semuanya tenang.


Pria itu kemudian keluar dari keramaian dan menuju ke bagian kemudi kapal. Terlihat nahkoda sedang berjuang keras mensetabilkan posisi kapal juga menghindari sambaran kilat.

__ADS_1


Dari luar tampak jelas, badai belum berakhir. Angin masih bertiup hebat. Tuan Noel menghampiri nahkodanya.


“Bagaimana, apakah situasinya sulit?” tanyanya langsung.


Nahkoda itu mengangguk dan menatap sebentar Tuan Noel, lalu fokus kembali pada kemudi kapal.


Haah! Sekarang Tuan Noel yang berubah terlihat sangat cemas.


Jika Nahkoda bilang begitu maka artinya situasi saat ini benar-benar buruk. Dan apa ingin takutkan oleh semua para tamu undangannya tak ayal bisa terjadi.


“Apa tak ada cara aman untuk pergi ke Brisago Islands?” tanyanya lagi.


“Satu-satunya cara, menepi sebentar hingga hujan reda baru kapal kembali berjalan,” tutur sang nahkoda.


“Oh.” Tuan Noel pun tercekat, tak bisa berkata lagi. Hanya berharap badai ini segera berakhir.


Detektif Carl yang nampak tenang dan selalu tenang meski apapun yang terjadi, saat itu keluar dari keramaian saat melihat Tuan Noel pergi dari sana.


Ia mengikuti pria itu. Karena feelingnya ada sesuatu. Dan pria itu menutupinya dari semua tamu undangan.


Ditambah wajah Tuan Noel yang tampak tegang, menyiratkan apa yang sedang dirasakan pria itu.


“Apakah semuanya baik-baik saja, Tuan?”


“Ya, seperti yang kau lihat, dan seperti yang kukatakan sebelumnya semuanya baik-baik saja. Kau bisa lihat nahkoda sedang berjuang keras,” paparnya, mengulangi kalimat yang sebelumnya diucapkannya agar tidak menimbulkan kepanikan.


Detektif Carl yang tidak puas dengan jawaban itu langsung menghampiri nahkoda.


“Berapa prosentase kapal ini bisa keluar dari badai dengan selamat?” tanyanya langsung.


“60%.”


Setidaknya kondisinya berarti tidak terlalu bahaya, dan harapannya besar untuk bisa selamat dari badai.

__ADS_1


Jder! Tiba-tiba kilat menyambar.


Krak!


Bagian depan kapal Ferry sedikit hancur terkena sambaran petir. Dan itu berpengaruh pada kapal yang seketika berbincang kembali karena tidak stabil.


“Pasti nahkoda sedang berjuang keras keluar dari badai, dan semuanya baik-baik saja,” tutur seorang di dalam sana, membuat yang lain pun ikut tenang.


Meskipun situasi yang sebenarnya saat ini sulit.


Baik Tuan Noel maupun Detektif Carl tak beranjak dari sana. Mereka berdua ikut memantau nahkoda kapal saat ini.


Jder! Kembali, petir menyambar bagian dek kapal. Membuat bagian itu sedikit hancur pula. Dan tentu saja kapal semakin berguncang tak seimbang.


“Apkahah kapal akan karam?!” tanya Tuan Noel dan Detektif Carl bersamaan.


Nahkoda kapal itu hanya diam, dan menampakkan wajah pucat pasinya.


Haah! Detektif Carl, menghela nafas berat melihat nahkoda kapal bahkan sekarang mengaku angkat tangan.


Nahkoda bilang tensinya tinggi karena terlampau tegang. Mengharuskan dirinya untuk berhenti istirahat, dikarenakan dua tangannya kini kaku, tak bisa digerakkan.


“Bagaimana ini?!” pekik Tuan Noel, panik. Tanpa sentuhan nahkoda kapal benar-benar akan karam.


“Minggirlah, serahkan padaku,” ucap Detektif Carl pada nahkoda.


“Detektif Carl, memangnya kau bisa mengemudikan kapal?”


“Bisa,” jawabnya meyakinkan.


Meskipun sebenarnya ini baru pertama kalinya dia memegang secara langsung kemudi kapal sendiri.


Sebelumya, dia hanya melihat kakeknya yang berprofesi sebagai nahkoda menjalankan kemudi kapal selama puluhan tahun bekerja di sebuah kapal pesiar asing. Jadi sedikit banyak dia tahu dan bisa mengoperasikannya.

__ADS_1


“Hwaaa!” teriak Tuan Noel, saat Detektif Carl sudah mengambil alih kemudi. “Kau yakin bisa mengemudikan nya?”


Tuan Noel sampai miring dan berpegangan pada tiang di dekatnya, saat kapal miring.


__ADS_2