
Tuan Picasso terlihat gugup selama investigasi berlangsung. Membuat Detektif Darcy semakin mencurigainya. Bahkan pria itu terus menyanggah semua argumennya, yang menguatkan jika kesaksian pria itu bohong.
Hm, aku benar-benar tidak yakin sama sekali dengan kesaksian yang kau berikan padaku. Aku akan memeriksanya kembali, batin Detektif Darcy.
“Jadi Tuan Picasso adalah tersangkanya untuk saat ini,” celetuk Detektif Carl di kamar.
Pria itu memang belum keluar dari kamar setelah Parker keluar tadi. Dia malahan duduk santai dengan mendengarkan rekaman hasil sadapan Leo.
Tentunya mudah baginya menyimpulkan dengan cepat serta membaca pikiran Detektif Darcy, karena memang mereka berdua seprofesi. Tapi bagi Detektif Carl sendiri, dia sudah mengetahui bagaimana sikap Detektif Darcy selama ini. Bukankah teman dan rival itu hampir sama? Apa saja informasi mengenai mereka berdua akan diketahui secara lengkap.
“Ini masih terlalu dini untuk menyimpulkan siapa pelakunya. Karena masih banyak kemungkinan dan petunjuk lain yang belum dibuka. Hm, dangkal sekali pemikirannya.” Detektif Carl menyindir.
Detektif Carl mengesampingkan dulu rekaman sadapan tersebut. Ia kini beralih menatap ponselnya, di mana ada foto rekam medis beberapa orang tadi. Kini ia melihatnya kembali dan mempelajarinya dengan teliti.
Dari rekam medis Tuan Fredy dan Tuan Curtis terlihat jelas jika mereka memakan makanan yang sudah dicampur dengan racun yang masuk ke tubuh mereka.
“Kadar racunnya 30%. Tinggi sekali. Memang gila pembunuh itu.” Detektif Carl mendesau.
__ADS_1
Kadar racun yang masih bisa ditoleri oleh tubuh adalah 20%. Jika cuma racun yang melebihi kadar itu, maka tubuh sudah tidak bisa menerimanya lagi dan itu tergantung dari daya tahan setiap orang yang tentunya berbeda. Dalam hitungan hari dan maksimal tiga hari saja nyawa seseorang akan melayang karenanya.
“Lalu bagaimana dengan rekam medis Tuan Noel dan Tuan Jason?” Tiba-tiba saja dia teringat pada mereka berdua.
Detektif Carl kembali meraih ponselnya dan melihat rekam medis dua pria tersebut. Agak lama Detektif Carl melihat rekam medis mereka.
Rekam medis Tuan Noel menyatakan jika seseorang secara sengaja mencampurkan racun dalam wine yang diduga bila bercampur dengan wine maka akan menyebabkan luka perdarahan pada liver. Dan mengenai zat campuran itu belum ditemukan secara pastinya berupa apa.
Sedangkan rekam medis Tuan Jason menunjukkan pria itu mang disuntik oleh salah satu zat dengan kandungan psikotropika tinggi dan halucinohen yang berinteraksi menjadi racun yang juga berbahaya, bisa merenggut nyawa seseorang dalam waktu hitungan jam.
“Sudah jelas. Tuan Jason yang tidak ada hubungan apapun dengan mereka menjadi korban karena memang mengetahui pelaku sebenarnya. Ini dilakukan untuk membongkar saksi hidup kejadian ini.” Detektif Carl mendecak.
Sayangnya hingga rekam medis ini keluar, Tuan Jason masih berbaring di rumah sakit dalam kondisi kritis, dan petugas medis masih berjuang keras untuk membawa pasien itu keluar dari masa kritis.
“Semua petunjuk ada pada Tuan Jason. Jika saja dia sudah sadar, maka kasus ini akan cepat selesai. Tapi bukan berarti aku tak bisa mencari pelakunya,” gumam Detektif Carl nampak serius.
Rasanya pria itu seperti tertantang oleh permainan pelaku sebenarnya yang bermain kucing-kucingan dengannya.
__ADS_1
“Duduk di sini terlalu lama membuatku penat. Lebih baik aku keluar saja dan mencari petunjuk.” Detektif Carl mengangkat pantatnya terasa berat seperti dilem dan memaksa tubuhnya berjalan keluar dari kamar.
Di luar villa, pria itu niatnya ingin menghirup udara segar meskipun di dalam udara sangatlah segar juga berbau harum, tak kalah segar dengan udara di luar. Namun ia melihat sosok Tuan Smith dari kejauhan.
“Bukankah itu Tuan Smith?” gumamnya, lalu mengikuti pria itu dari kejauhan tanpa sepengetahuannya.
Tuan Smith masuk ke kamar mandi yang ada di dekat pria itu berada. Sekitar lima menit lebih barulah pria itu keluar dari sana. Gerak-geriknya terlihat aneh.
Ia menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri kemudian berakhir di dekat tong sampah yang berada tak jauh dari toilet berada. Di sana ia membuang sesuatu ke dalamnya, lalu melenggang pergi setelahnya.
“Apa yang sebenarnya pria itu buang di tong sampah? Mencurigakan sekali,” gumamnya sembari memegang ujung dagunya.
Setelah Tuan Smith pergi, barulah dia berjalan kembali dan saat ini ia berada di tong sampah tempat Tuan Smith tadi membuang sampah.
“Dia membuang plester di sini?”
Detektif Carl menemukan plester berwarna coklat di sana. Tapi plester itu hanya ada dua lembar saja bukan lima lembar.
__ADS_1