
Octo kembali berlari. Di tengah jalan, dia berhenti. Ada tiga beruang yang kini menghadang jalannya.
“Sial! Kenapa mendadak ada beruang lagi? Rasanya aku berburu tapi lebih seperti diburu kali ini,” ujar Octo.
Dor! Dia pun langsung menarik senapan laras panjangnya mengarah pada tiga beruang itu.
Peluru menembus dada tiga beruang. Tapi itu tak lantas membuat beruang itu lemah. Malahan mereka tersulut amarah saat itu juga.
Groar! Tiga beruang yang marah itu mengejar Octo yang berlari menuju ke tempat perangkap berada.
“Jadi sebaiknya langsung aku gantung saja mereka di sana. Tapi satu orang hanya disediakan satu gantungan. Lalu bagaimana dengan dua beruang lainnya? Dimana aku akan menggantung mereka? Apa aku boleh meminjam milik yang lain sebentar?”
Octo yang masih berpikir dan mengasah otaknya terus berlari. Tanpa ia ketahui, ada dua beruang lagi yang datang mengejarnya. Total ada lima beruang sekarang yang mengejarnya.
“Astaga! Datang lagi dua beruang.” Langsung saja Octo menikmati dua beruang tersebut saat mendekatinya.
Dua beruang itu tidak ambruk. Mereka malah bergabung dengan tiga beruang lainnya, mengepung Octo.
Di saat yang bersamaan Detektif Carl keluar dari persembunyiannya. Dengan cepat ia berlari dan kini ia sudah berada di belakang lima beruang yang mengepung Octo.
“Apa kau butuh bantuan?” tawar Detektif Carl.
“Aku tidak butuh bantuan dari siapapun. Aku bisa mengatasinya sendiri. Kau lihat saja nanti,” tolak Octo.
__ADS_1
“Kau tidak mungkin menggantung 5 beruang dalam satu perangkap bukan? Begini saja, aku pinjamkan perangkapku untukmu. Jadi kau bisa menggantung dua beruang. Dan itu masuk punyamu. Aku tak peduli menang atau kalah dalam pertarungan ini, sama saja bagiku tak ada pengaruhnya.”
Tanpa pikir panjang pun, Octo menyetujuinya. Pria itu memang haus kemenangan.
Lihat! Dia memang seorang pembunuh. Begitu kuat kemauannya untuk menggantung semua beruang ini. Padahal satu saja sudah cukup untuk membuatnya memenangkan perburuan ini. Dasar serakah! Detektif Carl mengumpat dalam hati.
Sekarang dia tinggal pikirkan cara untuk membuat Octo terperangkap. Dia harus memanfaatkan situasi yang ada saat ini sebaik mungkin. Tidak ada kata gagal dan tidak boleh gagal.
Aku harus membawanya ke perangkap apapun caranya dengan memanfaatkan para beruang ini.
Setelah mendapatkan sebuah ide, Detektif Carl lalu melepaskan tembakan pada tiga beruang.
“Kau boleh pakai perangkapku. Tapi sebagai gantinya aku bebas memilih satu beruang untukku.”
Diam berarti setuju. Itulah prinsip Detektif Carl. Dia lalu menggiring dua beruang menjauh dari perangkap Octo, menuju ke perangkap lain.
“Hey, apa yang kau lakukan?” protes Octo saat buruannya dibawa Detektif Carl.
Refleks, ia pun mengikuti kemana beruang itu di bawa pergi Detektif Carl.
Sepertinya kau akan masuk perangkap.
Detektif Carl mengulas senyum tipis di ujung bibirnya, rencananya sudah berjalan dan Octo mengikutinya.
__ADS_1
Ia lalu kembali menggiring beruang tadi dengan berlari menuju ke perangkap Octo. Tepat di saat beruang itu akan masuk perangkap, ia menembaknya hingga ambruk.
“Kau, kau kenapa jadi mencampuri urusanku?” protes Octo tak terima. Merasa Detektif Carl sudah bertindak terlalu jauh, masuk ke ranah urusannya.
Dia hanya mengizinkan satu beruang untuk dibawa, tapi ini Detektif Carl tak hanya menembak satu beruang miliknya, dia bahkan menembak tiga beruang miliknya. Itu artinya dia melanggar kesepakatan dan membuatnya marah.
“Jangan salah. Aku hanya membantumu dengan memperingan pekerjaanmu,” tukas Detektif Carl.
Octo pun tak sengaja menginjak perangakap saat akan menggiring beruangnya kembali ke belakang.
Akh! Octo jatuh sendiri ke lubang perangkapnya.
Setelah jatuh dalam lubang perangkap, dia kemudian secara otomatis tertarik ke atas dan sekarang tergantung di tiang gantungan perangkap.
“Sial! Kenapa aku bisa terkena perangkapku sendiri?” ia lalu beralih menatap Detektif Carl yang berada di bawahnya. “Hey, Carl turunkan aku sekarang.”
Detektif Carl tidak langsung meresponnya. Dia mengabaikan Octo sekarang. Kali ini dia malah fokus pada lima empat beruang yang masih mengejar Octo.
“Tunggu dulu. Aku akan bereskan mereka dulu.”
Detektif Carl lalu menembak empat beruang tadi dengan delapan kali tembakan. Masing-masing mendapatkan dua luka tembakan di dada mereka, yang membuat mereka ambruk seketika tak bergerak lagi.
“Carl, cepat tembak talinya,” pekik Octo. Ia mulai merasa tali itu mulai membuatnya tidak nyaman.
__ADS_1
“Apa kau yakin? Bagaimana jika aku salah menembakmu dan kau mati?”